Slide Hut RI 76
Slide item 10
Slide item 11
Slide item 12
Slide item 13
Slide item 14
Slide item 15
Slide item 16
Slide item 17
Slide item 18
Slide item 19
Slide lapor go id
Slide PZI PTLR
Slide Survey Persepsi
Slide WBS
Slide PLRA1

PTLR-BATAN Menerima Pengelolaan Limbah Radioaktif dari Seluruh Indonesia

Di Indonesia zat radioaktif dimanfaatkan khususnya oleh industri dan rumah sakit. .....

Selengkapnya...
Slide iPLRA2

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam Pengelolaan Limbah Radioaktif

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam kegiatan fasilitas nuklir di Serpong .....

Selengkapnya...
Slide iPLRA3

Tugas dan Tanggung Jawab Pengelolaan Limbah Radioaktif di Indonesia adalah PTLR-BATAN

Dalam UU No.10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran, bahwa Pengelolaan Limbah Radioaktif dilaksanakan oleh Badan Pelaksana .....

Selengkapnya...
Info PKL

Serpong – Humas BRIN. Pengelolaan limbah radioaktif, limbah bahan nuklir, dan limbah B3 adalah salah satu kegiatan yang dilakukan di Direktorat Pengelolaan Fasilitas Ketenaganukliran (DPFK) – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Diperlukan koordinasi rutin setiap tahun untuk perencanaan, persiapan, dan pertanggungjawaban pengelolaan limbah yang dilakukan. Untuk itu DPFK mengadakan rapat koordinasi pengelolaan limbah radioaktif, limbah bahan nuklir, dan limbah B3 Tahun 2022 yang diadakan secara hybrid pada Rabu (25/05).

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur PFK, Muhammad Subekti menyampaikan bahwa DPFK telah menerima laporan progress data limbah yang berasal dari Kawasan Nuklir Bandung, Kawasan Nuklir Yogyakarta, Kawasan Nuklir Pasar Jumat dan Kawasan Nuklir Serpong.

“Terima kasih atas bantuan kiriman data dari Kawasan Nuklir Yogya, Bandung, Pasar Jumat, dan juga Serpong yang sudah masuk ke DPFK. Mungkin masih terdapat beberapa data terkait limbah yang belum tersedia. Kita akan fokuskan dan selesaikan dulu dengan data yang sudah ada, sehingga bisa menjadi dasar untuk pengelolaan limbah kedepannya,” kata Subekti.

Menurut Subekti fokus utama sekarang adalah menyelesaikan limbah-limbah besar yang datanya telah terkumpul. “Data ini juga bisa dijadikan pola terhadap penerimaan limbah dari tahun ke tahun sehingga bisa menjadi dasar atau basis pengembangan pengelolaan infrastruktur limbah di masa yang akan datang, termasuk perencanaan penambahan bangunan dan sebagainya,” jelasnya.

Subekti juga menyampaikan informasi tentang inspeksi dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) terkait perpanjangan izin fasilitas pengelolaan limbah di DPFK. “Dari BAPETEN sudah melaksanakan inspeksi keselamatan lingkungan maupun instalasi yang terkait juga dengan rencana perpanjangan izin Instalasi Pengelolaan Limbah Radioaktif. Prosesnya sedang dikejar sampai September 2022. Mudah-mudahan segera mendapatkan izin karena terkait dengan undang-undang pelaksana ketenaganukliran,” ungkap Subekti.

Disampaikan juga oleh Subekti bahwa dalam waktu dekat DPFK akan menerima kunjungan verifikasi dari United States Department of Energy (USDOE). “Hal ini juga akan sangat menentukan apakah kita memenuhi kualifikasi sebagai negara yang bisa dipercaya menangani zat radioaktif atau sumber nuklir,” ujarnya.   

Subekti berharap melalui rakor ini bisa mendapatkan gambaran yang lebih luas, detail dan akurat terkait data pengelolaan limbah serta memperoleh pendapat dan masukan yang sangat diperlukan dalam penanganan dan pengelolaan limbah di DPFK.

Pada kesempatan ini Pranata Nuklir Ahli Utama - DPFK, Suryantoro menyampaikan laporan kegiatan penanganan dan pengelolaan limbah hingga saat ini. “Berdasar data penerimaan limbah dari tahun 2014 sampai April 2022, untuk limbah cair pernah mecapai puncak penerimaan di tahun 2019, namun di tahun 2020 menurun yang diakibatkan oleh adanya pandemi Covid-19. Kemudian di tahun 2021 kembali turun karena adanya perubahan sistem di RSG-GAS,” jelas Suryantoro.

“Untuk limbah padat ada peningkatan di tahun 2019 karena ada CFM yang kontaminan Cesium dari industry. Kemudian ditahun 2020 meningkat lagi karena adanya CSI Batan Indah dan kemudian turun kembali di tahun 2021,” lanjutnya.

Suryantoro juga menyampaikan kegiatan pengolahan limbah yang sudah dilakukan di tahun 2021 yaitu imobilisasi shell sebanyak 6 buah, kompaksi sebanyak 71 buah yang didalamnya terdapat 208 drum, dan proses penukar ion sebanyak 80.000 liter. Sedangkan di tahun 2022 sejauh ini (hingga April 2022, red.) proses penukar ion sudah sebanyak 50.000 liter. Sementara itu untuk insenerasi dari tahun 2021 hingga tahun ini tidak dilakukan. (yrt,RA/ed.my)







LAPORKAN GRATIFIKASI, SUAP, KORUPSI MELALUI ANDROID





Statistik Pengunjung

Live Visitors Counter

Hubungi Kami

Pusat Teknologi Limbah Radioaktif - Badan Tenaga Nuklir Nasional

Gedung 50 Kawasan PUSPIPTEK Serpong Tangerang Selatan 15310 INDONESIA

Telp. (021) 7563142 , Fax. (021)7560927

website: www.batan.go.id/ptlr

email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. 

atau Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.