Gedung STTN dan Fasilitas
Sertifikasi Mahasiswa STTN
Pembelajaran di STTN
Kerjasama
Wisuda dan Alumni
Pengabdian Masyarakat

(Jepara, 03/04/2017 Keceriaan dan rasa antusias terlihat dari wajah 108 siswa-siswi SMA Negeri 1 Donorojo beserta guru pendampingnya saat mengunjungi Loka Pemantauan Tapak dan Lingkungan (LPTL) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Jepara atau lebih dikenal dengan Loka Jepara pada Senin pagi (3/4). Kunjungan SMA Negeri 1 Donorojo ini dalam rangka study outdoor menjadi sangat istimewa bagi karyawan BATAN di Loka Jepara dan BATAN umumnya, karena setelah beberapa tahun tidak ada kunjungan siswa SMA ke Loka Jepara. Ini dapat dipahami karena kegiatan di Jepara yang bertujuan melakukan penelitian dan penyiapan tapak untuk pembangunan Pusat Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pertama di Indonesia merupakan isu yang sangat “sensitif” beberapa waktu lalu, kemudian kegiatan proses pembangunan PLTN di Jepara relatif “lumpuh” dan “tidak ada” kegiatan khusus lagi yang menuju kepada pembangunan PLTN hingga saat ini.

Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Loka Jepara, Dwijo Murdyanto, S.ST memberikan sambutan hangat dan mempersilahkan kepada siswa-siswi untuk melihat fasilitas yang ada untuk belajar seismik (kegempaan), meteorologi, bunker dan juga informasi mengenai iptek nuklir. Keistimewaan lain yang terjadi pada hari itu adalah kehadiran tim dari Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) berjumlah 8 orang yang dipimpin oleh Ir. Dwi Priyantoro, M.Si selaku Pembantu Ketua III Bidang Kemahasiswaan, mewakili Ketua STTN. Produk hasil iptek nuklir yaitu rendang daging dan pepes ikan hasil iradiasi dari BATAN, serta robot-robot hasil karya mahasiswa STTN dan juga media belajar baik berupa buku maupun leaflet berisi informasi terkait dengan nuklir yang aman dan selamat diberikan dalam lebih mengenalkan masyarakat akan iptek nuklir.

Kehadiran STTN dalam menyosialisasikan pendidikan tinggi dan hasil iptek nuklir kali ini menjadi sangat penting untuk kegiatan di Loka Jepara. Nantinya seluruh fasilitas, SDM dan kegiatan Loka Jepara akan berubah fungsinya menjadi fungsi pendidikan karena akan menjadi bagian dari STTN dalam rangka melaksanakan kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan, penelitian serta pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan mendekatkan serta mengedukasi kembali masyarakat dengan iptek nuklir agar kenal lebih dekat atau “melek” dengan nuklir. Dan itu sangat terlihat dengan jelas saat beberapa siswa mulanya merasa takut dengan istilah nuklir, kemudian terlihat bersemangat untuk berdiskusi dengan pemandu kunjungan dan berani mencicipi rendang maupun pepes hasil iradiasi, sebagai bentuk aplikasi teknik nuklir untuk pengawetan makanan.

Di akhir kunjungan, ucapan terima kasih, apresiasi serta ketakjuban akan iptek nuklir semakin membuka wawasan pada para siswa disampaikan langsung oleh Septa Mauliyatun NC, S.Pd sebagai guru pendamping dan turut merasakan bahwa aplikasi nuklir banyak sekali pemanfaatannya. (rtm)