hut ri ke 76
Corona-19
SDM Nuklir
SDM Nuklir BATAN
Tomo Graphy
korupsi
kedelai
Radiofarmaka
Anti Narkoba 1
Anti Narkoba 2

(Bandung, 03/11/2021) Situasi pandemi akibat penyebaran virus corona atau lazimnya disebut covid-19 dirasakan oleh sebagian besar negara di dunia. Hal ini mendorong Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset dan Teknologi Nuklir Terapan (PRTNT) - Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) berkolaborasi dengan Universitas Padjajaran (Unpad) dan PT. Tekad Mandiri Citra (TMC) menyelesaikan uji praklinis terhadap IgY yang digadang sebagai vaksin pasif Covid-19.

Sumber data World Health Organization (WHO) per tanggal 2 November 2021 menyebutkan jumlah negara terdampak covid-19 sebanyak 226 negara dan sebanyak 246 juta lebih orang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Untuk menekan pertambahan kasus Covid-19, pemerintah telah melakukan berbagai upaya, salah satunya dengan pemberian vaksin dengan harapan dapat menciptakan kekebalan tubuh atau antibodi terhadap Covid-19.

Sebagai alternatif penanganan Covid-19, antibodi kuning telur ayam, IgY, merupakan antibodi spesifik yang dapat berikatan dengan virus dan mencegah menempelnya virus pada reseptor inang. IgY telah lama diteliti dan diaplikasikan pada diagnostik maupun terapi penyakit di hewan ternak dan juga manusia, bahkan IgY juga diketahui dapat menetralisasi virus SARS.

(Yogyakarta, 13/10/2021) Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) Yogyakarta mewisuda 66 mahasiswanya menjadi Sarjana Terapan Teknik (STr.T). Prosesi wisuda dilaksanakan di Sahid Raya Hotel & Convention, Jl. Babarsari, Depok, Sleman, Yogyakarta, Rabu (13/10).

Mahasiswa yang diwisuda terdiri dari 20 wisudawan program studi Teknokimia Nuklir, 22 wisudawan program studi Elektronika Instrumentasi, dan 24 wisudawan berasal dari program studi Elektro Mekanika.

(Tangsel, 15/09/2021) Majelis Pengukuhan Profesor Riset, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengukuhkan 3 orang pegawai menjadi profesor riset. Pengukuhan ini digelar di Gedung 71, Kawasan Nuklir Serpong, Puspiptek - Tangerang Selatan, Rabu (15/09).

Ketiga profesor riset yang dikukuhkan tersebut yakni Dr. Setyo Purwanto, M.Eng. bidang Fisika Bahan Kondensasi, Dr. Mohammad Dani bidang Material Fungsional, dan Dr. Wisnu Ari Adi bidang Material Fungsional.

(Serpong, 08/09/2021) Keberadaan sumber energi listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) bukan menjadi pesaing dari sumber energi lisstrik yang ada saat ini, namun justru menjadi pelengkap dalam pemenuhan kebutuhan energi listrik nasional. Hal ini dikatakan Plt. Kepala Organisasi Riset Tenaga Nuklir (BATAN), Agus Sumaryanto usai memberi sambutan pada International Conference on Nuclear Energy Technologies and Sciences (ICONETS) di Kawasan Nuklir Serpong, Puspiptek, Tangsel, Rabu (08/09).

Dikatakan Agus, kebutuhan energi listrik terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Semakin tinggi pertumbuhan ekonomi maka kebutuhan akan energi listrik juga meningkat.

Namun perlu disadari bahwa selama ini sumber energi listrik di Indonesia didominasi oleh sumber energi fosil yang dapat meningkatkan emisi karbon. Di sisi lain Indonesia bersama beberapa negara di dunia bertekad untuk mengurangi emisi karbonnya.

Pada tahun 2030, Indonesia akan menurunkan emisi karbon sebesar 1,02 miliar ton atau setara dengan 41%. "PLTN merupakan salah satu pembangkit listrik yang tidak mengeluarkan emisi karbon," kata Agus.


preview


   

Pengadaan Barang dan Jasa