Slide item 12
korupsi

Korupsi merupakan kejahatan yang luar biasa yang menjadi penghambat utama tercapainya tujuan pembangunan Nasional. Upaya untuk mensinergikan kegiatan pencegahan korupsi, pelaksanaan reformasi birokrasi, dan peningkatan kualitas pelayanan publik, maka PSTNT menetapkan kebijakan pembangunan Zona Integritas (ZI) dengan mambangun Wilayah Bebas dari Korupsi

reaktor kartini menuju era kemandirian

REAKTOR NUKLIR BANDUNG
Menuju era kemandirian  teknologi nuklir untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat"

Peresmian

Pada tanggal 24 Juni 2000 Megawati Soekarno Putri meresmikan pengoperasikan "Reaktor TRIGA 2000" di Kawasan nuklir Bandung

analisis

Peran Teknis Analisis Nuklir dalam pemantauan kualitas udara di Indonesia

Litbang

Litbang sediaan radioisotop pemancar sinar beta untuk diaplikasikan di bidang kesehatan sebagai prekursor dalam pembuatan radiofarmaka

srikandi

Setelah 52 tahun, ternyata ada wanita-wanita muda yang berprofesi sebagai operator Reaktor Nuklir di Reaktor TRIGA 2000. Mereka lah para penerus cita2 Kartini... Selamat Hari Kartini, 21 April 2017.

Bandung - Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN), terus mengembangkan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) nuklir, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu pengembangan yang sedang dilakukan selama 2 tahun terakhir, yaitu pengembangan produksi sumber tertutup radioisotop Scandium-46, oleh Pusat Riset Teknologi Radioisotop, Radiofarmaka dan Biodosimetri (PRTRRB) ORTN BRIN. Pengembangan ini dilakukan untuk untuk dijadikan sumber tertutup radioaktif (radioactive sealed source) di bidang industri, atau titik pemeriksaan sumber radiasi (radiation source check point) alat deteksi radiasi, seperti Sistem Pemantauan Radiasi (SPR).  

Sistem Pemantauan Radiasi

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia harus mampu menjaga kedaulatan negara. Salah satunya mencegah masuknya zat radioaktif ke Indonesia yang mengancam keselamatan dan keamanan.

Oleh karena itu, dirasa sangat perlu untuk memasang alat berupa SPR di titik-titik pemeriksaan di pelabuhan, bandar udara, kantor bea cukai, kantor pos antarnegara, dan pintu masuk-keluar fasilitas nuklir. Hal ini penting untuk mendeteksi kemungkinan penyimpangan penggunaan dan perdagangan gelap bahan yang mengandung zat radioaktif.

SPR bersifat paten dan tidak dapat dipindah-pindah (non-portable), harus dikalibrasi atau check point menggunakan sumber radiasi seperti Cobalt-60.

Peneliti Ahli Utama PRTRRB BRIN, Duyeh Setiawan menjelaskan, adanya kesulitan pengadaan sumber radiasi dikarenakan semua reaktor nuklir di Indonesia tidak dapat memproduksi Cobalt, dan jika impor harganya sangat mahal.

“Selain kesulitan pengadaannya, waktu paro Cobalt-60 juga menimbulkan masalah pada proses penyimpanan, serta limbah radioaktif dari Cobalt-60 sendiri tidak dapat diolah kembali,” jelas Duyeh.

Melihat permasalahan tersebut, maka perlu dicarikan sumber radioisotop lain yang dapat dijadikan sumber radiasi yang memiliki energi setara dengan Cobalt-60. Sumber yang akan digunakan sebagai pengganti Cobalt-60 adalah Scandium-46.

“Radioisotop Scandium-46 merupakan radioisotop pemancar gamma dengan energi 889 keV (98%) dan 1128 keV (99%) dengan waktu paro selama 83,79 hari. Sifat radiasi energi gamma dari Scandium-46 mendekati dan analog sifat energi gamma dari Cobalt-60 (1173 keV dan 1332 keV), sehingga secara teoritis Scandium-46 dapat digunakan sebagai substituen dari Cobalt-60 sebagai standar radioacative sealed source," tambah Duyeh.

Proses iradiasi target (Sc2O3) untuk memperoleh radioisotop Scandium-46 dilakukan di Reaktor TRIGA 2000 Bandung selama 3 hari. Proses ini berlangsung pada fluks neutron > 1013 n/cm2/s yang mana target iradiasi ditentukan melalui serangkaian perhitungan, sehingga bisa mendapatkan aktivitas radioaktif Scandium-46.

Mandiri Radioisotop untuk Dukung Industri Nuklir

Duyeh berharap penelitian ini dapat bermanfaat di dunia industri, dan Scandium-46 dapat menggantikan Cobalt-60 dalam skala yang lebih besar, seperti gamma scaning atau gauging level di industri petrokimia.

“Hal ini agar Indonesia dapat mandiri di bidang radioisotop dan tidak perlu impor sumber radioisotop lagi,” harapnya.

Penelitian ini sesuai dengan arah yang sedang digalakkan BRIN, yakni penelitian yang menghasilkan produk inovatif, dan dapat menjawab kebutuhan masyarakat, sehingga dapat mendukung industri nuklir di Indonesia. Jika hasil Scandium-46 ini nanti teruji dapat menggantikan Cobalt-60, maka temuan ini adalah sumbangsih besar BRIN bagi iptek nuklir di seluruh dunia.

Sementara itu, Plt. Kepala PRTRRB BRIN, Tita Puspitasari mengaku optimis akan keberhasilan penelitian ini, karena tim penelitian yang terlibat di dalamnya adalah orang-orang yang sudah sangat ahli dalam melakukan penelitian di bidang radioisotop.

“Penelitian di bidang radioisotop dari PRTRRB sudah banyak menghasilkan pengembangan radioisotop-radioisotop lain, yaitu Iodium-131, Ortoiodohipuran-131, Butilbromida-82, dsb, yang sudah diaplikasikan di bidang kedokteran nuklir dan industri. Semoga hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan secara luas,” harap Tita.

Penelitian pengembangan produksi sumber tertutup radioisotop Scandium-46 ini mendapatkan insentif Program Pengembangan Teknologi Industri, Kementerian Riset dan Teknologi, di Bidang Riset: Teknologi Pertahanan dan Keamanan, pada tahun 2020 -2021. (kvp/ ed: kg, as, tnt)