WBK

Penyimpangan? Awasi, Amati, Laporkan

Jangan tunda, Lapor jika anda mengetahui Korupsi, Gratifikasi, Fraud dan Pelanggaran Kode Etik. Laporkan ke inspektorat@batan.go.id

Portal SIMLIN

Sistem Informasi Manajemen Litbangyasa Iptek Nuklir, Layanan aplikasi Online untuk pegawai BATAN...

Selengkapnya...

Jurnal Atom Indonesia

WINNERS OF "ATOM INDONESIA BEST PAPER AWARD 2014"

ATOM INDONESIA is one of the most highly reputed scientific journals in Indonesia. It is an open access international peer - reviewed journal...

Selengkapnya...
gedung 90

Gedung Manajemen

Selengkapnya...

(Jakarta, 25/05/2021), BATAN dengan resmi meluncurkan dibentuknya Computer Security Incident Response Team (CSIRT). “Pembentukan BATAN - CSIRT membutuhkan waktu yang cukup lama, tidak serta merta satu dua bulan jadi. Ini bahkan sudah diinisiasi sejak tahun 2019, pembentukan BATAN -  CSIRT ini membutuhkan waktu selama 2 tahun. Semua diawali ketika Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melakukan asistensi di BATAN untuk keamanan informasi, kemudian dengan pertimbangan dan concern atas keamanan data informasi maka setelah melewati diskusi, advokasi dengan BSSN akhirnya disepakati untuk dibentuk CSIRT,” ungkap Budi Prasetyo, Plt. Kepala Pusat Pendayagunaan Informatika Dan Kawasan Strategis Nuklir (PPIKSN) BATAN.

“CSIRT merupakan program nasional BSSN untuk mendorong Instansi/Lembaga/Kementerian/LPNK/Pemda untuk mempunyai semacam organisasi atau kelompok CSIRT sebagai wadah penanganan insiden di bidang Teknologi Informasi,” tambahnya.

Letnan Jenderal TNI (Purn) Hinsa Siburian, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara, menjelaskan bahwa CSIRT merupakan salah satu bagian dari unsur keamanan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik yang sedang digalakan pemerintah. CSIRT memberikan penjaminan kerahasiaan, keutuhan, dan ketersediaan data dan informasi. “Peran CSIRT disini adalah sebagai penyediaan pemulihan dari insiden keamanan siber," jelasnya.

“CSIRT yang kita bangun di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) terhubung langsung dengan Nasional CSIRT yang ada di BSSN, jadi kalau terjadi gangguan di BATAN bisa diatasi langsung oleh BATAN CSIRT. Jika tidak, maka dapat langsung berkomunikasi dengan CSIRT yang diatasnya atau maupun dengan BSSN langsung. BSSN juga menyiapkan tenaga kalau keadaan mendesak kita sanggup untuk mengirim petugas ke BATAN untuk mengatasi masalah tersebut,” ungkap Hinsa.

Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan, dalam sambutannya berpesan, kita harus terus membangun awareness, kesadaran kita bersama bahwa keamanan siber, keamanan sistem Komputer kita merupakan suatu yang harus menjadi kepedulian dari kita semua, kepedulian dari semua pegawai.

Karena dalam menjalankan kegiatan saat ini BATAN banyak menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk memperlancar dan mempercepat kegiatan, ini sejalan dengan apa yang sering kita dengar mengenai industri 4.0 yang berbasis pada teknologi digital. (SET)