Gedung STTN dan Fasilitas
Sertifikasi Mahasiswa STTN
Pembelajaran di STTN
Kerjasama
Wisuda dan Alumni
Pengabdian Masyarakat

(Yogyakarta, 31/7/17). Dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 17 tahun 2013, disebutkan bahwa jabatan fungsional dosen yang selanjutnya disebut jabatan akademik dosen adalah kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak seseorang dosen dalam suatu satuan pendidikan tinggi  yang dalam pelaksanaannya didasarkan pada keahlian tertentu serta bersifat mandiri.

Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN-BATAN) sebagai salah satu Perguruan Tinggi di Indonesia terus meningkatkan mutu pendidikan, diantaranya dengan menambah jumlah dosen, meningkatkan kualitas dosen dan juga kompetensinya, termasuk dengan memberikan perhatian lebih pada jabatan fungsional bagi para dosen di STTN.  Bekerjasama dengan Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi (BSDMO)-BATAN yang menangani urusan kepegawaian seperti kenaikan pangkat dan jabatan fungsional dosen di BATAN, pada hari Kamis, 27 Juli 2017, STTN menyelenggarakan sosialisasi jabatan fungsional dosen dengan nara sumber Mochammad Panji Pujasakti dan Andrianto Santoso dari Kemenristek Dikti.

(Yogyakarta, 17/7/17). Alumni merupakan aset penting dalam memberikan kontribusi untuk meningkatkan kualitas pendidikan almamaternya. STTN sebagai kampus di bawah Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) yang fokus pada bidang iptek nuklir, memiliki alumni yang tersebar luas dan berkecimpung dalam teknologi kenukliran. Bagi alumni melepaskan status sebagai mahasiswa, bukan berarti menghilangkan ikatan dengan kampusnya. Ilmu pengetahuan dari kampus yang telah ia aplikasikan dalam dunia kerja dan pengalaman yang didapatkan selama studi lanjut atau pada dunia kerja dapat menjadi masukan untuk kampus almamaternya.

(Yogyakarta, 6/7/17). “Perbaikan diri itu ada tiga syarat. Pertama, kita benar-benar merasa salah, kedua menyadari bahwa kita pernah menyakiti hati orang lain dan yang ketiga kita berusaha memperbaiki kesalahan tersebut,” tutur Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Prof. Dr. Djarot Sulistio Wisnubroto pada acara syawalan Kepala BATAN dengan Keluarga KORPRI Unit Kawasan Nuklir Yogyakarta BATAN, Kamis tanggal 6 Juli 2017 di gedung Auditorium Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) BATAN. “Sebagai pimpinan BATAN, tentunya potensi melakukan kesalahan itu besar, oleh karena itu, dalam kesempatan ini saya mengucapkan mohon maaf lahir dan batin,” lanjutnya.

(Yogyakarta, 24/05/2017) – “Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Yogyakarta (STTN) adalah perguruan tinggi kedinasan yang menghasilkan tenaga profesional di bidang iptek nuklir,” demikian  disampaikan Ketua STTN, Edy Giri Rachman Putra, Ph.D. pada acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Dormitory dan Gedung Irradiator di Yogyakarta, Rabu (24/05).

“Irradiator itu nantinya tidak semata-mata untuk praktikum mahasiswa saja, namun yang lebih penting adalah untuk meningkatkan kemampuan dan memberikan sesuatu yang berharga kepada masyarakat,” kata Edy Giri.

(Yogyakarta, 22/05/2017) Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) menggelar temu pelanggan di Cifest Hotel Cikarang, Sabtu (20/05). Temu palanggan ini mempertemukan para pelaku industri yang mempekerjakan Sumber Daya Manusia (SDM) lulusan STTN. Kegiatan ini digelar dengan tujuan untuk mendapatkan masukan dari pelanggan tentang profil dan kompetensi lulusan STTN yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri di Indonesia. Masukan itu sangat penting karena merupakan upaya penyempurnaan layanan STTN, meliputi layanan akademik, kurikulum maupun kompetensi yang harus dimiliki alumni STTN, mengingat STTN adalah perguruan tinggi vokasional yang mengedepankan penguasaan skill tanpa mengurangi kualitas penguasaan dari sisi keilmuan (teori).