hut ri ke 76
Corona-19
SDM Nuklir
SDM Nuklir BATAN
Tomo Graphy
korupsi
kedelai
Radiofarmaka
Anti Narkoba 1
Anti Narkoba 2

(Tangsel, 05/03/2020) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menetapkan kebijakan strategis dan fokus kegiatan di tahun 2020-2024 untuk mewujudkan nuklir untuk Indonesia yang berdaya saing dan sejahtera. Penetapan kebijakan ini dijadikan sebuah tema dalam rapat kerja BATAN di Gedung 71, Kawasan Nuklir Serpong, Puspiptek, Tangerang Selatan, 5 - 6 Maret 2020.

Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan mengatakan, pada rapat kerja ini difokuskan pada finalisasi rancangan arah kebijakan tahun 2020-2024 serta penetapan prioritas kegiatan yang akan dilaksanakan periode 5 tahun mendatang. Pada periode 2020 - 2024 ini BATAN mendapat penugasan khusus dari pemerintah.

“BATAN mendapat tugas untuk mengoordinasikan kegiatan penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan untuk menghasilkan prototipe sistem pemantau radiasi untuk keselamatan dan keamanan (SPRKK), Prototipe Radioisotop dan Radiofarmaka untuk diagnosis dan terapi kanker, serta prototipe PLTN Skala Industri,” kata Anhar.


(Tangsel, 04/03/2020) Bekerja di area yang mengandung radiasi seperti dekontaminasi atau clean up yang dilakukan pihak Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) di area yang terpapar zat radioaktif di Perumahan Batan Indah, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, tidak boleh dilakukan dengan sembarangan, namun harus mengikuti persyaratan keselamatan yang sudah ditentukan. Untuk itulah, dalam melakukan pekerjaan yang berhubungan radiasi, ditunjuklah Petugas Proteksi Radiasi (PPR) yang memegang peranan penting, yang memastikan pekerjaan dilakukan dengan mengedepankan keselamatan bagi pekerja, masyarakat, dan lingkungan.

Salah satu PPR BATAN yang terlibat dalam kegiatan clean up, Moch Romli menjelaskan bahwa PPR adalah petugas yang ditunjuk oleh pemegang izin dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN). “PPR adalah petugas yang ditunjuk oleh pemegang izin pengguna zat radioaktif dan BAPETEN yang dinyatakan mampu melaksanakan pekerjaan yang berhubungan dengan proteksi radiasi,” kata Romli, usai melaksanakan tugasnya pada kegiatan clean up di Perumahan BATAN Indah, Rabu (04/03).

(Tangsel, 03/03/2020) Berawal dari temuan zat radioaktif di lahan kosong Perumahan BATAN Indah, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan (Tangsel) oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), kini muncul banyak pertanyaan soal penerapan keamanan nuklir di Indonesia. Pertanyaan ini semakin menguat dengan adanya temuan baru oleh pihak kepolisian berupa zat radioaktif di rumah salah seorang warga Batan Indah.

Dengan adanya temuan zat radioaktif tersebut seakan sistem keamanan nuklir dan budaya keamanan nuklir di Indonesia belum terlaksana dengan baik. Pertanyaannya, siapa yang bertanggung jawab atas terlaksananya keamanan nuklir di Indonesia?

(Tangsel, 29/02/2020) Apakah radioaktif itu? Pertanyaan ini sering muncul dari warga pemukiman Batan Indah, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, yang selama 2 minggu ini dihebohkan dengan adanya temuan zat radioaktif oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN). Paparan yang menunjukkan di atas ambang batas menjadikan sebagian warga panik namun sebagian lainnya merasa biasa saja.

"Lalu, apakah radioaktif itu?" ungkap Kepala Bidang Keselamatan Kerja dan Dosimetri, Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Heru Prasetio, melalui pesan tertulisnya, Rabu (26/02).

Menurut Heru, radioaktif merupakan kata sifat yang mempunyai arti senantiasa memancarkan energi yang kita kenal sebagai energi radiasi. Sehingga, zat radioaktif dapat diartikan sebagai suatu zat yang senantiasa memancarkan energi.


preview


   

Pengadaan Barang dan Jasa