Slide item 12
korupsi

Korupsi merupakan kejahatan yang luar biasa yang menjadi penghambat utama tercapainya tujuan pembangunan Nasional. Upaya untuk mensinergikan kegiatan pencegahan korupsi, pelaksanaan reformasi birokrasi, dan peningkatan kualitas pelayanan publik, maka PSTNT menetapkan kebijakan pembangunan Zona Integritas (ZI) dengan mambangun Wilayah Bebas dari Korupsi

reaktor kartini menuju era kemandirian

REAKTOR NUKLIR BANDUNG
Menuju era kemandirian  teknologi nuklir untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat"

Peresmian

Pada tanggal 24 Juni 2000 Megawati Soekarno Putri meresmikan pengoperasikan "Reaktor TRIGA 2000" di Kawasan nuklir Bandung

analisis

Peran Teknis Analisis Nuklir dalam pemantauan kualitas udara di Indonesia

Litbang

Litbang sediaan radioisotop pemancar sinar beta untuk diaplikasikan di bidang kesehatan sebagai prekursor dalam pembuatan radiofarmaka

srikandi

Setelah 52 tahun, ternyata ada wanita-wanita muda yang berprofesi sebagai operator Reaktor Nuklir di Reaktor TRIGA 2000. Mereka lah para penerus cita2 Kartini... Selamat Hari Kartini, 21 April 2017.

Bandung – Humas BRIN. Selain faktor alam, manusia dengan segala aktivitasnya merupakan penyebab terjadinya polusi udara. Munculnya zat pencemar di udara hampir lebih dari 70% disebabkan oleh sektor transportasi, emisi gas buang kendaraan yang buruk karena kurangnya perawatan dan pemakaian bahan bakar yang berkualitas rendah.

Pembakaran bahan bakar fosil dan pembakaran biomassa dengan spektrum penyerapan tergantung pada bahan bakar dan karakteristik pembakaran merupakan sumber dari karbon penyerap cahaya. Kedua sumber ini menghasilkan partikel dengan Absorption Angstrom Exponents (AAE) yang berbeda, yang memungkinkan pemisahannya berdasarkan penyerapan panjang gelombang ganda seperti yang disediakan oleh aethalometer generasi saat ini.

Terkait hal tersebut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Teknologi Deteksi Radiasi dan Analisis Nuklir (PRTDRAN) – Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) di Kawasan Nuklir Bandung (KNB) saat ini tengah melakukan penelitian bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta (DKI Jakarta) dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dalam pemantauan Black Carbon (BC).

Profesor Riset sekaligus Peneliti Ahli Utama PRTDRAN, Muhayatun menjelaskan mengenai pemantauan Black Carbon ini. “Kita dapat menggunakan model aethalometer untuk memisahkan kontribusi massa partikulat pembakaran bahan bakar fosil dan biomassa. Pendekatan ini telah diterapkan dalam banyak penelitian di Eropa dan Amerika Utara, tetapi tidak secara khusus di negara berkembang seperti Indonesia,” jelasnya.

“Kerja sama riset yang dilakukan dalam pemantauan menggunakan AE33 Aethalometer ini akan mampu untuk  menentukan kontribusi  total black carbon yaitu berapa persen yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil dan berapa persen yang berasal dari pembakaran biomassa. Saat ini telah dilakukan pemasangan alat tersebut di lokasi pemantauan AQMS Jakarta-1 yang terletak bundaran HI Jakarta,” tambahnya.

Muhayatun berharap kerjasama riset ini dapat dimanfaatkan untuk merancang kebijakan terkait pencemaran udara, “Untuk mendapat nilai tambah dari pengukuran karbon secara terus menerus, untuk mengkarakterisasi aerosol di Indonesia serta untuk lebih membagi sumbernya yang dapat dimanfaatkan untuk rancangan kebijakan terkait pencemaran udara yang tepat dan sesuai,” harapnya .

Sementara itu Kepala PRTDRAN, Abu Khalid Rivai menyampaikan target penelitian pemantauan Black Carbon ini dalam kerangka pembangunan lingkungan yang bersih dan sehat. “Hasil dari riset bersama kerangka internasional ini yang menggunakan teknologi mutakhir diharapkan dapat digunakan untuk melengkapi parameter pemantauan kualitas udara Jakarta serta kota-kota lainnya di Indonesia sehingga penentuan sumber pencemar bisa lebih komprehensif. Sehingga hal ini dapat menjadi acuan dalam merumuskan kebijakan pengendalian kualitas lingkungan udara khususnya Black Carbon,” ungkapnya.

Pemantauan Black Carbon

Pemantauan yang mulai dilakukan di akhir April 2022 ini menggunakan alat AE33 Aethalometer yang merupakan bentuk kerjasama riset antara PRTDRAN - ORTN dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, dengan dukungan dari ahli kualitas udara dari Rochester University - USA serta ahli Aerosol dari Eropa.

Terkait Black Carbon sendiri, erat hubungannya dengan pencemaran udara karena black carbon mampu menutupi permukaan bumi yang cerah serta memiliki dampak kesehatan yang serius. Penggunaan Aethalometer sebagai instrumen yang digunakan untuk pemantauan dan spesiasi Karbon Hitam secara real-time. Sehingga penggunaan Aethalometer dalam pemantauan Black Carbon dapat dimanfaatkan untuk meneliti terkait kesehatan masyarakat dan kesehatan kerja, perubahan iklim, visibilitas, emisi sumber stasioner, emisi dari Kendaraan dan mesin, modifikasi curah hujan, dampak pada hasil pertanian dan degradasi cagar budaya. Rencananya alat pemantau Black Carbon ini akan dimasang di 2 (dua) kota yaitu di Jakarta dan Serpong - Tangerang Selatan. (kpv/ ed. kg, la)