WBK

.....

Slide item 8

.....

Slide Stop

.....

Slide item 1

Instalasi Radiometalurgi PTBBN-BATAN

PTBBN BATAN memiliki fasilitas Instalasi Radiometalurgi PTBBN-BATAN.....

Selengkapnya...
Slide item 2

Instalasi Elemen Bakar Eksperimental PTBBN-BATAN

PTBBN BATAN memiliki fasilitas Instalasi Elemen Bakar Eksperimental .....

Selengkapnya...
Slide item 3

.....

Slide item 4

.....

Slide item 6

.....

WBS

.....

(Tangerang Selatan, 12/10/2021), Spektrometer gamma merupakan salah satu metode pengujian tidak merusak (Non Destructive Test/NDT) yang dapat digunakan untuk menganalisis/mengidentifikasi jenis radionuklida pemancar gamma di dalam sampel/bahan secara kualitatif dan kuantitatif. Pengukuran radionuklida dalam sampel lingkungan dan hasil fisi dalam bahan bakar merupakan kegiatan untuk mendukung litbangjirap bahan bakar di PRTBBN, mahasiswa dan industri. Metode spektrometer gamma mempunyai kelebihan karena tidak membutuhkan preparasi sampel yang rumit. Pengamatan radiasi gamma yang dipancarkan oleh inti atom dari radionuklida hasil peluruhan dapat bersifat radioaktif maupun stabil. Sinar gamma memiliki daya tembus yang tinggi serta merupakan gelombang elektromagnet dan relatif mudah dideteksi. Pengukuran radionuklida atau isotop-isotop radioaktif menggunakan spektrometer gamma dalam bahan bakar nuklir baik untuk reaktor riset dan daya dilakukan untuk mendukung kegiatan litbangjirap bahan bakar nuklir di PRTBBN.

Selain itu, PRTBBN sering melakukan pengukuran radionuklida pemancar gamma dalam bahan/sampel lingkungan untuk mendukung kegiatan penelitian mahasiswa dan kebutuhan industri. Pengukuran radionuklida dengan spektrometer gamma membutuhkan sampel uji dalam bentuk padat masiv, serbuk dan cair. Alat spektrometer gamma yang tersedia di laboratorium fisikokimia IRM adalah tipe Gennie 2000 dengan detektor HPGe. Hasil pengukuran isotop menggunakan spektrometer gamma diperoleh spektrum yang menunjukkan hubungan antara energi (keV) spesifik dengan cacah (counts). Luas spectrum tersebut menunjukkan besarnya cacah yang berkorelasi dengan besar aktivitas (Bq) dari isotop yang dianalisis. Perhitungan besar cacah menjadi aktivitas (Bq) harus dibandingkan dengan besar cacah terhadap sampel standar yang telah diketahui besar aktivitasnya dari sertifikat. Sampel standar yang digunakan harus mempunyai bentuk dan geometri yang sama dengan sampel uji serta pada saat pengukuran posisi atau letak sampel uji pada chamber harus sama dengan posisi sampel standar.

Penguasaan teknik pengukuran radionuklida pemancar gamma yang terdapat didalam bahan bakar nuklir maupun bahan/sampel lingkungan menggunakan spektrometer gamma sangat dibutuhkan, karena banyak faktor faktor yang mempengaruhi antara lain jenis sampel, jumlah sampel, wadah sampel, parameter pengukuran (waktu, kondisi pengukuran, metode standar/non standar). Pusat Riset dan Teknologi Bahan Bakar Nuklir pada tanggal 12 Oktober 2021 menyelenggarakan Workshop Analisis Radionuklida Dalam Bahan Bakar Nuklir Dan Sampel Lingkungan Menggunakan Spektrometer Gamma. Workshop dilaksanakan secara daring yang diikuti oleh 50 peserta, dan bertujuan untuk meningkatkan kompetensi SDM dalam melaksanakan uji fisikokimia, kegiatan nuklir forensik, membantu mahasiswa dan industri dalam analisis radionuklida secara kualitatif maupun kuantitatif. Workshop ini menghadirkan Narasumber dari PT. Lamda Triguna (Ir. Daniel Kristanto), dan Pusat Riset Dan Teknologi Limbah Radioaktif (PRTLR)  Dr. Ir. Dadong Iskandar, M.Eng.

Yanlinastuti, S.Si selaku Ketua Panitia mengharapkan partisipasi aktif peserta dalam workshop untuk menggali pengetahuan sebanyak-banyaknya dari para narasumber untuk dapat meningkatkan SDM PRTBBN dalam hal penguasaan ilmu radionuklida.

Pajabat Pelaksana Harian Kepala PRTBBN, Ir. Widiyanta dalam workshop ini mengatakan bahwa” ilmu pengetahuan tidak hanya bisa didapat dari membaca tetapi harus adanya pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan dan workshop yang diikuti oleh pegawai, dalam workshop kita bisa berdiskusi untuk mendapatkan hasil dari permasalahan yang dihadapi di lapangan”. Beliau juga mengatakan bahwa kegiatan yang berkaitan dengan radionuklida hanya ada di PRTBBN, untuk itu PRTBBN harus terus meningkatkan kompetensi SDMnya dalam hal pengujian yang berhubungan dengan radionuklida sehingga kita bisa melayani masyarakan tentang pengujian radionuklida. Diakhir kata sambutannya beliau juga mengharapkan kepada para peserta untuk dapat menyerap ilmu dari para narasumber dan terus meningkatkan keterampilan untuk bisa menghasilkan nilai tambah di masyarakat dalam bidang radionuklida, dan memanfaatkan waktu untuk peningkatan kompetensi SDM pegawai di masa transisi organisasi ini.

Narasumber Ir. Daniel menyampaikan tentang “Aplikasi Spektrometer Gamma HPGe, Aplikasi software Genie 2000,  Pengoperasian, Kalibrasi, Perawatan, Trouble Shooting”, dan Dr. Ir. Dadong lskandar, M.Eng menyampaikan tentang “Radioaktivítas Lingkungan, Analisis Radionuklida Secara Kualitatif dan Kuantitatif, Statistik Pencacahan, Ketidakpastian Pengukuran”.