hut ri ke 76
Corona-19
SDM Nuklir
SDM Nuklir BATAN
Tomo Graphy
korupsi
kedelai
Radiofarmaka
Anti Narkoba 1
Anti Narkoba 2

(Tangsel, 17/03/2020) Upaya clean up yang dilakukan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) di lahan kosong Perumahan Batan Indah, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan telah berakhir. Clean up tersebut dilakukan karena adanya temuan zat radioaktif berupa Cs-137 oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) pada akhir Januari 2020.

Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama, Heru Umbara mengatakan, setelah proses clean up selesai dan menunggu keputusan dari BAPETEN, maka akan dilanjutkan dengan remediasi terhadap lahan bekas terkontaminasi zat radioaktif. Sebelum melakukan remediasi, proses clean up diakhiri dengan melakukan pemotongan beberapa tanaman produktif di lokasi terpapar zat radioaktif. Pemotongan tanaman produktif ini dimaksudkan untuk mengurangi dampak radiasi terhadap masyarakat.

“Beberapa tanaman produktif yang tumbuh di lahan bekas terkontaminasi dilakukan pemotongan, pemotongan secara selektif ini bertujuan untuk menghindari masyarakat sekitar yang memakan buah dari pohon tersebut,” ujar Heru.

(Tangsel, 09/03/2020) Ditemukannya zat radioaktif oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) di lahan kosong Perumahan Batan Indah, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, mengakibatkan adanya kontaminasi pada tanah dan vegetasi di lahan tersebut. Untuk menghilangkan sekaligus membersihkan lahan yang terkontaminasi, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melakukan upaya dekontaminasi atau clean up.

Setelah dilakukan penelitian, diketahui bahwa zat radioaktif yang mengontaminasi lahan kosong tersebut adalah cesium-137 (Cs-137). Paparan radiasi awal sebelum dilakukan clean up diukur dengan survey meter menunjukkan angka 149 microsievert/jam.

(Tangsel, 07/03/2020) Prosedur pengolahan limbah radioaktif yang dilakukan Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) telah dilakukan dengan standar keamanan dan keselamatan yang ketat. Pengelolaan limbah radioaktif telah diatur di dalam Undang-Undang Nomor 10 tahun 1997 tentang ketenaganukliran yang pelaksanaannya dilakukan oleh Badan Pelaksana, yakni BATAN.

Deputi Teknologi Energi Nuklir, Suryantoro menjelaskan, dalam undang-undang ketenaganukliran telah dinyatakan bahwa pengelolaan limbah radioaktif meliputi pengumpulan, pengelompokan, pengangkutan, penyimpanan, dan/atau pembuangan limbah radioaktif. Sedangkan limbah radioaktif itu berasal dari penghasil limbah radioaktif, dalam hal ini para pemegang izin pemanfaatan zat radioaktif.

(Tangsel, 05/03/2020) Memasuki hari ke-16 upaya clean up atau dekontaminasi terhadap area terpapar zat radioaktif di Perumahan Batan Indah, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan (Tangsel) telah menghasilkan 638 drum yang berisi tanah dan vegetasi yang diindikasikan terkontaminasi. Tanah dan vegetasi tersebut dikirimkan ke tempat penyimpanan limbah radioaktif sementara di Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).

Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama BATAN, Heru Umbara mengatakan, pada hari ke-16 ini pekerjaan clean up difokuskan pada pengerukan di beberapa titik hasil coring yang masih menunjukkan paparan di atas ambang batas. “Pada hari ini kegiatan clean up tinggal membersihkan di beberapa titik yang masih dianggap paparannya melebihi ambang batas,” kata Heru.


preview


   

Pengadaan Barang dan Jasa