sucofindo
SDM Nuklir
HUT RI
SDM Nuklir BATAN
Tomo Graphy
peresmian gedung radiosiotop
korupsi
kedelai
Radiofarmaka

(Tangsel, 20/05/2019) Pada tanggal 5-10 Mei 2019 Perwakilan dari Indonesia adalah Dr. Djarot Sulistio Wisnubroto (BATAN) ditugaskan untuk menghadiri pertemuan “Seminar 3 Joint Laboratory on HTGR “  Di Tiongkok. Pertemuan ini dihadiri dari beberapa negara, jumlah peserta ± 30 orang. Metode seminar : Presentasi, Diskusi dan Kunjungan ke Fasilitas.

Hadiah Total Rp 6.000.000,00 untuk 3 Makalah Terbaik !!!

Poster Seminar GNSDT 2019

Tema

“Pengelolaan Bahan Galian Nuklir untuk Mendukung Industri Mineral di Indonesia”

Waktu dan Tempat

  • Tempat: Gedung Pertemuan PAIR-BATAN, Jalan Lebak Bulus Raya No. 9, Pasar Jumat  Jakarta Selatan
  • Waktu: Rabu, 16 Oktober 2019

Pembicara Kunci dengan Topik Bahasan:

  • Kebijakan Daur Bahan Bakar Nuklir
  • Perkembangan terkini eksplorasi dan penambangan bahan galian nuklir
  • Regulasi penambangan logam tanah jarang
  • Ekstraksi logam tanah jarang dari bahan galian nuklir
  • Peran BUMN dalam perkembangan industri mineral Indonesia

Latar Belakang

Pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai saat ini masih tergantung dengan sektor penjualan sumber daya alamnya dalam bentuk material mentah seperti emas, timah, batu bara dan sebagainya. Untuk menjaga amanat UUD 45 pasal 33, pemerintah berupaya membuat terobosan kebijakan yang bisa meningkatkan nilai tambah bahan galian dan bahan tambang. 

Undang Undang No. 4 Tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara mengamanatkan peningkatan nilai tambah  mineral melalui kegiatan pengolahan dan pemurnian di dalam negeri dan sejak 12 Januari 2014 pemegang IUP Operasi produksi dan pemegang kontrak karya dilarang melakukan penjualan bijih (raw material/ore) ke luar negeri. Dengan lahirnya UU ini peluang untuk menjaga pengeloaan sumber daya alam secara efektif dan efisien bisa terwujud.

Seminar ini diharapkan mampu menjadi wadah para peneliti, praktisi, dan akademisi untuk memperkenalkan hasil-hasil riset mereka, berbagi ide riset, serta menciptakan peluang kerja sama riset. Khusus dunia eksplorasi dan pertambangan, karena Indonesia kaya sumber daya alam, maka riset sangat diperlukan dalam rangka meningkatkan nilai tambah dalam hal kuantitas dan kualitas bahan galian nuklir dan bahan tambang lainnya. Diharapkan dengan adanya riset, Indonesia mampu melakukan eksplorasi, eksploitasi, dan pengolahan secara mandiri  untuk kemakmuran masyarakat.

Tujuan

  • Media pertukaran informasi hasil-hasil riset ilmiah terkini di bidang pertambangan untuk mendukung amanat UU No. 4 Tahun 2009.
  • Memfasilitasi para peneliti, praktisi dan akademisi dalam bertukar ide dan pengalaman serta menciptakan peluang kerja sama riset.

 Ruang Lingkup

  • Ilmu kebumian: geosains, geologi bahan galian, geologi teknik, geologi mineral, geofisika, dan aplikasi riset dalam bidang kebumian.
  • Teknologi eksplorasi, penambangan, dan pengolahan mineral dan logam.
  • Lingkungan dan pengendalian dampak lingkungan.
  • Regulasi yang berkaitan dengan kegiatan eksplorasi dan pertambangan.
  • Ekonomi tambang, perhitungan sumber daya dan cadangan.

Pendaftaran

  • Keikutsertaan peserta dalam Seminar Geologi Nuklir dan Sumber Daya Tambang Tahun 2019 tidak dipungut biaya.
  • Pendaftaran untuk pemakalah dilakukan dengan mengirimkan abstrak lengkap (extended abstract) melalui pos, surel, atau faksimile paling lambat tanggal 25 Juli 2019.
  • Pendaftaran peserta paling lambat tanggal 1 Oktober 2019.

Sekretariat

Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir

Jl. Lebak Bulus Raya No. 9, Pasar Jumat Jakarta Selatan 12440.

Tel./Faks.: (021)7691775 Faks.: (021)7691977, Surel: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Narahubung (Telp./WA)

  • Kurnia Trinopiawan [081 5875 8158]
  • Tyto Baskara [0838 4710 7900]

(Tangerang Selatan, 14/05/2019) Pada suatu hari pengemudi kendaraan pengangkut limbah radioaktif cair (LRC) berencana untuk melakukan pemindahan LRC yang telah diambil pada hari sebelumnya ke tangki penampungan di Unit Evaporasi. Setelah merangkai pemipaan, kemudian dilakukan proses pemindahan, namun karena suatu keperluan, pengemudi tersebut meninggalkan tempat kerja kembali ke ruangan tanpa menyerahkan pengawasan pekerjaan ke petugas lain. Tidak lama setelah pengemudi keluar gedung, seseorang menyelinap masuk dan memindahkan aliran LRC ke bak kontrol di samping gedung dan meninggalkan lokasi begitu saja. 

(Jakarta, 13/05/2019). Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - Badan Tenaga Nuklir Nasional (PTBGN-BATAN) telah mengadakan sosialisasi Sistem Manajemen BATAN (SMB) pada Jumat (03/05) yang dilaksanakan di ruang rapat utama Uranium. Bapak Rusbani Kurniawan dari Pusat Standardisasi dan Mutu Nuklir (PSMN) hadir sebagai narasumber. Sebagian besar peserta merupakan CPNS atau pegawai baru di PTBGN-BATAN. Sosialisasi SMB bertujuan untuk memberikan pengenalan sekaligus pemahaman kepada peserta terkait dengan Sistem Manajemen BATAN terutama kepada CPNS atau pegawai baru.

PTBGN mengadopsi 2 sistem manajemen yaitu Sistem Manajemen Mutu (SMM) serta Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Sistem Manajemen BATAN memiliki 3 standar yang tersertifikasi yaitu Sistem Manajemen Mutu, Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Sistem Manajemen Lingkungan. Penggunaan standar ini menyesuaikan dengan kebutuhan dan kegiatan dari masing-masing unit kerja. SMB sendiri merupakan penyesuaian dari standar yang digunakan seperti pada ISO 9001:2015, ISO 14001:2015 dan OHSAS 18001:2007 dengan kegiatan dan fungsi yang dilaksanakan di BATAN. Ketiga standar tadi telah terintegrasi dalam SMB sehingga BATAN tidak perlu lagi mensertifikasikan setiap unit kerja dengan masing-masing standardisasi. Hal ini tentu saja membuat BATAN menjadi lebih efisien dan efektif dalam sertifikasi standar yang digunakan. Sosialisasi yang dilaksanakan tersebut menjelaskan klausul yang terdapat pada SMB.

(TangSel, 07/05/2019) “8th Meeting of the Working Group on Radioactive Source Security (WGRSS)Pada Pertemuan meeting ini dihadiri dari berbagai negara diantaranya : Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Kamboja, Vietnam, Singapura, Mesir, Maroko, Amerika Serikat, Kanada, Kuba, Yordania, Paraguai, Sudan, Macedonia, Hungaria, peserta yang menghadiri pertemuan meeting berjumlah 70 orang semua adalah  negara anggota IAEA yang berasal dari institusi regulator maupun operator di negaranya masing-masing.