WBK

.....

Slide item 8

.....

Slide Stop

.....

Slide item 1

Instalasi Radiometalurgi PTBBN-BATAN

PTBBN BATAN memiliki fasilitas Instalasi Radiometalurgi PTBBN-BATAN.....

Selengkapnya...
Slide item 2

Instalasi Elemen Bakar Eksperimental PTBBN-BATAN

PTBBN BATAN memiliki fasilitas Instalasi Elemen Bakar Eksperimental .....

Selengkapnya...
Slide item 3

.....

Slide item 4

.....

Slide item 6

.....

WBS

.....

Serpong – Humas BRIN. Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia (HIMNI) dan BATAN Golden Age Association (BGA) menyelenggarakan FGD secara daring dengan topik “Menuju Kemandirian Bahan Bakar Nuklir PWR” pada Selasa (05/04). Kegiatan ini bertujuan untuk menelusuri riset fabrikasi bahan bakar nuklir PWR dan pengembangan Power Ramp Test Facility (PRTF) yang ada di Reaktor Serba Guna - G.A. Siwabessy (RSG-GAS) serta untuk mengetahui sejauh mana pengujian iradiasi yang telah dilakukan, demikian disampaikan oleh Plt. Kepala Pusat Riset dan Teknologi Daur Bahan Bakar Nuklir dan Limbah Radioaktif (PRTDBBNLR) - ORTN, Syaiful Bakhri.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung program Prioritas Riset Nasional tahun 2020-2024 dimana salah satunya adalah pembuatan prototipe pin bahan bakar untuk reaktor daya jenis PWR dengan menggunakan Oksigen (O2) yang diperkaya 2 - 5%,” ungkap Syaiful.

FGD ini juga sebagai sarana menjaga pengetahuan riset bahan bakar nuklir sebagai bagian dari program Nuclear Knowledge Management dimana menularkan pengalaman dan ilmu pengetahuan tentang riset bahan bakar nuklir ke generasi muda sangat penting. “Dengan mengundang para peneliti senior untuk merekonstruksi apa saja pengetahuan yang sudah pernah dilakukan, kita tidak perlu mulai melakukan penelitian dari awal, namun kita melanjutkan apa yang telah dilakukan oleh senior-senior kita,” ujar Syaiful.

Lebih lanjut Syaiful berharap FGD ini dapat mendukung program litbang bahan bakar nuklir dalam rangka kesiapan pengembangan PLTN di Indonesia sesuai dengan target Net Zero Emission pada tahun 2060. “Harapannya paling tidak pada saat itu PLTN sudah berkapasitas 7.7 MW,” katanya.

Dalam kesempatan ini narasumber dari Nippon Advance Information Services (NIAS) Co. Inc. Jepang, Liem Peng Hong memaparkan mengenai bahan bakar nuklir dan sifat bahan bakar atau fuel behavior. “Perlakuan terhadap fuel atau bahan bakar ini merupakan hal yang kompleks, karena merupakan interaksi dari berbagai faktor, mulai dari temperatur, neutron, kemudian fisi. Reaksi fisi yang terjadi di dalam PWR ini selain menghasilkan panas juga ada produk fusi, seperti Uranium kalau membelah jadi elemen yang ringan,” jelas Liem.

“Kita harus mempelajari fuel behavior. Negara yang sudah mengoperasikan PLTN itu sangat penting mempelajari hal tersebut, karena kita harus menjamin fuel pin dan fuel assembly nya, integritasnya terjaga dan mampu memberikan daya yang telah ditargetkan,” tambah Liem.

Liem juga memberikan pendapatnya yaitu secara politik kita mengarah kepada trend dunia bahwa kita ingin mengurangi emisi atau karbon gas-gas rumah kaca. “Saya kira itu benar, karena dari sisi apapun itu, scientific juga, kita punya beberapa fakta untuk sebaiknya mengarah ke NZE”, kata Liem.

Sementara itu, disampaikan oleh salah seorang anggota BGA yang juga pernah menjabat sebagai Pranata Nuklir Ahli Utama di ORTN, Bakri Arbie terkait teknologi reaktor PWR agar kedepannya ORTN juga belajar mengenai teknologi HTR/HTGR atau yang saat ini sedang diusulkan oleh Thorcon yaitu Molten Salt Reactor.

Bakri juga mengingatkan seandainya Reaktor Nuklir PWR jadi dibangun di Indonesia, mohon diperhatikan core melt probability-nya pada saat terjadi station blackout atau seperti tsunami. “Kalo bisa seperti di reaktor Serpong ini, kita punya tiga emergency diesel, jadi kita punya tiga cadangan energi,” ujarnya.

PRTF mulai dipasang di RSG-GAS pada tahun 1990 sampai 1991, selisih tiga tahun sejak berdirinya RSG-GAS tahun 1987. Komitmen yang tetap dijalankan hingga saat ini adalah RSG-GAS selalu menyiapkan PRTF untuk pengujian pin bahan bakar nuklir kapan saja akan digunakan. (yrt,msb,ra/ed.my)