Slide item 12
korupsi

Korupsi merupakan kejahatan yang luar biasa yang menjadi penghambat utama tercapainya tujuan pembangunan Nasional. Upaya untuk mensinergikan kegiatan pencegahan korupsi, pelaksanaan reformasi birokrasi, dan peningkatan kualitas pelayanan publik, maka PSTNT menetapkan kebijakan pembangunan Zona Integritas (ZI) dengan mambangun Wilayah Bebas dari Korupsi

reaktor kartini menuju era kemandirian

REAKTOR NUKLIR BANDUNG
Menuju era kemandirian  teknologi nuklir untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat"

Peresmian

Pada tanggal 24 Juni 2000 Megawati Soekarno Putri meresmikan pengoperasikan "Reaktor TRIGA 2000" di Kawasan nuklir Bandung

analisis

Peran Teknis Analisis Nuklir dalam pemantauan kualitas udara di Indonesia

Litbang

Litbang sediaan radioisotop pemancar sinar beta untuk diaplikasikan di bidang kesehatan sebagai prekursor dalam pembuatan radiofarmaka

srikandi

Setelah 52 tahun, ternyata ada wanita-wanita muda yang berprofesi sebagai operator Reaktor Nuklir di Reaktor TRIGA 2000. Mereka lah para penerus cita2 Kartini... Selamat Hari Kartini, 21 April 2017.

Bandung – Humas BRIN. Mendengar kata radiasi nuklir terkadang masih menjadi hal yang mengkhawatirkan bagi sebagian masyarakat.  Oleh karena itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) aktif secara rutin memantau radioaktivitas lingkungan di seluruh Kawasan Nuklir, salah satunya di Kawasan Nuklir Bandung (KNB).

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 tahun 1997 tentang Ketenaganukliran dijelaskan bahwa "Setiap kegiatan yang berkaitan dengan pemanfaatan tenaga nuklir wajib memperhatikan keselamatan, keamanan, dan ketenteraman, kesehatan pekerja dan anggota masyarakat, serta perlindungan terhadap lingkungan hidup”. Serta Peraturan Pemerintah Nomor 33 tahun 2007 tentang Keselamatan Radiasi Pengion dan Keamanan Sumber Radioaktif, serta Peraturan Kepala BAPETEN Nomor 6 tahun 2010 tentang Pemantauan Kesehatan untuk Pekerja Radiasi.

Untuk memberikan keselamatan dan ketenteraman bagi masyarakat di sekitar fasilitas nuklir, BRIN melalui Direktorat Pengelolaan Fasilitas Ketenaganukliran (DPFK) melakukan pengukuran radiasi sampel lingkungan sebagai bentuk perlindungan keselamatan masyarakat dan lingkungan, yang terdiri dari kegiatan pengukuran paparan radiasi dan pengukuran radioaktivitas sampel lingkungan di dalam dan di luar kawasan nuklir.

 Metode pengukuran paparan

Pengawas Radiasi Ahli Muda di KNB, Afida Ikawati menjelaskan 3 (tiga) metode yang digunakan untuk kegiatan pengukuran paparan. “BRIN melakukan, pengukuran paparan radiasi pada batas perimeter kawasan, serta pemantauan radioaktivitas sampel lingkungan.” jelasnya.

KNB yang berada di jantung kota Bandung menggunakan metode pengukuran paparan radiasi pada batas perimeter kawasan dilakukan pada 8 (delapan) titik pemantuan di dalam perimeter KNB (radius 100meter dari reaktor) dengan menggunakan surveimeter gamma portabel Georadis RT-30. Periode pemantauan adalah setiap bulan.

Kegiatan pengukuran radioaktivitas udara juga dilakukan dalam rangka pemantauan dan mendeteksi secara dini tingkat kontaminasi udara di dalam KNB. Metode pengukuran dengan cara pengambilan sampel seketika (grab sampling) dengan air sampler portable pada titik pantau di dalam dan luar KNB. 3 (tiga) titik pantau di dalam KNB, yaitu area lapangan parkir mobil, lepasan stack reaktor TRIGA 2000, dan lepasan stack laboratorium. Pengukuran radioaktivitas udara juga dilakukan di luar KNB sebanyak 4 (empat) titik pantau yang menyesuaikan dengan arah angin dominan selama triwulan tersebut.

Pemantauan dilakukan melalui pengambilan sampel udara menggunakan filter kertas yang dipasang pada air sampler Staplex AS-2 atau F&J HV-1E. Selanjutnya pengukuran radioaktivitas sampel filter dilakukan dengan menggunakan alat cacah gross alpha-beta Canberra iSolo.

Kegiatan pemantauan radioaktivitas dilakukan kontinyu setiap tiga bulan (triwulan) pada 5 (lima) radius pantau yaitu 100meter, 200meter, 500meter, 1000meter, dan 2000meter dari stack reaktor. Obyek pemantauan meliputi sampel tanah, rumput, sedimen, air dan udara pada arah angin dominan. Pengambilan sampel dilakukan pada titik yang telah ditentukan, diambil dan dipreparasi dengan metode baku sesuai jenisnya, kemudian analisis menggunakan pencacah gross alpha-beta (kuantitatif) dan spektrometer gamma Canberra (kualitatif).

Hasil Pemantauan Paparan Radiasi

“Dari pengukuran seluruh parameter lingkungan yang dipantau menunjukkan hasil tingkat radioaktivitas masih berada di bawah nilai baku tingkat radioaktivitas lingkungan yang ditetapkan sesuai peraturan. Hal ini membuktikan bahwa pengoperasian instalasi nuklir dan fasilitas radiasi di KNB tidak memberikan dampak signifikan terhadap lingkungan. Hasil pemantauan paparan radiasi ini secara periodik dilaporkan ke BAPETEN.” sambung Afida.

Mengutip Peraturan Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir Nomor 4 Tahun 2013 tentang Proteksi dan Keselamatan Radiasi dalam Pemanfaatan Tenaga Nuklir, nilai batas dosis effektif yang dapat diterima anggota masyarakat maksimal 1mSv (satu milisievert) pertahun.

Plt. Direktur Pengelolaan Fasilitas Ketenaganukliran, Muhammad Subekti menambahkan tujuan pemantauan paparan radiasi dan pengukuran radioaktivitas sampel lingkungan di dalam dan di luar KNB. “Kegiatan ini merupakan upaya untuk memantau dan mengelola lingkungan hidup secara terus menerus untuk menjamin keselamatan dan memberikan ketenteraman masyarakat dan lingkungan sekitar kawasan nuklir”. tutupnya. (kpv/ ed. kg)