Gedung STTN dan Fasilitas
Sertifikasi Mahasiswa STTN
Pembelajaran di STTN
Kerjasama
Wisuda dan Alumni
Pengabdian Masyarakat

(Yogyakarta, 12/5/18). Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN-BATAN) berkesempatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Olimpiade Perguruan Tinggi Kedinasan (OPTK) 2018 yang ke-10. Dengan mengusung tema “Birukan arena, jadilah juara”, kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari dimulai dari tanggal 11 – 13 Mei 2018 tersebut menyelenggarakan 20 cabang pertandingan dan perlombaan yang diikuti 1900 peserta dari 23 perguruan tinggi kedinasan di Indonesia. Dalam penyelenggaraan OPTK kali ini, STTN bekerja sama dengan Akademi Angkatan Udara (AAU) sebagai mitra tempat penyelenggaraan selain di STTN.

(Yogyakarta, 3/5/18). Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN) terus berupaya meningkatkan jejaring kerja sama demi peningkatan mutu pendidikannya. Salah satu bentuk peningkatan kerja sama tersebut diwujudkan dengan dilaksanakannya penandatanganan naskah perjanjian kerja sama antara STTN – BATAN dengan Akademi Angkatan Udara (AAU), Yogyakarta tepat di hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2018, oleh Ketua STTN, Edy Giri Rachman Putra, Ph. D dengan Gubernur AAU, Marsekal Muda TNI Sri Mulyo Handoko, S. IP, M. AP dan disaksikan Sekretaris Utama BATAN, Ir. Falconi Margono, MM di gedung Auditorium STTN, Rabu (02/05)

(Yogyakarta, 2/5/18). Setiap tanggal 2 Mei, Bangsa Indonesia memperingati hari Pendidikan Nasional yang merupakan hari lahir Ki Hadjar Dewantara, seorang tokoh pelopor pendidikan di Indonesia. Bagi Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN-BATAN), peringatan hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei 2018 yang memiliki tema “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan” menjadi momen yang sangat istimewa. Untuk pertama kalinya, STTN – BATAN memperingati hari Pendidikan Nasional dengan melakukan upacara di halaman gedung STTN-BATAN yang diikuti oleh mahasiswa serta seluruh pegawai.

(Yogyakarta, 16/4/18). Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN-BATAN) menjadi tempat penyelenggaraan kegiatan Regional Training Course for Teachers to Introduce Nuclear Sciences in Secondary Schools through Innovative Approaches IAEA yang pertama. Kegiatan ini dirumuskan dan diusulkan dalam IAEA Meeting Forum (Pilot Project Compendium, IAEA) pada tahun 2017 yang juga diselenggarakan di STTN. Diikuti oleh 28 peserta dari 16 negara (Kamboja, China, Jordania, Laos, Malaysia, Mongolia, Myanmar, Nepal, Oman, Pakistan, Filipina, Sri Lanka, Thailand, Vietnam, Indonesia dan Lebanon). Kegiatan Regional Training Course akan berlangsung selama 2 minggu, dimulai dari tanggal 16 sampai dengan 27 April 2018.

(Yogyakarta, 13/4/18). Berbekal paper ilmiah dengan judul “Pemasukan Opsi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir –Thorium (PLTN-Thorium) dalam Kebijakan Energi Nasional (KEN) Merupakan Langkah Multi Hasil untuk Menyelesaikan Permasalahan Perubahan Iklim dan Ketersediaan Energi” Yudisti Nur Hidayat, mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN) program studi Elektro Mekanika 2016 berhasil menyabet gelar most favorite speaker kategori sub tema Perubahan Iklim dan Kebijakan Energi pada Seminar Nasional Bumi dan Atmosfer 2018 (Senba 2018) yang merupakan rangkaian acara NATSEC (National Atmospheric and Earth Science) Fair 2018.

 

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Himpunan Taruna Meteorologi dan Klimatologi - Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (HTMK – STMKG) tersebut dilaksanakan pada hari Kamis, 22 Maret 2018 di Kampus STMKG, Jl Perhubungan I No 5, Pondok Betung, Pondok Aren, Pd. Betung, Tangerang Selatan, Banten 15221 untuk memperingati hari Meteorologi ke 68 yang jatuh pada tanggal 23 Maret 2018.

 

Dijelaskan oleh Yudisti, peserta Senba 2018 merupakan peserta prosiding yang telah lolos seleksi dari 256 abstrak menjadi 48 abstrak oral dan 18 poster. Prosiding tersebut akan di terbitkan dalam jurnal ilmiah Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG).

 

Lebih lanjut Yudisti menjelaskan bahwa acara diawali dengan seminar bertemakan “Weather Knowledge for Climate Action” yang disampaikan oleh 2 pemateri yaitu Dr.rer.nat. Abdul Haris (Dekan FMIPA Universitas Indonesia) dan Drs.R.Mulyono Rahadi Prabowo, M.Sc (Deputi Bidang Meteorologi, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika), kemudian dilanjutkan dengan kegiatan sidang oral. Sidang oral dilakukan terpisah sesuai dengan sub tema paper yang diajukan, yaitu (1) Meteorologi, Klimatologi, dan Oseanografi; (2) Polusi udara dan permasalahan lingkungan, (3) Kebencanaan hidrometeorologi, (4) Inovasi instrumentasi dan teknologi kebumian, (5) Perubahan iklim dan kebijakan energi dan (6) Seismologi dan Geofisika terapan interaksi Bumi-Atmosfer.(tek)