Gedung STTN dan Fasilitas
Sertifikasi Mahasiswa STTN
Pembelajaran di STTN
Kerjasama
Wisuda dan Alumni
Pengabdian Masyarakat

(Nakhon Ratchasima, Thailand, 2 – 5 April 2018). Synchrotron Light Research Institute (SLRI) yang berada di Technopolis of Suranaree University of Technology (SUT), Nakhon Ratchasima, Thailand (sekitar 250 km sebelah Timur Laut kota Bangkok), merupakan fasilitas X-ray synchrotron terbesar di kawasan Asia Tenggara, berdaya 1.2 GeV. Di samping dimanfaatkan oleh peneliti-peneliti Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) sebagai implementasi Memorandum of Understanding (MoU) antara BATAN dan SLRI yang telah ditandatangani tahun 2015 oleh Kepala BATAN, Prof. Dr. Djarot S. Wisnubroto dengan Direktur SLRI, Prof. Wng. Cmdr. Dr. Sarawut Sujitjorn, SLRI dimanfaatkan pula untuk pengembangan pendidikan, pembelajaran sekaligus penelitian oleh mahasiswa dan dosen Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) - BATAN.

(Yogyakarta, 29/3/18). Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN) dan Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Yogyakarta (FBS – UNY), secara bersama – sama bersepakat untuk menjalin kerja sama guna peningkatan kemampuan dan keterampilan berbahasa dan seni. Hal tersebut ditandai dengan dilaksanakannya penandatanganan perjanjian kerja sama antara STTN dengan FBS UNY pada hari Kamis, 29 Maret 2018 antara Ketua STTN, Edy Giri Rachman Putra, Ph. D dengan Dekan FBS – UNY, Prof. Dr. Endang Nurhayati, M. Hum, bertempat di Pusat Layanan Akademik (PLA), UNY.

(Yogyakarta, 7/3/18). Loka Pemantauan Tapak Lingkungan (LPTL) – Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) atau yang lebih dikenal dengan sebutan Loka Jepara yang sebelumnya dikelola oleh Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir (PKSEN) – BATAN, pada tahun 2018 ini akan dialih fungsikan ke Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) – BATAN. Guna meningkatkan pemahaman teknologi nuklir serta mengenal dan menyambung tali silaturahmi, pada hari Rabu, 7 Maret 2018, keluarga besar Loka Jepara melaksanakan kunjungan ke STTN.

“Selamat datang keluarga besar Loka Jepara di satu-satunya kampus nuklir Indonesia,” demikian disampaikan Ketua STTN, Edy Giri Rachman Putra, Ph. D pada awal sambutannya. Kunjungan ini menjadi awal yang baik bagi STTN dan keluarga Loka Jepara untuk saling mendekatkan diri, saling mengenal. “Ini adalah kesempatan yang baik, karena dalam waktu dekat STTN dan Loka Jepara akan bergabung menjadi satu,” jelasnya.

(Surakarta, 5 Maret 2018). Ketua STTN (Edy Giri Rachman Putra, Ph.D), berkesempatan tampil sebagai pembicara pada Seminar Nasional Nuklir untuk Kesejahteraan Manusia dalam rangka Dies Natalis ke 42 Universitas Sebelas Maret. Seminar Nasional diselenggarakan di Aula Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam – Universitas Sebelas Maret (FMIPA UNS) Gedung C. Ketua STTN mempresentasikan materi berisi pengenalan mengenai BATAN sebagai lembaga penelitian yang fokus pada pemanfaatan iptek nuklir, aplikasi iptek nuklir pada bidang non energi serta pemaparan mengenai fasilitas STTN yang terbuka bagi siapapun yang tertarik untuk mengembangkan iptek nuklir untuk kesejahteraan.

(Yogyakarta, 27/2/18). “Kerjasama antar Perguruan Tinggi memiliki tujuan untuk saling memperkuat, sehingga perlu dipikirkan substansi serta desain kerjasama untuk mencapai hasil yang diharapkan.,” demikian disampaikan Kepala Biro Hukum, Humas dan Kerjasama (BHHK) – Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Ir. Eko Madi Parmanto dalam acara pembahasan perancangan kerjasama antara Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN-BATAN) dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Sebelas Maret (UNS) serta Universitas Serambi Mekkah (USM), pada hari Rabu, 27 Februari 2018 di salah satu ruang rapat STTN. Menurut beliau, selain dimanfaatkan oleh masing-masing institusi yang melaksanakan kerjasama, BATAN juga banyak diuntungkan, karena akan semakin banyak stake holder yang paham tentang nuklir.