Gedung STTN dan Fasilitas
Sertifikasi Mahasiswa STTN
Pembelajaran di STTN
Kerjasama
Wisuda dan Alumni
Pengabdian Masyarakat

Jakarta – Humas BRIN, Politeknik Teknologi Nuklir Yogyakarta, sebelumnya bernama Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) merupakan perguruan tinggi kedinasan yang fokus pada pemenuhan kebutuhan peningkatan SDM Indonesia yang terdidik dan profesional di bidang teknologi nuklir. Perubahan status STTN menjadi Politeknik Teknologi Nuklir didasarkan pada Permenristekdikti Nomor 54 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Program Diploma dalam Sistem Terbuka pada Perguruan Tinggi. 

Politeknik Teknologi Nuklir diresmikan pada 30 Oktober 2021 sebagai tindak lanjut dari Peraturan BRIN No 13/2021 yang telah diundangkan sejak 28 Oktober 2021, serta PP 4/2012 tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Pendidikan Tinggi. Selanjutnya, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko melantik Zainal Arief sebagai Direktur Politeknik Teknologi Nuklir, Kamis (17/02).

Sebelumnya Zainal Arief menjabat sebagai Direktur Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) periode 2013 -2021. Di bawah kepemimpinan pria kelahiran 28 Januari 1967 ini, PENS menjadi Politeknik yang mandiri dan berkembang pesat, bahkan menjadi politeknik terbaik di Indonesia pada tahun 2017.

Penunjukan Zainal Arief sebagai Direktur Politeknik Teknologi Nuklir didasarkan atas hasil asesmen yang dilaksanakan pada tanggal 2 November 2021. Dari tiga calon yang mengikuti asesmen, Zainal Arif yang memenuhi kriteria dan dikukuhkan sebagai Direktur Politeknik Teknologi Nuklir.

Ia menyelesaikan jenjang pendidikan Diploma III jurusan elektro di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya pada tahun 1988, melanjutkan ke jenjang strata 1 (S1) pada jurusan elektronika di perguruan tinggi yang sama dan lulus pada tahun 1993.

Tak berhenti hingga di jenjang S1, Zainal melanjutkan ke jenjang S2 jurusan elektronika medika di ITS, dan ia selesaikan pada tahun 2005. Selanjutnya ia menempuh jenjang S3 di Nara Institute of Science and Technology, Japan dan mendapatkan gelar Dr. Eng. pada tahun 2011.

Sebagai insan akademisi, Zainal Arief sangat aktif melakukan berbagai penelitian sejak tahun 2014 – 2020. Berbagai penelitian yang telah dilakukan antara lain : Desain dan Implementasi Prototipe Robot Tangan (Prostetic Hand) untuk membantu pasien Amputasi pada tahun 2014.

Ia juga melakukan penelitian yang berjudul PRIMO (PENS Robotics Intelligent Mover) Sebagai Sarana Transportasi Modern Dimasa Depan Untuk Meningkatkan Produktivitas Logistik diberbagai Sektor Industri pada tahun 2019. Di tahun yang sama, ia juga melakukan penelitian dengan judul Pengembangan Sistem Multi Dimensi Citra Ekokardiografi Untuk Mendeteksi Penyakit Jantung Pada Aplikasi Kios Kesehatan. Pada tahun 2020 Zainal Arief melakukan penelitian dengan judul Robot penghisap Covid-19 untuk membantu operasi dokter gigi.

Dari berbagai penelitian yang ia lakukan, telah menghasilkan dua paten yakni Desain Sistem Penggerak Anti Surface Tilting Pada Robot Automated Guided Vehicle (Agv), Nomor Permohonan S00202001685, No Pengumuman 2020/Sid/01126, Paten Sederhana, 28 Feb 2020. Selain itu, ia juga memperoleh paten terkait Sistem Kontrol Konverter Sepic-Dua Arah Sebagai Optimasi Daya Pada Penyimpan Energi Listrik Fotovoltaik, No Permohonan P00201903638, No Pengumuman: 2020/01502. (pur)

Sumber: https://www.brin.go.id/mengenal-sosok-direktur-politeknik-teknologi-nuklir-pertama/