WBK

.....

Slide item 8

.....

Slide Stop

.....

Slide item 1

Instalasi Radiometalurgi PTBBN-BATAN

PTBBN BATAN memiliki fasilitas Instalasi Radiometalurgi PTBBN-BATAN.....

Selengkapnya...
Slide item 2

Instalasi Elemen Bakar Eksperimental PTBBN-BATAN

PTBBN BATAN memiliki fasilitas Instalasi Elemen Bakar Eksperimental .....

Selengkapnya...
Slide item 3

.....

Slide item 4

.....

Slide item 6

.....

WBS

.....

(Tangerang Selatan, 24/05/2021), Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBBN) sebagai satuan kerja  di BATAN yang menangani litbangjirap bahan bakar nuklir perlu memperkuat strategi  dan program  kerja ke depan dalam rangka mendukung tugas dan fungsi BATAN termasuk program PLTN di Indonesia yang memerlukan rencana dan persiapan yang matang dari berbagai sektor. Untuk itu diperlukan kajian strategis terkait pengembangan bahan bakar melibatkan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan baik di tingkat nasional dan internasional untuk peningkatan pengetahuan dan penguasaan teknis

Guna mendukung kegiatan tersebut, PTBBN menyelenggarakan Webinar Peran Riset dan Inovasi Teknologi Bahan Bakar Nuklir dalam Mendukung Kebijakan Bauran Energi Nasional secara virtual melalui zoom pada tanggal 24 Mei 2021 dengan narasumber  Dr. Ir. Arnold Soetrisnanto dari Dewan Pakar Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) dan Dr. Ir. As Natio Lasman dari Anggota Dewan Energi Nasional serta dihadiri oleh pegawai di lingkungan BATAN.

Ir. Supardjo, MT selaku Plt. Kepala PTBBN, berharap masukan dan arahan dari para narasumber dalam webinar ini agar PTBBN mampu untuk mengembangkan bahan bakar dan meningkatkannya menjadi skala produksi utuk menyongsong PLTN.

Begitu pula Ir. Suryantoro, MT selaku Deputi Teknologi Energi Nuklir menyampaikan bahwa pemanfaatan energi nuklir sudah  dimanfaatkan oleh masyarakat baik di bidang kesehatan dan pertanian, namun belum  dimanfaatkan untuk PLTN.

 

Dalam presentasinya, Dr. Ir. Arnold Soetrisnanto menyampaikan bahwa PLTN mempunyai potensi demand yang sangat luas dan bervariasi, sehingga layak dibangun di banyak wilayah di Indonesia, baik di grid PLN atau non-grid.

Dr. Ir. As Natio Lasman dalam presentasinya juga menyampaikan bahwa perlu mengokohkan untuk memulai mengembangkan dari apa yang dipunyai, baik brainware, software, maupun hardware untuk menuju ke invoasi teknologi bahan bakar nuklir. (sar)