WBK

.....

Slide item 8

.....

Slide Stop

.....

Slide item 1

Instalasi Radiometalurgi PTBBN-BATAN

PTBBN BATAN memiliki fasilitas Instalasi Radiometalurgi PTBBN-BATAN.....

Selengkapnya...
Slide item 2

Instalasi Elemen Bakar Eksperimental PTBBN-BATAN

PTBBN BATAN memiliki fasilitas Instalasi Elemen Bakar Eksperimental .....

Selengkapnya...
Slide item 3

.....

Slide item 4

.....

Slide item 6

.....

WBS

.....

Serpong - Humas BRIN, Energi nuklir merupakan sumber daya energi terbarukan yang ramah lingkungan. Pemanfaatannya akan sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia menuju Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) melakukan litbang teknologi produksi bahan bakar reaktor daya tipe Pressurized Water Reactor (PWR) sebagai salah satu upaya mendukung persiapan pembangunan PLTN di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Plt. Kepala Pusat Riset dan Teknologi Daur Bahan Bakar Nuklir dan Limbah Radioaktif (PRTDBBNLR) - ORTN, Syaiful Bakhri pada Kamis (24/3) dalam FGD yang diselenggarakan secara daring bersama Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia (HIMNI) dan BATAN Golden Age Association (BGA).

“Penguasaan teknologi bahan bakar PWR harus kita persiapkan dari sekarang, karena jika Net Zero Emission benar-benar dicanangkan tahun 2060, maka 2040 kita harus mempersiapkan jenis PLTN apa yang akan dibangun,” ujar Syaiful. “Karena tidak mungkin kita memutuskan jenis PLTN yang akan dibangun tanpa benar-benar mempertimbangkan bahan bakarnya,” lanjutnya.

Menurut Syaiful, kemampuan bahan bakar ini penting kita kuasai dari sekarang. “Misalkan bagaimana kita membuat prototype-nya, bagaimana kita memodelkannya, bagaimana kita melihat quality assurance-nya, sertifikasinya, benchmarking-nya. Ini prosesnya panjang. Mudah-mudahan tahun 2040 bisa kita kuasai,” katanya.

Syaiful berharap agar kelompok daur bahan bakar nuklir yang ada di PRTDBBNLR dapat diimplementasikan lebih detail dalam bentuk pendanaan rumah program, riset, ataupun publikasi yang nantinya akan bersinergi satu dengan yang lain.

“Riset-riset kedepan tidak hanya dikerjakan oleh satu pusat riset saja. Tapi bisa merangkul pusat-pusat riset lain yang ada di BRIN maupun di luar BRIN, misalnya universitas ataupun lainnya. Sehingga bisa mendukung dan mengangkat teknologi nuklir, khususnya dalam hal produksi dan penguasaan teknologi bahan bakar PWR,” pungkasnya.

Sementara itu Peneliti Ahli Utama ORTN, Djarot S. Wisnubroto menyampaikan pentingnya menularkan pengalaman, ilmu dan pengetahuan, khususnya terkait litbang teknologi bahan bakar nuklir kepada generasi muda. “Agar dapat diteruskan oleh generasi yang baru atau rekan-rekan yang masih melakukan kegiatan tersebut. Tularkan bagaimana upaya riset bahan bakar PWR yang telah dilakukan rekan-rekan di Bandung maupun di Serpong (ORTN-BRIN, red.),” ujar Djarot.

“Supaya ada suatu kelanjutan, tidak mengulang lagi apa yg sudah dilakukan dulu. Semoga kita bisa melakukan continuitas riset kegiatan bahan bakar nuklir. Ada semacam Nuclear Knowledge Management,” harapnya.

FGD yang mengusung tema “Menuju Kemandirian Bahan Bakar Nuklir PWR” ini menghadirkan tiga narasumber Peneliti ORTN-BRIN yaitu Prof. Dr. Efrizon Umar, Prof. Dani Gustamam Syarif, dan Dr. Djoko Hadi Prajitno. Masing-masing narasumber membagikan pengalamannya terkait rekam jejak kegiatan litbang elemen bakar nuklir yang telah dilakukan di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dari tahun 1986 hingga 1990. (msb,la/ed. my)