Slide Hut RI 76
Slide item 10
Slide item 11
Slide item 12
Slide item 13
Slide item 14
Slide item 15
Slide item 16
Slide item 17
Slide item 18
Slide item 19
Slide lapor go id
Slide PZI PTLR
Slide Survey Persepsi
Slide WBS
Slide PLRA1

PTLR-BATAN Menerima Pengelolaan Limbah Radioaktif dari Seluruh Indonesia

Di Indonesia zat radioaktif dimanfaatkan khususnya oleh industri dan rumah sakit. .....

Selengkapnya...
Slide iPLRA2

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam Pengelolaan Limbah Radioaktif

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam kegiatan fasilitas nuklir di Serpong .....

Selengkapnya...
Slide iPLRA3

Tugas dan Tanggung Jawab Pengelolaan Limbah Radioaktif di Indonesia adalah PTLR-BATAN

Dalam UU No.10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran, bahwa Pengelolaan Limbah Radioaktif dilaksanakan oleh Badan Pelaksana .....

Selengkapnya...
Info PKL

 

(Tangerang Selatan, 3 September 2021) Pengalaman panjang PTLR dalam meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada tahun 2017 dilanjutkan meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada tahun 2018, menarik satuan kerja di instansi lain untuk menimba ilmu ke PTLR. Salah satu yang tertarik adalah Pusat Laboratorium Narkotika, Badan Narkotika Nasional (BNN) yang tahun ini sedang berjuang meraih predikat WBBM setelah sebelumnya mendapatkan predikat WBK pada tahun 2019 dan gagal meraih predikat WBBM pada tahun 2020.  Tekad tersebut diwujudkan Pusat Laboratorium Narkotika BNN dengan menggelar acara Monitoring dan Evaluasi Zona Integritas terkait Persiapan Menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). 

Sebelum menggelar acara tersebut, Pusat Laboratorium BNN sebelumnya telah berkunjung ke PTLR pada tanggal 12 April 2021 dalam rangka study banding untuk menambah pengetahuan dan wawasan guna meningkatkan pemahaman sebagai bekal Tim Pembangunan Zona Integritas (PZI). Pada acara Monitoring dan Evaluasi Zona Integritas terkait Persiapan Menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) ini, dua narasumber dari PTLR yaitu Kepala PTLR, Sumarbagiono, dan Koordinator Unit Jaminan Mutu, Zulfiyandi diundang untuk memaparkan pengalaman dalam meraih predikat WBBM. 

Kepala PTLR menyampaikan presentasi berisi pengalaman dalam meraih WBK/WBBM. Diceritakan bahwa PTLR gagal meraih WBK  di 2 tahun pertama dan kemudian mampu meraih WBK pada tahun ketiga (2017). Kegagalan pada 2 tahun pertama disebabkan oleh pelayanan publik belum baik, Indeks Persepsi Anti Korupsi (IPAK) masih rendah, komitmen manajemen & pegawai rendah, tidak ada inovasi (baru fokus ke perubahan mindset/perilaku). Kemudian dilakukan upaya-upaya perbaikan sehingga pada tahun 2017, PTLR berhasil meraih predikat WBK dengan kondisi Indeks Persepsi Anti Korupsi terpenuhi, terjadi perubahan mindset dan budaya kerja, Indeks Pelayanan Publik > 3,4  dan telah memiliki inovasi yang berdampak besar bagi pelayanan publik. 

Selanjutnya dibeberkan mengenai upaya untuk memperoleh predikat WBBM yaitu dengan menerapkan 4 kunci. Kunci yang dimaksud adalah belajar dari kegagalan, komitmen, inovasi dan perubahan. Akhirnya pada tahun 2018, PTLR berhasil meraih predikat WBBM. Pada akhir pemaparan, Kepala PTLR berpesan bahwa yang tidak kalah penting adalah mempertahankan predikat WBBM. Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, unit kerja yang telah meraih predikat WBK/WBBM akan dievaluasi secara berkala terkait dengan predikat yang telah didapatkan untuk memastikan bahwa predikat tersebut masih layak untuk unit kerja tersebut. Caranya adalah  dengan mempertahankan capaian WBK/WBBM, peningkatan pemahaman pegawai atas pelaksanaan Pembangunan Zona Integritas di unit kerja,  dan melakukan pembinaan untuk unit kerja/instansi lain yang sedang menuju WBK/WBBM.

Narasumber kedua, Zulfiyandi memaparkan materi yang lebih teknis yaitu Persiapan Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBBM. Awalnya dimulai dengan menjelaskan tahapan penilaian PZI yang semuanya berjumlah 6 tahap. Pusat Laboratorium Narkotika BNN pada saat ini sedang berada pada tahap 2. Dengan rinci narasumber menjelaskan apa saja aspek yang dinilai di setiap tahapan dan berapa kecukupan nilai agar bisa lolos ke tahap selanjutnya. Pengalaman yang dilalui PTLR dalam setiap tahapan tidak lupa dibagikan ke peserta serta tips-tips yang bisa dilakukan oleh Tim PZI Pusat Laboratorium Narkotika BNN agar jalan menuju WBBM mulus.

Agenda selanjutnya  adalah Sharing Session, kesempatan ini digunakan oleh anggota Tim PZI Pusat Laboratorium Narkotika BNN untuk menyampaikan kondisi dan permasalahan terkait PZI serta minta arahan dan saran dari kedua narasumber. (irsan)







LAPORKAN GRATIFIKASI, SUAP, KORUPSI MELALUI ANDROID





Statistik Pengunjung

Live Visitors Counter

Hubungi Kami

Pusat Teknologi Limbah Radioaktif - Badan Tenaga Nuklir Nasional

Gedung 50 Kawasan PUSPIPTEK Serpong Tangerang Selatan 15310 INDONESIA

Telp. (021) 7563142 , Fax. (021)7560927

website: www.batan.go.id/ptlr

email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. 

atau Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.