Gedung STTN dan Fasilitas
Sertifikasi Mahasiswa STTN
Pembelajaran di STTN
Kerjasama
Wisuda dan Alumni
Pengabdian Masyarakat

(Yogyakarta, 11 September 2021). Pada hari Rabu, 1 September 2021, telah dilaksanakan pembahasan perjanjian kerja sama antara Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) dengan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG-UGM). Pembahasan ini merupakan pertemuan kedua setelah sebelumnya menjajagi kebutuhan adanya kerja sama diantara kedua pihak. Pembahasan difasilitasi oleh Biro Hukum Humas dan Kerja Sama (BHHK OR TN BRIN), Subkoordinator Kerja Sama Dalam Negeri (V. Dewi Koorag, SH, dan Devina Prajna, SH)

Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerjasama FKG UGM, drg. Trianna Wahyu Utami, MDSc., Ph.D. menyampaikan urgensi kerja sama ini setidaknya menaungi kebutuhan antara lain; 1). Jika ada peserta didik maupun dosen yang akan melakukan penelitian agar sudah terpayungi dalam satu perjanjian kerja sama. 2). Adanya inisiasi merdeka belajar, kampus merdeka memerlukan adanya implementasi kerja sama untuk pendidikan. 3). Kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi akan bisa dikawal, dilaksanakan khususnya terkait Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).

Plt Ketua STTN, Dr. Eng. Sukarman, M.Eng dalam sambutannya menyampaikan bahwa pada saat ini sedang terjadi transisi kelembagaan STTN menuju Poltek Nuklir Indonesia, BATAN melebur ke BRIN. Meskipun demikian, tidak menjadikan masalah untuk tetap dilaksanakan penelitian bersama maupun bentuk kerja sama yang lain. Sukarman menyampaikan, “Saya mendukung penuh kegiatan ini, harapannya sampai pada hilirisasi produk yang akan memberikan kemanfaatan kepada masyarakat. Juga akan terjadi diseminasi iptek nuklir dalam penelitian bersama ini,” ungkapnya.

Dewi Koorag dalam diskusi pembahasan tersebut mengingatkan agar perjanjian kerja sama mengatur kegiatan penelitian secara spesifik, sehingga akan mudah saat monitoring dan evaluasi implementasinya. Hal ini sejalan dengan arahan dari pimpinan agar kerja sama secara jelas menyebutkan kegiatan untuk menghasilkan produk tertentu. Jika selama ini perjanjian kerja sama mengatur secara umum, maka pada saat sudah jelas akan melakukan suatu kegiatan untuk menghasilkan produk tertentu maka agar disebutkan dalam judul perjanjian kerja sama. Perjanjian kerja sama yang akan dilaksanakan merupakan kegiatan penelitian drg. Kwartarini Murdiastuti, Sp.Perio(K)., Ph.D yang memanfaatkan fasilitas iradiasi untuk menemukan bahan alternative untuk pencangkokan gigi. Semoga akan semakin banyak kerja sama yang menghasilkan produk sehingga akan sangat menunjang STTN sebagai perguruan tinggi vokasi. (rtm)