hut ri ke 76
Corona-19
SDM Nuklir
SDM Nuklir BATAN
Tomo Graphy
korupsi
kedelai
Radiofarmaka
Anti Narkoba 1
Anti Narkoba 2

(Jakarta, 26/04/2020) Salah satu kecelakaan nuklir yang hingga kini diingat oleh masyarakat dunia adalah meledaknya Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Chernobyl. Kecelakaan itu terjadi 34 tahun yang lalu tepatnya pada 26 April 1986 di Ukraina yang pada saat itu masih bergabung dengan Rusia.

Saat itu, tepatnya pukul 01.23 dini hari, salah satu dari 4 modul reaktor Chernobyl meledak, sekitar 28 pekerja meninggal seketika akibat ledakan reaktor tersebut. Dari tragedi ini tentunya meninggalkan trauma yang besar bagi seluruh masyarakat dunia, khususnya para ilmuan yang menggeluti teknologi nuklir.

Lalu apa sebenarnya yang menyebabkan reaktor Chernobyl meledak? Teknologi keselamatan yang kurang handalkah atau murni karena kesalahan manusia?

(Jakarta, 15/04/2020) Kepala Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir (PTBGN), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Yarianto Sugeng Budi Susilo memberikan penjelasan terkait pemberitaan di media massa tentang penangkapan pelaku penyelundupan 7 truk berisi bahan nuklir. Seorang pria berinisial WS (42) sebagai pelaku penyelundupan asal Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya diamankan oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya.

Atas pemberitaan tersebut, Yarianto menjelaskan bahwa yang diselundupkan oleh pelaku belum dapat digolongkan kedalam bahan nuklir, namun diduga mineral yang mengandung radioaktif dalam kadar yang kecil. “Hal ini perlu diluruskan, bahan nuklir itu adalah bahan yang dapat digunakan untuk reaksi pembelahan berantai atau bahan yang dapat diubah menjadi bahan yang dapat menghasilkan reaksi pembelahan berantai,” ujar Yarianto melalui sambungan telepon, Selasa (14/04).

(Jakarta, 31/03/2020) Proses dekontaminasi atau clean up di lahan kosong yang terpapar zat radioaktif di Perumahan Batan Indah, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan telah dinyatakan selesai meskipun saat ini sedang menunggu proses remediasi. Bukan saja tanah dan tumbuhan yang terkontaminasi dikirim ke Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), melainkan alat pengeruk atau excavator juga didekontaminasi.

Proses dekontaminasi pada excavator dilakukan pada Senin (30/03) di PTLR. Upaya dekontaminasi terhadap peralatan ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses clean up yang dilakukan di Perumahan BATAN Indah.

Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama, Heru Umbara mengatakan, semua yang terlibat dalam proses clean up selalu dipastikan bahwa yang bersangkutan tidak terkontaminasi zat radioaktif setelah melakukan pekerjaan. “Bukan hanya orangnya yang kami pastikan tidak terkontaminasi, namun semua peralatan yang digunakan selama proses clean up juga kami pastikan bersih seperti semula,” ujar Heru.

(Jakarta, 26/03/2020) Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) akan segera memberikan pernyataan bahwa lahan kosong di perumahan Batan Indah, Kec. Setu, Tangsel, tempat ditemukannya zat radioaktif Cs-137 dalam kondisi normal setelah dilakukan remediasi. Hal ini dinyatakan pihak Bapeten melalui siaran pers tanggal 24 Maret 2020.

Pernyataan Bapeten ini didasarkan atas  kondisi terakhir kegiatan clean up atau dekontaminasi di lahan terpapar zat radioaktif yang telah menunjukkan pernurunan paparan secara signifikan. Pengukuran terakhir menunjukkan tingkat paparan radiasi di lahan yang terkontaminasi pada kisaran 0,3 hingga 0,75 mikrosievert/jam.

Proses clean up yang dilakukan oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) bersama Bapeten, Pemkot Tangsel dan pihak kepolisian telah dimulai pada awal Februari 2020 dengan rencana pengerjaan selama 20 hari kerja. Proses clean up ini dilakukan dengan mengeruk tanah dan menebang pohon yang terkontaminasi zat radioaktif dan menyimpannya di tempat penyimpanan sementara limbah radioaktif di Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) - BATAN.


preview


   

Pengadaan Barang dan Jasa