Slide item 1

Logam Tanah Jarang Harta Terpendam di Bangka Belitung

Hasil evaluasi terhadap aspek calon tapak PLTN merekomendasikan bisa dibangun 6 unit di Bangka Barat dan 4 unit di Bangka Selatan .....

Selengkapnya...
Slide item 2

Diskusi Ilmiah Tentang Keterdapatan U dan Th di Daerah Mamuju Sulawesi Barat

PPGN melihat Mamuju sebagai suatu kabar yang sangat menggembirakan karena menambah daerah prospek uranium dan thorium yang layak untuk dikembangkan .....

Selengkapnya...
Slide item 3

Diskusi Tektonik dan Mineralisasi U di Kalan

Diskusi ini selain bertujuan untuk membahas beberapa isu penting terkait geologi Kalan juga dimaksudkan sebagai bagian dari proses knowledge management yang penting bagi organisasi dan bermanfaat untuk para geolog muda .....

Selengkapnya...
Slide item 4

Pengembangan dan Pemanfaatan Logam Tanah Jarang (LTJ) untuk Kemandirian Bangsa

Focus Group Discussion “Pengembangan dan Pemanfaatan Logam Tanah Jarang (LTJ) untuk Kemandirian Bangsa” Kedeputian Relevansi dan Produktivitas Iptek .....

Selengkapnya...

(Jakarta, 13/05/2019). Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - Badan Tenaga Nuklir Nasional (PTBGN-BATAN) telah mengadakan sosialisasi Sistem Manajemen BATAN (SMB) pada Jumat (03/05) yang dilaksanakan di ruang rapat utama Uranium. Bapak Rusbani Kurniawan dari Pusat Standardisasi dan Mutu Nuklir (PSMN) hadir sebagai narasumber. Sebagian besar peserta merupakan CPNS atau pegawai baru di PTBGN-BATAN. Sosialisasi SMB bertujuan untuk memberikan pengenalan sekaligus pemahaman kepada peserta terkait dengan Sistem Manajemen BATAN terutama kepada CPNS atau pegawai baru.

PTBGN mengadopsi 2 sistem manajemen yaitu Sistem Manajemen Mutu (SMM) serta Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Sistem Manajemen BATAN memiliki 3 standar yang tersertifikasi yaitu Sistem Manajemen Mutu, Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Sistem Manajemen Lingkungan. Penggunaan standar ini menyesuaikan dengan kebutuhan dan kegiatan dari masing-masing unit kerja. SMB sendiri merupakan penyesuaian dari standar yang digunakan seperti pada ISO 9001:2015, ISO 14001:2015 dan OHSAS 18001:2007 dengan kegiatan dan fungsi yang dilaksanakan di BATAN. Ketiga standar tadi telah terintegrasi dalam SMB sehingga BATAN tidak perlu lagi mensertifikasikan setiap unit kerja dengan masing-masing standardisasi. Hal ini tentu saja membuat BATAN menjadi lebih efisien dan efektif dalam sertifikasi standar yang digunakan. Sosialisasi yang dilaksanakan tersebut menjelaskan klausul yang terdapat pada SMB.

Di awal Februari 2019 ini, PTBGN menerima 19 orang CPNS baru yang tersebar diseluruh Bidang maupun Unit yang ada di PTBGN. Dengan rincian 6 orang untuk bidang eksplorasi, 4 orang untuk bidang TPP, 4 orang untuk bidang KKIP, 3 orang untuk UPN dan masing-masing 1 orang untuk UJM dan Loka BGN.

Pada Senin 4 Februari 2019, para CPNS untuk pertama kalinya bertemu dengan para pegawai PTBGN, khususnya para Pejabat Struktural PTBGN di ruang Rapat Utama “Uranium”. Dalam sambutannya, Kepala PTBGN mengucapkan selamat datang kepada para CPNS dan selamat atas keberhasilannya dalam menempuh tahapan-tahapan seleksi CPNS yang telah diselenggarakan. Diharapkan para CPNS dapat turut berkontribusi untuk perkembangan BATAN khususnya di PTBGN.

SELAMAT BERGABUNG DI PTBGN-BATAN
(MRA)

Awal tahun 2019, PTBGN melaksanakan Bimbingan Teknis E-Monev di ruang Rapat Utama “Uranium” gedung 50. E-Monev ini merupakan aplikasi dari Bapennas yang bertujuan untuk mengetahui progres kegiatan sebuah lembaga pada setiap bulannya. Sehingga diharapkan setiap lembaga dapat melaporkan kegiatannya secara terperinci pada aplikasi tersebut. Kali ini progress kegiatan yang perlu dilaporkan adalah kegiatan lembaga selama tahun 2018.

Sebelum E-Monev, PTBGN menggunakan aplikasi SIPL2 dan aplikasi SMART untuk melaporkan progress kegiatan. Dikarenakan belum terintegrasinya E-Monev dengan kedua aplikasi tersebut maka perlu ada bimbingan teknis untuk pengisian progres kegiatan tahun 2018 pada aplikasi tersebut. Untuk itu PTBGN mendatangkan Bapak Paido Siahaan,SE dari Biro Perencanaan BATAN untuk memandu dalam pengisian aplikasi E-Monev.

Pengisian E-Monev ini melibatkan seluruh penanggungjawab SubOutput dalam mengisi progress kegiatan setiap bulannya.

“Diharapkan pengisian progres kegiatan pada aplikasi E-Monev bukan di jadikan beban untuk para penanggungjawab SubOuput, melainkan menjadi motivasi para penanggungjawab untuk semangat merealisasikan kegiatan yang sebelumnya telah direncanakan” ucap  Kepala PTBGN, Ir. Yarianto Sugeng Budi Susilo, M.Si. (MRA)

(Jakarta, 24/10/2018) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir (PTBGN) dan Pusat Sains dan Teknologi Akselerator (PSTA) menyerahkan hasil pekerjaan berupa jasa konsultasi studi desain konsep dan tekno ekonomi pabrik pengolahan monasit menjadi logam tanah jarang (LTJ) yakni Lantanum Oksida, Cerium Oksida, dan Konsentrat Nedimium kepada PT. TIMAH tbk, di Pangkal Pinang, Kep. Bangka, Selasa (23/10). Hasil pekerjaan yang diserahkan kali ini merupakan implementasi dari kontrak kerja sama antara BATAN dengan PT. TIMAH tbk yang telah dimulai sejak tahun 2016 lalu.

Sekretaris PT. TIMAH tbk, Amin Haris Sugiarto dalam wawancara melalui surat elektronik mengatakan, hal yang mendasari dijalinnya kerja sama dengan BATAN yakni dalam rangka menciptakan nilai tambah bagi perusahaan. “PT TIMAH Tbk memandang perlu dilakukannya industrialisasi logam tanah jarang dengan bahan baku mineral ikutan timah berupa monasit yang bernilai ekonomis tinggi, namun belum dikembangkan secara optimal dikarenakan belum pada tahapan pengembangan secara industri,” ujar Amin.

(Jakarta, 12/09/2018) Panitia Khusus (Pansus) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Bangka Belitung melakukan konsultasi dan koordinasi dengan Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir (PTBGN), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dalam rangka penyusnan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pengolahan mineral ikutan dan lainnya, di Kawasan Nuklir Pasar Jumat, Jakarta Selatan, Rabu (12/09). Pembentukan  Raperda ini dimaksudkan untuk menjaga dan melindungi kekayaan alam di kepulauan Bangka Belitung, yang salah satu kekayaan alam tersebut adalah bahan tambang timah.

Ketua Pansus, Adet, mengatakan maksud dan tujuan ke BATAN yakni dalam rangka menggali informasi selengkap-lengkapnya terkait dengan mineral ikutan yang dihasilkan dari penambangan timah. “Kami ingin mendapatkan informasi tentang mineral ikutan yang ada pada hasil penambangan timah yang ternyata masih mempunyai nilai ekonomi yang tinggi,” ujara Adet.