Slide item 1

PTLR-BATAN Menerima Pengelolaan Limbah Radioaktif dari Seluruh Indonesia

Di Indonesia zat radioaktif dimanfaatkan khususnya oleh industri dan rumah sakit. .....

Selengkapnya...
Slide item 2

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam Pengelolaan Limbah Radioaktif

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam kegiatan fasilitas nuklir di Serpong .....

Selengkapnya...
Slide item 3

Tugas dan Tanggung Jawab Pengelolaan Limbah Radioaktif di Indonesia adalah PTLR-BATAN

Dalam UU No.10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran, bahwa Pengelolaan Limbah Radioaktif dilaksanakan oleh Badan Pelaksana .....

Selengkapnya...
Slide WBS

(Serpong, 2 April 2019). Melihat kisah sukses Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) - Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dalam meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada tahun 2018, Tim WBBM dari Balai Teknologi Polimer (BTP) - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melakukan study banding dengan berkunjung ke PTLR-BATAN di Kawasan Nuklir Serpong pada Selasa (02/04).

Ketua Tim WBBM BTP-BPPT, Diadjeng Laraswati menyampaikan bahwa Timnya bermaksud melakukan study banding mengenai persiapan pembangunan zona integritas agar BTP-BPPT dapat menjadi WBBM. “Semoga kami dapat menimba ilmu, apa rahasianya, dalam waktu satu tahun Pusat Teknologi Limbah Radioaktif BATAN ini bisa menjadi WBBM,” kata Diadjeng.

Kepala Bidang Teknologi Pengolahan dan Penyimpanan Limbah, R. Sumarbagiono, mewakili Kepala PTLR-BATAN menyampaikan terimakasih dan merasa senang menerima kunjungan study banding dari BPT-BPPT. “Kalau tadi disampaikan bagaimana PTLR-BATAN dapat mencapai WBBM dalam satu tahun, sebenarnya sebelum ini PTLR telah melalui proses panjang yang tidak mudah,” ujar Sumarbagiono. “Semoga pertemuan ini banyak memberikan manfaat, baik bagi BPT-BPPT maupun bagi PTLR-BATAN yang harus mempertahankan status WBBM, dimana tentunya mempertahankan akan lebih sulit dibandingkan dengan pada saat meraihnya,” lanjut Sumarbagiono.

Sementara itu Zulfiyandi, Kepala Unit Jaminan Mutu-PTLR  sebagai motor penggerak dalam proses pembangunan zona integritas PTLR-BATAN menuju WBBM, dalam kesempatan ini berbagi pengalaman dan pengetahuannya bagaimana akhirnya pada tahun 2018 PTLR-BATAN dapat meraih predikat WBBM. “Diawali pada tahun 2015, tanpa bekal pengetahuan apa itu WBK, apa itu WBBM, disertai ketidaknyamanan tanggapan lingkungan, namun juga adanya kepedulian dan semangat dari berbagai pihak, tahun 2017 PTLR berhasil mencapai WBK dan kemudian pada tahun 2018 WBBM,” ujar Zulfiyandi. “Siap mental menerima resiko tanggapan negatif dari lingkungan kerja yang merasa “zona nyaman”nya terganggu, menjadi kunci keberhasilan,” lanjut Zulfiyandi.

Selanjutnya sebagai bahan diskusi Zulfiyandi menyampaikan tentang program Reformasi Birokrasi (RB) yang dilaksanakan di PTLR-BATAN yang mana telah menjadi dasar langkah pembangunan zona integritas di PTLR-BATAN. Dalam hal ini Zulfiyandi menekankan pentingnya membangun mental atau perilaku aparatur, dimana perilaku aparatur merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan RB. “Perubahan mental aparatur ke arah yang lebih baik harus dilakukan di semua lini, tanpa kecuali, termasuk pimpinan. Keberanian pimpinan untuk berubah dan merubah menjadi faktor kunci keberhasilan,” pungkasnya. (mirah)

LAPORKAN GRATIFIKASI, SUAP, KORUPSI MELALUI ANDROID



Portal Sistem Informasi



Layanan Limbah Radioaktif



Statistik Pengunjung

Live Visitors Counter

Hubungi Kami

Pusat Teknologi Limbah Radioaktif - Badan Tenaga Nuklir Nasional

Gedung 50 Kawasan PUSPIPTEK Serpong Tangerang Selatan 15310 INDONESIA

Telp. (021) 7563142 , Fax. (021)7560927

website: www.batan.go.id/ptlr

email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. 

atau Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.