Gedung STTN dan Fasilitas
Sertifikasi Mahasiswa STTN
Pembelajaran di STTN
Kerjasama
Wisuda dan Alumni
Pengabdian Masyarakat

(Yogyakarta, 23/2/17). Section Head Cooperation for Asia Pacific 1 (TCAP-1), IAEA, Mr. Oscar Acuna, dan Programme Management Officer (PMO), Office of Public Information and Communication (OPIC), IAEA, Mr. Gashaw G. Wolde pada hari Rabu, 22 Februari 2018 melaksanakan kunjungan ke Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN. Kunjungan ke STTN kali ini bertujuan untuk mengetahui secara langsung sekolah tinggi kenukliran di bawah BATAN yang ada di Yogyakarta. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian kunjungan IAEA ke BATAN Pusat yang telah dilaksanakan sebelumnya, guna mengevaluasi implementasi kerjasama BATAN-IAEA dari proyek kerja sama teknik National (National Technical Cooperation Project) periode 2016 – 2017 serta memperoleh penjelasan mengenai proyek nasional yang akan diimplementasikan pada tahun 2018 – 2019.

(Yogyakarta, 21/2/18). Dr. Bin Fei, Associate Professor dari Institute of Textile and Clothing (ITC), the Hongkong Polytechnic University berkesempatan mengunjungi Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN) pada hari Senin, 19 Februari 2018. Dalam kunjungan tersebut, Dr. Bin Fei memaparkan tentang organisasi Hongkong Polytechnic University dan juga beberapa penelitian yang dilakukan dengan memanfaatkan berkas elektron maupun iradiasi gamma untuk mensintesis smart fiber sebagai bahan tekstil. Dr. Bin Fei juga menyampaikan keinginanannya untuk melakukan karakterisasi dengan teknik nuklir (small-angle scattering) yang dilakukan oleh peneliti BATAN dalam memahami nanostruktur bahan yang disintesis.

(Yogyakarta, 1/2/18). Sekitar 57 siswa program kelas Bina Prestasi dan program 4 semester MAN 2 Ponorogo, melaksanakan kunjungan ke Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN), Rabu, 31 Januari 2018. Kunjungan dilaksanakan dengan tujuan memperkenalkan dunia kampus (STTN) serta memotivasi siswa guna melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

Dra. Lilik Setiyowati selaku wakil dari MAN 2 Ponorogo menyampaikan bahwa banyak dari siswanya yang belum mengenal tentang STTN dan juga iptek nuklir. “Semoga setelah dilaksanakannya kunjungan ke STTN, siswa akan mengetahui apa itu STTN dan iptek nuklir, dan kami berharap akan ada siswa dari MAN 2 Ponorogo yang bisa bergabung dengan STTN,” ungkap Lilik. Pada kesempatan terpisah, beliau juga menyampaikan kemungkinan MAN 2 Ponorogo melaksanakan kerjasama dengan STTN, khususnya terkait dengan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) bagi siswa didiknya.

(Yogyakarta, 31/1/18). Salah satu fasilitas yang diberikan Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN) bagi mahasiswa adalah diberikannya kesempatan untuk memperoleh Surat Izin Bekerja Petugas Proteksi Radiasi (SIB PPR). Guna mempersiapkan bahan ajar yang akan digunakan, pada hari Senin 29 Januari 2018 bertempat di STTN, dilaksanakan workshop penyiapan bahan ajar pelatihan PPR. Workshop diselenggarakan dengan menghadirkan Ir. Bagiyono, M. Sc dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan BATAN (Pusdiklat BATAN) sebagai narasumber. Peserta workshop adalah dosen dan calon pengajar pelatihan PPR.

Toto Trikasjono, ST, M. Kes selaku pembantu ketua II bidang administrasi umum dalam sambutannya menyampaikan bahwa selain membekali mahasiswa dengan kompetensi dari masing-masing program studi, STTN juga menambah bekal bagi mahasiswa untuk terjun ke dunia kerja dengan memfasilitasi mereka mendapatkan lisensi SIB PPR. ”Dalam pelatihan PPR nanti, hendaknya setiap pengajar memiliki cara, sehingga materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh peserta. Lisensi SIB PPR bisa menjadi bekal bagi mereka kelak saat di dunia kerja,” ungkapnya.

(Yogyakarta, 31/1/18). Dalam rangka mendapatkan masukan untuk perumusan visi STTN serta persiapan rencana strategis (renstra) tahun 2020, pada hari Jum’at, 26 Januari 2018 dilaksanakan pertemuan antara senat Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN - BATAN) dengan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) yang bertempat di STTN.

Drs. Hendriyanto Hadi Tjahyono, M. Sc selaku Sekretaris Utama BAPETEN dalam presentasinya menyampaikan bahwa STTN dan perguruan tinggi lain yang bergerak dalam bidang nuklir merupakan institusi yang membantu BAPETEN dalam pengembangan tenaga nuklir. Hal ini dikarenakan dalam beberapa persyaratan izin selalu dipersyaratkan harus dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kompetensi, diantaranya adalah para alumni STTN. “Biasanya persyaratan kompetensi dipenuhi dengan cara diklat, namun dengan cara ini peserta masih dirasa belum mendapatkan pengalaman. Hal ini akan berbeda dengan alumni STTN yang telah mempelajari dan mempraktekkan teknologi nuklir selama empat tahun belajar di STTN,” jelas Hendri.