sucofindo
SDM Nuklir
HUT RI
SDM Nuklir BATAN
Tomo Graphy
peresmian gedung radiosiotop
korupsi
kedelai
Radiofarmaka

(Yogyakarta, 01/04/2019) Badan Tenaga Nuklir (BATAN) terus berupaya mendekatkan diri kepada masyarakat. Salah satu upaya tersebut diwujudkan dengan menggelar temu pelanggan oleh Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) dan Pusat Sains dan Teknologi Akseralator (PSTA) di Auditorium STTN, Jl. Babarsari, Yogyakarta, Senin (01/04).

(Jakarta, 29/03/2019). Badan Tenaga Nuklir Nasional berhasil kembangkan teknologi siluman atau teknologi anti deteksi radar berbasis smart magnet dengan memanfaatkan material logam tanah jarang (LTJ). Teknologi anti deteksi radar ini diujicobakan pada kapal Patkamla Sadarin milik TNI Angkatan Laut di Pantai Mutiara, Jakarta, Jumat (29/03).

Peneliti Pusat Sains dan Teknologi Bahan Maju (PSTBM BATAN), Wisnu Ari Adi mengatakan, penelitian cat anti deteksi radar ini merupakan pengembangan dari kemampuan BATAN dalam mengolah pasir monasit menjadi logam tanah jarang (LTJ). Penelitian ini dimulai tahun 2015 dan tahun 2017 telah berhasil dibuat prototype skala pilot berupa cat anti deteksi radar yang telah diaplikasikan pada potongan plat kapal logam dari alumunium dan besi yang tidak dapat dideteksi oleh radar pada frekuensi X-band (8-12 GHz).

(Bandung, 08/03/2019). Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) telah menguasai Teknik Analisis Nuklir (TAN) yang merupakan satu-satunya metode nondestructive yang mampu mendeteksi spesies kimia polutan udara dengan ukuran kurang dari 2,5 mikrometer yang tidak dapat dilakukan oleh metode analisis lainnya. Hal ini disampaikan peneliti senior BATAN, Muhayatun Santoso di ruang kerjanya, Pusat Sains dan Teknologi Nuklir Terapan (PSTNT), Jl. Tamansari, Bandung, Jumat (08/03).

Pencemaran udara saat ini telah menjadi permasalahan serius di setiap kota, karena berdampak buruk pada kesehatan manusia. Menurut data World Health Organization (WHO), tahun 2012, terdapat 2,6 juta kematian di wilayah Pasifik Barat dan Kawasan Asia Tenggara yang disebabkan pencemaran udara.

(Solo, 02/03/2019). Para pengidap penyakit kanker kini dapat bernafas lega, karena rasa sakit yang selama ini dirasakan dapat dikurangi dengan Samarium (Sm) 153 EDTMP, yakni sebuah radiofarmaka yang dihasilkan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR), Rohadi Awaludin pada acara Bincang Sehat di Hotel UNS Inn, Solo, Sabtu (02/03).

preview


   

Pengadaan Barang dan Jasa