RDE_60thn_BATAN
SENTEN-2018
PTKRN Full Team

Serpong – Humas BRIN. Energi nuklir sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) merupakan salah satu energi baru yang ramah lingkungan, beremisi rendah, dan dinilai mampu memenuhi kebutuhan listrik yang semakin meningkat. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) terus melakukan riset dan pengembangan teknologi nuklir untuk PLTN.

Molten Salt Reactors atau yang dikenal dengan MSR, merupakan salah satu jenis PLTN yang dinilai aman dan ekonomis untuk dapat diterapkan di Indonesia. Plt. Kepala Pusat Riset Teknologi Reaktor Nuklir, ORTN BRIN, Topan Setiadipura memberikan penjelasan mengenai MSR.

“PLTN generasi ke-IV ini sangat ekonomis, tingkat keselamatan tinggi, limbah nuklir minimal, dan ketahanan proliferasi. Empat hal ini yang menjadi ciri khas reaktor generasi ke-IV, salah satunya adalah MSR,” jelas Topan, pada Webinar Ikatan Ahli Teknik Ketenagalistrikan Indonesia (IATKI) Enggineering Lecture IEL-33, dengan tema Nuclear Energy, Sabtu (26/3).

Serpong – Humas BRIN, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) turut concern dengan isu lingkungan dan perubahan iklim dengan mendukung target Net Zero Emmission (NZE) di tahun 2060, terutama dalam pemenuhan kebutuhan listrik di Indonesia ke depan. Salah satu upaya yang dilakukan oleh BRIN melalui Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) adalah dengan terus melakukan pengembangan teknologi energi nuklir untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang saat ini masih dalam tahap pengkajian.

Hal tersebut dibahas bersama oleh Prof. Emil Salim selaku anggota Dewan pengarah BRIN dengan Plt. Kepala ORTN beserta jajarannya pada pembahasan perencanaan program ORTN secara daring, Senin (24/01). Menurut Emil Salim ada beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam pengembangan teknologi energi nuklir di Indonesia, antara lain faktor biaya, waktu, skill ataukemampuan SDM serta faktor budaya dan keselamatan.

“Kita ini negara berkembang, dalam kondisi ekonomi yang terpukul oleh covid, sehingga biaya atau finansial negara terbatas, baik untuk inovasi jangka pendek dan jangka panjang. Faktor biaya menjadi penting, bandingkan cost untuk energi nuklir dengan energi yang lain,” ujar Emil.

Pada tanggal 8 September 2021, Pusat Riset dan Teknologi Reaktor, Keamanan dan Keselamatan Nuklir (PRTRKKN) kembali mengadakan kegiatan seminar internasional teknologi Nuklir yang dikenal juga dengan ICONETS atau International Conference on Nuclear Energy Technologies and Sciences, yang tahun ini memasuki tahun ke-4 dalam penyeleggaraannya.

Kegiatan ICONETS di tahun ini merupakan kerjasama dari beberapa pihak, yaitu diantaranya adalah Organisasi Riset Tenaga Nuklir (BATAN) dan juga dari Himpunan Peneliti Indonesia (Himpenindo). Acara ini juga didukung oleh International Atomic Energy Agency (IAEA), termasuk juga dari kalangan akademisi baik nasional maupun internasional yang ikut meramaikan acara dengan mepresentasikan hasil penelitian maupun tulisan ilmiah yang telah dibuat.

Acara ini diselenggarakan secara online dengan menggunakan platform Zoom Video Conference. Webinar ini juga ditanyangkan melalui kanal Youtube Bada Riset dan Inovasi Nasional. Hal ini terpaksa dilakukan mengingat kondisi pandemi Indonesia yang masih belum memungkinan untuk acara Seminar dapat diselenggarakan secara tatap muka.

Acara dimulai dengan sambutan oleh Ketua Panitia Penyelenggara Dr. Jupiter Sitorus Pane, M.Sc., kemudian acara resmi dibuka oleh kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dr. Laksana Tri Handoko, M.Sc. yang juga memberikan sedikit paparan mengenai pentingnya teknologi Nuklir dimasa depan, dan juga perlunya upgrade dalam hal peralatan penunjang teknologi nuklir. BRIN sendiri berencana untuk meng-upgrade fasilitas reaktor yang dimiliki oleh Organisasi Riset Tenaga Nuklir, yaitu Reaktor Triga 2000 Bandung, Reaktor GA. Siwabessy Serpong dan Reaktor Kartini Yogyakarta.

Setelah itu acara dilanjutkan dengan persentasi dari keynote speaker diantaranya adalah Prof. Dr. Anhar Riza Antariksawan, Ir. Shahrir Ika, MM selaku Ketua Himpenindo, Dr. Stefano Monti selaku Section Head of Nuclear Power Technology Development – IAEA, dan Dr-Ing. Dirk Lukas selaku Head of Computational Fluid Dynamics - HZDR .

Selanjutnya acara diteruskan dengan presentasi mengenai makalah/tulisan ilmiah/penelitian yang telah disubmit oleh masing-masing presenter yang terbagi dalam beberapa sesi di Zoom Conference. Acara ditutup secara resmi pada pukul 17:00 WIB oleh Dr. Jupiter Sitorus Pane, M.Sc selaku chief committee acara webinar ICONETS tahun 2021 yang kemudian disusul dengan acara foto bersama.

(Serpong, 13/3) PTKRN BATAN melaksanakan Pelatihan Dasar Profesi Keselamatan Nuklir (Nuclear Basic Professional Training Course on Nuclear Safety/NBPTC) yang merupakan Program Pelatihan Reguler dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) BATAN. Pelatihan yang bertempat di Gedung 80 Kawasan Puspiptek Serpong ini diselenggarakan pada 2-13 Maret 2020, dihadiri oleh 24 orang peserta.

(Serpong, 20/2) PTKRN BATAN bekerjasama dengan Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi (PTKMR) BATAN dan Pusat Standardisasi Mutu Nuklir (PSMN) BATAN melaksanakan kegiatan Loka Karya K3 BATAN Tahun 2020. Agenda tahunan BATAN ini diselenggarakan di Auditorium Gedung 71 Kawasan Nuklir Serpong pada 19-20 Februari 2020. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut Bulan K3 Nasional.