hut ri ke 76
Corona-19
SDM Nuklir
SDM Nuklir BATAN
Tomo Graphy
korupsi
kedelai
Radiofarmaka
Anti Narkoba 1
Anti Narkoba 2

(Tangsel, 28/02/2020) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mendukung penuh upaya pihak kepolisian dalam mengungkap kasus penemuan zat radioaktif di perumahan Batan Indah, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan (Tangsel). Hal ini disampaikan Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan di depan para awak media di Gedung 71, Kawasan Nuklir Serpong, Puspiptek, Tangsel, Jumat (28/02).

Anhar mengatakan atas temuan zat radioaktif di dua tempat yakni area kosong dan di rumah warga pemukiman BATAN Indah, BATAN menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk menuntaskan kasus ini. “BATAN mendukung penuh upaya pihak kepolisian untuk mengusut tuntas temuan dan kepemilikan zat radioaktif secara ilegal di Perumahan BATAN Indah,” kata Anhar.

(Tangsel, 27/02/2020) Memasuki hari ke-12 pelaksanaan clean up terhadap area terpapar zat radioaktif di Perumahan Batan Indah, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan dilanjutkan dengan melakukan coring di beberapa titik yang sudah ditentukan. Kemarin (26/02) proses coring telah menyelesaikan 8 titik dari 12 titik yang ditargetkan.

Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Heru Umbara mengatakan, kegiatan coring ini memang memakan waktu karena pengerjaannya masih dilakukan secara manual. “Pengerjaan coring ini sudah dimulai sejak 3 hari yang lalu dengan target 12 titik. Coring ini dilakukan secara manual sehingga memang membutuhkan waktu sedikit lama,” ujar Heru.

(Tangsel, 26/02/2020) Memasuki hari ke-11 kegiatan clean up terhadap area terpapar zat radioaktif di Perumahan Batan Indah, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan difokuskan pada pengambilan sampel tanah dengan metode coring. Tiga titik telah dilakukan coring (pengeboran) dengan kedalaman 1 meter dan 1 titik kedalaman 60 cm untuk diambil tanahnya dan dianalisis di laboratorium.

Metode coring ini dipakai dengan tujuan untuk efektivitas dan efisiensi dalam melakukan clean up. Sampel tanah yang diambil melalui coring ini untuk mengetahui sisa paparan yang ada di dalam tanah dengan kedalaman 1 meter.

Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Heru Umbara menjelaskan tahapan pengeboran tanah sedalam 1 meter dimana pada tiap kedalaman 20 cm diambil sampel tanahnya. "Pada beberapa titik di luasan tanah yang terpapar zat radioaktif dilakukan pengeboran sedalam 1 meter. Pengambilan tanah untuk sampel di setiap titik diambil setiap kedalaman 20 cm hingga mencapai 1 meter," ujar Heru.

(Tangsel, 25/02/2020) Ditengah upaya clean up terhadap area terpapar zat radioaktif di Perumahan Batan Indah, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, pihak kepolisian dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) menemukan zat radioaktif di rumah warga. Temuan baru ini merupakan upaya yang dilakukan pihak kepolisian dalam mengungkap kasus adanya zat radioaktif di Perumahan BATAN Indah, Senin (24/02).

Terkait temuan baru zat radioaktif di rumah warga oleh pihak Kepolisian, Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Anhar Riza Antariksawan mengatakan penguasaan zat radioaktif secara tidak sah sangat tidak dibenarkan. "Penguasaan bahan nuklir atau bahan radioaktif secara tidak sah sangat tidak dibenarkan sama sekali, karena hal ini berpotensi membahayakan masyarakat," ujar Anhar.


preview


   

Pengadaan Barang dan Jasa