Slide item 1

Logam Tanah Jarang Harta Terpendam di Bangka Belitung

Hasil evaluasi terhadap aspek calon tapak PLTN merekomendasikan bisa dibangun 6 unit di Bangka Barat dan 4 unit di Bangka Selatan .....

Selengkapnya...
Slide item 2

Diskusi Ilmiah Tentang Keterdapatan U dan Th di Daerah Mamuju Sulawesi Barat

PPGN melihat Mamuju sebagai suatu kabar yang sangat menggembirakan karena menambah daerah prospek uranium dan thorium yang layak untuk dikembangkan .....

Selengkapnya...
Slide item 3

Diskusi Tektonik dan Mineralisasi U di Kalan

Diskusi ini selain bertujuan untuk membahas beberapa isu penting terkait geologi Kalan juga dimaksudkan sebagai bagian dari proses knowledge management yang penting bagi organisasi dan bermanfaat untuk para geolog muda .....

Selengkapnya...
Slide item 4

Pengembangan dan Pemanfaatan Logam Tanah Jarang (LTJ) untuk Kemandirian Bangsa

Focus Group Discussion “Pengembangan dan Pemanfaatan Logam Tanah Jarang (LTJ) untuk Kemandirian Bangsa” Kedeputian Relevansi dan Produktivitas Iptek .....

Selengkapnya...

(Jakarta, 19/07/2019) Berkaitan dengan kegiatan PTBGN pada Pemeliharaan Terowongan Eksplorasi Bijih Uranium Kalan, telah dilakukan Focus Group Discussion (FGD) Teknik Penyanggaan dalam Penerapan di Terowongan Eksplorasi Uranium di Kalimantan Barat pada Jumat, 19 Juli 2019.  Narasumber pakar/praktisi/akademisi pada kegiatan ini adalah Imam Achmad Sadisun (Lektor Kepala Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian, Institut Teknologi Bandung) dan Maulidya Indah Junica (Kepala Bidang Keterpaduan Infrastruktur Kawasan Strategis, Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah, Kementerian PUPR).

FGD dibuka oleh Kepala PTBGN, Yarianto S.B. Susilo, dan dihadiri penanggung jawab dan pelaksana kegiatan dari Bidang Teknologi Penambangan dan Pengolahan, Bidang Eksplorasi, dan Bidang Keselamatan Kerja dan Instalasi Penambangan. Pelaksanaan FGD ini diharapkan dapat memberikan pemahaman dan teknik terkini dalam pemeliharaan terowongan ekaplorasi uranium di Kalan, Kalimantan Barat. (ksw)

(Jakarta, 12/07/2019) Uranium Indonesia merupakan buku yang berisi tentang sejarah perkembangan eksplorasi Uranium di Indonesia dari tahun 1969 hingga sekarang. Buku ini memaparkan kegiatan eksplorasi sampai tahapan pengolahan bahan tambang uranium dan bahan radioaktif lainnya yang telah dikuasai oleh Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir (PTBGN), BATAN. Pilot Plant Pemisahan Logam Tanah Jarang, Uranium, dan Thorium (PLUTHO) merupakan salah satu aplikasi dari hasil penelitian yang terkait dengan pengolahan bahan galian nuklir. Pemaparan singkat mengenai buku ini disampaikan oleh Bapak Ngadenin sebagai salah satu penulis, pelaku sejarah, dan peneliti senior di PTBGN.

Dalam acara memperingati hari lahir PTBGN yang ke-50, Deputi Kepala BATAN Bidang Teknologi Energi Nuklir Ir. Suryantoro, MT menyampaikan  terima kasihnya kepada para purnabakti PTBGN dan seluruh pegawai yang telah berkarya memajukan PTBGN. Beliau berharap semoga PTBGN ke depan dapat meningkatkan partisipasinya dalam meningkatkan kesejahteraan bangsa Indonesia. Ulang Tahun Emas PTBGN ini dijadikan momentum untuk melakukan transfer knowledge dari senior ke junior di lingkungan PTBGN. Gap kompetensi dan penguasaan teknologi eksplorasi, penambangan, dan pengolahan bahan galian nuklir diharapkan dapat diantisipasi dan diminimalisir.

Untuk meningkatkan pola hidup sehat dan semangat untuk berkarya diberikan motivasi oleh tim Mental Coaching Character, Saudara Anrio Marfizal. Beliau memaparkan bahwa kebahagiaan sebagai kunci dalam kesuksesan. Hidup bahagia dapat meningkatkan semangat dalam bekerja dan berkarya, hidup lebih bertanggung jawab, bersyukur, dan terutama dapat memperpanjang umur. Materi ini sangat tepat bagi pegawai dan para purnabakti dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Kegiatan memperingati 50 tahun berdirinya PTBGN yang awalnya bernama Direktorat Survei Geologi (DSG), BATAN, dan peluncuran buku Uranium Indonesai dihadiri oleh Deputi TEN, seluruh pegawai, pejabat struktural dan fungsional, dan para purnabakti. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman kantor PTBGN, Jalan Lebak Bulus  Raya Nomor 9 , Pasar Jumat, Jakarta Selatan. (res/pkdi)

(Jakarta, 21/06/2019). Pada hari Kamis tanggal 20 Juni 2019, beberapa pelaku industri berkunjung ke Pilot Plant Pemisahan Logam Tanah Jarang, Uranium dan Thorium (PLUTHO). PLUTHO merupakan salah satu ikon fasilitas di Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir (PTBGN)-BATAN. Pelaku industri tersebut antara lain Ian Higgins dan Alan M'Clellan dari Less Common Metals, Inggris; Hu Qilai dari Cina; dan Wendra dari PT Timah. Mereka diterima langsung oleh Kepala PTBGN, Yarianto S. Budi Susilo didampingi para engineer dan peneliti PTBGN.  Logam Tanah Jarang (LTJ) adalah komoditas strategis yang menjadi incaran pelaku bisnis teknologi maju. LTJ banyak dijumpai dalam mineral radioaktif, salah satunya monasit yg merupakan produk samping pengolahan timah. Kemampuan pengembangan teknologi BATAN telah menarik perhatian untuk penjajakan kerja sama dalam pengembangan skala industri. Dalam kunjungan tersebut dilakukan diskusi dan  bertukar informasi secara umum mengenai proses pemisahan, produk, regulasi bahan radioaktif, pengelolaan limbah, dan lain lain.

Kurnia Trinopiawan­, engineer PTBGN, memberikan penjelasan teknis proses PLUTHO dan mutu produk, sementara Dani Poltak  memberikan penjelasan terkait pengelolaan limbah PLUTHO selama proses operasi. (yar)

(Jakarta, 20/06/2019). Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir (PTBGN)-BATAN mengadakan kegiatan bimbingan teknis dengan tema "Peningkatan Kompetensi Bengkel Mekanik 1". Bimbingan teknis berlangsung dari tanggal 17–19 Juni 2019. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para pegawai PTBGN, khususnya di bidang mekanik. Penanggung jawab kegiatan ini adalah Bidang Keselamatan Kerja dan Instalasi Penambangan (KKIP), PTBGN.

Pada kegiatan bimbingan teknis ini, PTBGN turut menghadirkan Ir. Sopar Napitupulu, M.M. sebagai narasumber. Beliau merupakan salah satu asesor dari Lembaga Sertifikasi Profersi Las. Materi yang diberikan yaitu pengelasan, teknik pemotongan, dan teknik pengeboran pada material logam. Materi tersebut dapat diterapkan dan diaplikasikan untuk menghasilkan suatu produk yang dapat digunakan sesuai dengan fungsinya.

(Jakarta, 13/05/2019). Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - Badan Tenaga Nuklir Nasional (PTBGN-BATAN) telah mengadakan sosialisasi Sistem Manajemen BATAN (SMB) pada Jumat (03/05) yang dilaksanakan di ruang rapat utama Uranium. Bapak Rusbani Kurniawan dari Pusat Standardisasi dan Mutu Nuklir (PSMN) hadir sebagai narasumber. Sebagian besar peserta merupakan CPNS atau pegawai baru di PTBGN-BATAN. Sosialisasi SMB bertujuan untuk memberikan pengenalan sekaligus pemahaman kepada peserta terkait dengan Sistem Manajemen BATAN terutama kepada CPNS atau pegawai baru.

PTBGN mengadopsi 2 sistem manajemen yaitu Sistem Manajemen Mutu (SMM) serta Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Sistem Manajemen BATAN memiliki 3 standar yang tersertifikasi yaitu Sistem Manajemen Mutu, Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Sistem Manajemen Lingkungan. Penggunaan standar ini menyesuaikan dengan kebutuhan dan kegiatan dari masing-masing unit kerja. SMB sendiri merupakan penyesuaian dari standar yang digunakan seperti pada ISO 9001:2015, ISO 14001:2015 dan OHSAS 18001:2007 dengan kegiatan dan fungsi yang dilaksanakan di BATAN. Ketiga standar tadi telah terintegrasi dalam SMB sehingga BATAN tidak perlu lagi mensertifikasikan setiap unit kerja dengan masing-masing standardisasi. Hal ini tentu saja membuat BATAN menjadi lebih efisien dan efektif dalam sertifikasi standar yang digunakan. Sosialisasi yang dilaksanakan tersebut menjelaskan klausul yang terdapat pada SMB.