Slide item 1

PKSEN melaksanakan pengkajian, pengembangan teknologi sistem PLTN dan pemanfaatan energi nuklir untuk pembangkitan listrik, serta studi pemanfaatan thorium sebagai bahan bakar PLTN

Slide item 2

PKSEN melaksanakan tugas manajemen pembangunan PLTN (MPP) anatara lain pengkajian potensi kemampuan industri nasional, alih teknologi PLTN dan manajemen pembangunan PLTN dan kesiapan SDM.

Slide item 3

PKSEN juga bertugas untuk melaksanakan pengembangan perencanaan sistem energi nasional dan kelistrikan khususnya skenario dengan adanya pembangkit PLTN

Slide item 4

PKSEN mempunyai tugas dan fungsi menyiapkan data teknis aspek tapak dan lingkungan calon tapak PLTN yang memadai sebagai bagian dari insentif pemerintah untuk mendukung proses perijinan PLTN

(Samarinda, 18/12/2018) Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyiapkan lahan 20 heaktre untuk pembangunan fasilitas iradiator agar mampu meningkatkan pertumbuhan sektor ekonomi. Hal ini disampaikan Ketua Balitbangda Provinsi Kaltimantan Timur, Edi Kuswadi pada kegiatan serah terima kegiatan pra studi kelayakan yang dilakukan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN)  terhadap rencana pengembangan kawasan Buluminum, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sebagai Kawasan Buluminum Nuclear Industry Science Techno Park (BNI-STP) di Samarinda, Selasa (18/12).

“BNI-STP merupakan bagian dari Science and Technology Park (STP) yang dirancang oleh Kementerian Ristek Dikti yang berlokasi di Buluminung dengan luas total 4.808 Ha, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). BNI-STP sendiri memiliki luas sekitar 20 Ha,” kata Edi

(Yogyakarta, 25/10/2018) Ketua Kaukus Nuklir Parlemen dan Anggota Komisi VII DPR RI, Dr. H. Kurtubi, SE., M.Sp., M.Sc mengatakan  salah satu cara mempercepat pertumbuhan ekonomi adalah dengan melipat gandakan daya listrik. Namun, pemenuhan kebutuhan listrik harus juga diimbangi dengan life expectancy yang tinggi untuk generasi penerus.

“Pertumbuhan energi listrik tinggi tidak akan ada gunanya jika diimbangi dengan polutan yang tinggi, Indonesia butuh energi yang minim polusi demi kelanjutan masa depan penerus bangsa,” ujar Kurtubi. Hal ini disampaikan Kurtubi dalam Seminar Nasional Energi Nuklir 2018 yang diselenggarakan oleh BATAN bekerja sama dengan Universitas Mataram di STTN Yogyakarta, Kamis (25/10).

(Serpong, 25/09/2018). Sebagai lembaga pemerintah yang mempunyai tugas melakukan penelitian, pengembangan, dan pemanfaatan teknologi nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasinal (BATAN) terus berupaya mendekatkan diri kepada masyarakat agar masyarakat tidak hanya memandang nuklir sebagai hal yang negatif, namun memahami bahwa teknologi nuklir juga sangat bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat. Demikian disampaikan oleh Deputi Bidang Teknologi Energi Nuklir BATAN, Suryantoro saat membuka sarasehan bersama masyarakat sekitar Kawasan Nuklir Serpong pada Selasa (25/09/2018).

“Negara kita Indonesia sudah meratifikasi terkait dengan perjanjian internasional untuk tidak menggunakan nuklir sebagai senjata, tetapi menggunakan nuklir untuk perdamaian, untuk kesejahteraan,” ujar Suryantoro. "Teknologi nuklir mampu dimanfaatkan di berbagai bidang diantaranya pertanian, kesehatan, industri, energi, dan lingkungan,” lanjutnya.

(Jakarta, 07/02/2018). Komisi VII DPR RI mendesak Pemerintah agar segera memasukkan  pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dalam sistem kelistrikan nasional. Hal ini disampaikan Anggota Komisi VII DPR RI, Kurtubi disela Seminar World Nuclear Spotlight, di Hotel J.W Marriot, Jakarta, Selasa (07/02).

“Beberapa minggu lalu, kami mengambil sikap politik bahwa Komisi VII DPR RI mendesak Pemerintah agar PLTN segera masuk dalam sistem kelistrikan nasional, dan merevisi PP No. 79 tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN)  yang menempatkan nuklir sebagai pilihan terakhir,” katanya.

(Jakarta, 13/10/2017) Di sela-sela gelaran International Conference of Nuclear Energy Technology (ICoNET) dan Seminar Nasional Teknologi Energi Nuklir (SENTEN), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dan Universitas Hasanudin (UNHAS) menandatangani piagam kerja sama di Kampus UNHAS, Makasar, (12/10). Piagam kerja sama yang ditandatangani oleh Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto dan Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Kemitraan, Budu Manyu, merupakan perpanjangan kerja sama yang sebelumnya sudah terjalin sejak 51 tahun yang lalu.