Slide item 1

Logam Tanah Jarang Harta Terpendam di Bangka Belitung

Hasil evaluasi terhadap aspek calon tapak PLTN merekomendasikan bisa dibangun 6 unit di Bangka Barat dan 4 unit di Bangka Selatan .....

Selengkapnya...
Slide item 2

Diskusi Ilmiah Tentang Keterdapatan U dan Th di Daerah Mamuju Sulawesi Barat

PPGN melihat Mamuju sebagai suatu kabar yang sangat menggembirakan karena menambah daerah prospek uranium dan thorium yang layak untuk dikembangkan .....

Selengkapnya...
Slide item 3

Diskusi Tektonik dan Mineralisasi U di Kalan

Diskusi ini selain bertujuan untuk membahas beberapa isu penting terkait geologi Kalan juga dimaksudkan sebagai bagian dari proses knowledge management yang penting bagi organisasi dan bermanfaat untuk para geolog muda .....

Selengkapnya...
Slide item 4

Pengembangan dan Pemanfaatan Logam Tanah Jarang (LTJ) untuk Kemandirian Bangsa

Focus Group Discussion “Pengembangan dan Pemanfaatan Logam Tanah Jarang (LTJ) untuk Kemandirian Bangsa” Kedeputian Relevansi dan Produktivitas Iptek .....

Selengkapnya...

(Jakarta, 24/10/2018) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir (PTBGN) dan Pusat Sains dan Teknologi Akselerator (PSTA) menyerahkan hasil pekerjaan berupa jasa konsultasi studi desain konsep dan tekno ekonomi pabrik pengolahan monasit menjadi logam tanah jarang (LTJ) yakni Lantanum Oksida, Cerium Oksida, dan Konsentrat Nedimium kepada PT. TIMAH tbk, di Pangkal Pinang, Kep. Bangka, Selasa (23/10). Hasil pekerjaan yang diserahkan kali ini merupakan implementasi dari kontrak kerja sama antara BATAN dengan PT. TIMAH tbk yang telah dimulai sejak tahun 2016 lalu.

Sekretaris PT. TIMAH tbk, Amin Haris Sugiarto dalam wawancara melalui surat elektronik mengatakan, hal yang mendasari dijalinnya kerja sama dengan BATAN yakni dalam rangka menciptakan nilai tambah bagi perusahaan. “PT TIMAH Tbk memandang perlu dilakukannya industrialisasi logam tanah jarang dengan bahan baku mineral ikutan timah berupa monasit yang bernilai ekonomis tinggi, namun belum dikembangkan secara optimal dikarenakan belum pada tahapan pengembangan secara industri,” ujar Amin.

(Jakarta, 12/09/2018) Panitia Khusus (Pansus) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Bangka Belitung melakukan konsultasi dan koordinasi dengan Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir (PTBGN), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dalam rangka penyusnan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pengolahan mineral ikutan dan lainnya, di Kawasan Nuklir Pasar Jumat, Jakarta Selatan, Rabu (12/09). Pembentukan  Raperda ini dimaksudkan untuk menjaga dan melindungi kekayaan alam di kepulauan Bangka Belitung, yang salah satu kekayaan alam tersebut adalah bahan tambang timah.

Ketua Pansus, Adet, mengatakan maksud dan tujuan ke BATAN yakni dalam rangka menggali informasi selengkap-lengkapnya terkait dengan mineral ikutan yang dihasilkan dari penambangan timah. “Kami ingin mendapatkan informasi tentang mineral ikutan yang ada pada hasil penambangan timah yang ternyata masih mempunyai nilai ekonomi yang tinggi,” ujara Adet.

Pada hari Senin 3 September 2018, PTBGN menerima kunjungan  Jurnalis Kabupaten Bangka Selatan bersama pejabat daerah Kabupaten Bangka Selatan. Rombongan dipimpin oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bangka Selatan , Ansori Tujuan  kunjungan ini adalah untuk memperoleh informasi yang lengkap dan langsung dari sumbernya tentang penggunaan dan pemanfaatan teknologi nuklir untuk damai. Kunjungan di PTBGN difokuskan pada fasilitas pilot plant pemisahan LTJ, U dan Torium (PLUTHO). Bangka sebagai penghasil timah mempunyai produk samping berupa monasit yang mengandung antara lain  LTJ, Uranium dan Torium. PTBGN, melalui pengoperasian PLUTHO telah berhasil memisahkan LTJ yang bebas radioaktif. (EK/IHP)

Sambutan hangat dan luar biasa dari Bapak Gubernur Sulawesi Barat, Bapak Ali Baal Masdar di Kantor Gubernur Sulbar

Mamuju, Sulawesi Barat. Pada hari Jumat tanggal 3 Agustus 2018, di Kantor Gubernur Sulawesi Barat, telah dilakukan pertemuan antara Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar dengan Deputi Kepala BATAN bidang Teknologi Energi Nuklir (TEN) - BATAN, Suryantoro. Dalam pertemuan tersebut Gubernur Sulbar didampingi oleh Kepala Dinas ESDM Provinsi Sulbar (Amri) beserta staf ahli, sementara Deputi TEN didampingi Kepala Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir (PTBGN) - BATAN (Yarianto) dan stafnya. Dalam kesempatan tersebut BATAN telah menyampaikan hasil kegiatan litbang BATAN terutama terkait mineral radioaktif dan pertanian.

Paparan radiasi alamiah di beberapa daerah di Mamuju relatif besar, yang mengindikasikan potensi mineral radioaktif sebagai mineral strategis untuk energi masa depan Indonesia. Gubernur menekankan bahwa eksplorasi dan eksploitasi mineral radioaktif dan ikutannya harus dimanfaatkan untuk kepentingan negara dan menyejahterakan masyarakat. Gubernur akan mendukung BATAN dalam melaksanakan kegiatan litbang eksplorasi mineral radioaktif di Sulawesi Barat. (EK/IHP)

Tahun 2018 BATAN secara bertahap mengadakan sosialisasi keseluruh pegawai di lingkungan BATAN. Di PTBGN sosialisasi telah dilaksanakan pada tanggal 16 Juli 2018 bertempat di Ruang Rapat Utama “Uranium”. Sosialisasi ini dihadiri hampir seluruh pegawai, untuk pegawai yang sakit, cuti, dinas luar, dan yang sedang bertugas di lapangan akan diikutsertakan di satker lain yang akan menyelenggarakan sosialisasi ini.

Sosialisasi Reformasi Birokrasi (Rb), SPIP dan Monev Rb dibuka oleh Tim Pokja BATAN, Bapak Budi Santoso mewakili Deputi TEN yang berhalangan hadir karena tugas lain. Ada tiga sasaran RB yang harus kita capai, yaitu terwujudnya birokrasi yang bersih dan akuntabel, birokrasi yang efektif dan efisien serta birokrasi yang memiliki pelayanan public berkualitas.