Slide item 1

Logam Tanah Jarang Harta Terpendam di Bangka Belitung

Hasil evaluasi terhadap aspek calon tapak PLTN merekomendasikan bisa dibangun 6 unit di Bangka Barat dan 4 unit di Bangka Selatan .....

Selengkapnya...
Slide item 2

Diskusi Ilmiah Tentang Keterdapatan U dan Th di Daerah Mamuju Sulawesi Barat

PPGN melihat Mamuju sebagai suatu kabar yang sangat menggembirakan karena menambah daerah prospek uranium dan thorium yang layak untuk dikembangkan .....

Selengkapnya...
Slide item 3

Diskusi Tektonik dan Mineralisasi U di Kalan

Diskusi ini selain bertujuan untuk membahas beberapa isu penting terkait geologi Kalan juga dimaksudkan sebagai bagian dari proses knowledge management yang penting bagi organisasi dan bermanfaat untuk para geolog muda .....

Selengkapnya...
Slide item 4

Pengembangan dan Pemanfaatan Logam Tanah Jarang (LTJ) untuk Kemandirian Bangsa

Focus Group Discussion “Pengembangan dan Pemanfaatan Logam Tanah Jarang (LTJ) untuk Kemandirian Bangsa” Kedeputian Relevansi dan Produktivitas Iptek .....

Selengkapnya...

2017

Dalam meningkatkan kegiatan penelitian dan pengembangan serta hubungan antar lembaga/institusi, akademisi dan industri, realisasi kerja sama sampai dengan Triwulan I 2017, PTBGN telah menjalin hubungan kerjasama penelitian dan pengembangan antara lain dengan:

  • Surat Perjanjian Kerja Sama antara PT Timah (Persero) Tbk Dan Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional merupakan bentuk kerjasama teknik berjudul “Pemanfaatan Bahan Monasit Pada Pilot Plant Pemisahan Uranium, Thorium Dan Logam Tanah Jarang Di Batan” bermaksud melakukan kerja sama secara saling menguntungkan dengan tujuan untuk optimasi dan meningkatkan kesiapan teknologi proses pengolahan bahan monasit menjadi RE(OH)3.

Selain dengan PT. Timah (Persero) Tbk. dalam bidang lain Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional juga melakukan kerjasama dengan:

  • Kementerian Ristek
  • BPPT
  • LIPI
  • BAPETEN
  • PT. Bakrie Tosanjaya

2018

Dalam meningkatkan kegiatan penelitian dan pengembangan serta hubungan antar lembaga/institusi, akademisi dan industri, realisasi kerja sama sampai dengan tahun 2018, PTBGN telah menjalin hubungan kerjasama penelitian dan pengembangan antara lain dengan :

  • Kerjasama antara PTBGN dan Akprind

Perjanjian Kerja Sama antara Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir, BATAN dan Fakultas Teknologi Mineral-Institut Sains & Teknologi AKPRINDO Yogyakarta pada tanggal 16 Maret 2018, tentang Pendidikan, Penelitian, Pengembangan kepada Masyarakat dalam Bidang Teknologi Bahan Gakian Nuklir

  • Kerjasama antara PTBGN dan STTNAS

Perjanjian Kerja Sama antara Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir, BATAN dan Sekolah Tinggi Teknologi Nasional, Yogyakarta pada tanggal 16 Maret 2018, tentang Pendidikan, Penelitian, Pengembangan kepada Masyarakat dalam Bidang Teknologi Bahan Gakian Nuklir

  • Kerjasama antara PTBGN dan P3GL

Perjanjian Kerja Sama antara Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir, BATAN Dan Pusat Penelitian Dan Pengembangan Geologi Kelautan, Badan Penelitian Dan Pengembangan Energi Sumber Daya Mineral, Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral pada tanggal 19 April 2018, tentang  Inventarisasi Dan Penelitian Unsur Dan Logam Tanah Jarang Serta Mineral Radioaktif Di Kawasan Pesisir dan Laut.

  • Kerjasama antara PTBGN dan PT.Timah

Perjanjian Kerja Sama antara Pusat Teknologi Bahan galian Nuklir-BATAN antara PT.Timah Tbk tentang Kegiatan Eksplorasi untuk Penemuan Sumber Daya Uranium (U), Thorium (th) dan Rare-Earth (RE) Nomor: B.127/BATAN/BGN/KS00 01/04/2018 dan Nomor : 190/Tbk/SP-200/ 18-S11.4  tanggal 17 April 2018. Kegiatan meliputi : FDG updating peta sumber daya dan cadangan mineral radioaktif dan mineral logam tanah jarang, Penelitian potensi mineral radioaktif dan mineral logam tanah jarang di daerah Mamuju, Sulawesi Barat dan wilayah Indonesia lainnya, Penelitian Geologi endapan dan mineral logam tanah jarang di daerah Mamuju, Sulawesi Barat dan wilayah Indonesia lainnya. Perjanjian Kerja Sama ini berlaku untuk jangka waktu 1 (satu) tahun, dan akan dapat diperpanjang kembali dengan persetujuan kedua belah pihak.