Slide item 12
korupsi

Korupsi merupakan kejahatan yang luar biasa yang menjadi penghambat utama tercapainya tujuan pembangunan Nasional. Upaya untuk mensinergikan kegiatan pencegahan korupsi, pelaksanaan reformasi birokrasi, dan peningkatan kualitas pelayanan publik, maka PSTNT menetapkan kebijakan pembangunan Zona Integritas (ZI) dengan mambangun Wilayah Bebas dari Korupsi

reaktor kartini menuju era kemandirian

REAKTOR NUKLIR BANDUNG
Menuju era kemandirian  teknologi nuklir untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat"

Peresmian

Pada tanggal 24 Juni 2000 Megawati Soekarno Putri meresmikan pengoperasikan "Reaktor TRIGA 2000" di Kawasan nuklir Bandung

analisis

Peran Teknis Analisis Nuklir dalam pemantauan kualitas udara di Indonesia

Litbang

Litbang sediaan radioisotop pemancar sinar beta untuk diaplikasikan di bidang kesehatan sebagai prekursor dalam pembuatan radiofarmaka

srikandi

Setelah 52 tahun, ternyata ada wanita-wanita muda yang berprofesi sebagai operator Reaktor Nuklir di Reaktor TRIGA 2000. Mereka lah para penerus cita2 Kartini... Selamat Hari Kartini, 21 April 2017.

Bandung - Humas BRIN, Kanker paru merupakan jenis kanker paling sering muncul dan penyebab kematian tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia. Jumlah kematian akibat kanker paru meningkat hingga 18 persen pada 2020. Data dari Global cancer statistics (Globocan) 2020 mencatat bahwa kematian karena kanker paru di Indonesia meningkat menjadi 30.843 orang dengan kasus baru mencapai 34.783 kasus. Kanker paru-paru merupakan penyakit mematikan di dunia setelah kanker payudara dengan prevalensi mencapai 11,4 persen. Berbagai upaya preventif dan kuratif telah diusahakan untuk menekan pertumbuhan penyakit kanker paru.

Badan Riset dan Inovasi Nasional, melalui Pusat Riset dan Teknologi Nuklir Terapan (PRTNT) - Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) bekerja sama dengan Laboratorium Sentral Universitas Padjajaran sebagai mitra riset, saat ini tengah melakukan penelitian terapi kanker paru menggunakan nanopartikel hidroksiapatit-zirkonium (Zr Dopped HAp) berbasis bahan lokal Indonesia untuk terapi fotodinamik kanker paru.

Isa Mahendra, merupakan salah satu peneliti yang mengembangkan penelitian ini bersama timnya. “Salah satu teknik yang menjanjikan dan mulai dikembangkan untuk terapi kanker paru adalah teknik terapi fotodinamik (photodynamic therapy) menggunakan senyawa sensitif cahaya (photosensitizer). Photosensitizer akan terakumulasi pada kanker paru, dan apabila terkena sinar gamma maupun sinar-x yang dapat berasal dari mesin linear accelerator (Linac) maka akan membangkitkan reactive oxygen species yang diaharapkan mampu menghancurkan sel kanker dengan efektif.” ungkapnya pada hari Jumat, 28 Januari 2022.

Isa menjelaskan bahan lokal yang digunakan dalam penelitian ini. “Untuk HAp berasal dari disintesis tulang sapi sedangkan zirkonium disintesis dari pasir zircon. Tulang sapi digunakan karena banyaknya limbah tulang sapi yang sebenarnya bisa dimanfaatkan sebagai sumber hidroksiapatit yang merupakan salah satu penyusun tulang, sedangkan untuk bahan zircon kami memanfaatkan kelimpahan pasir zirkon di Indonesia.” jelasnya.

Nanopartikel HAp-Zr yang berhasil disintesis dengan ukuran tertentu selanjutnya diuji ke sel kanker paru dan hasilnya menunjukkan adanya potensi toksisitas terhadap sel kanker paru dengan akumulasi yang tinggi di sel kanker paru daripada sel paru-paru normal. Periset kami telah melakukan pengujian ke hewan normal, dan hasilnya memperlihatkan adanya akumulasi pada organ paru-paru, limpa dan hati. Sehingga dapat diambil kesimpulan sediaan nano HAp-Zr berpotensi untuk menjadi kandidat photosensitizer untuk terapi kanker paru.” ungkapnya.

Penelitian ini merupakan penelitian jangka 3 (tiga) tahun, dimana pada target tahun kedua ini adalah untuk melihat keamanan dan distribusi organ pada hewan normal (hewan yang belum memiliki sel kanker). Ditargetkan, tahun ketiga akan melakukan pengujian nanopartikel Hap-Zr pada hewan model kanker paru. “Apabila mendapatkan pendanaan, harapannya bisa masuk ke uji klinis, apabila berhasil, sekitar 2-3 tahun kedepan diharapkan sudah dapat diaplikasikan untuk penanganan terapi kanker paru di Indonesia.” harapnya.

“Kami berharap agar dapat berkontribusi dalam penanggulangan penyakit kanker khususnya kanker paru-paru di Indonesia,” pungkas Dani Gustaman, Ketua Periset Penelitian PRTNT. (kpv/ed.isa,kg)