Gedung STTN dan Fasilitas
Sertifikasi Mahasiswa STTN
Pembelajaran di STTN
Kerjasama
Wisuda dan Alumni
Pengabdian Masyarakat

(Yogyakarta, 8/9/21). Dalam rangka memberikan pengetahuan, membangun kesadaran mahasiswa tentang pentingnya penerapan literasi digital saat berkomunikasi di platform digital, Mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) mengikuti pembekalan literasi digital yang dilaksanakan oleh Kemenkominfo RI bekerjasama dengan Pusat Studi Kecerdasan Digital (PSKD) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga dan Siberkreasi. Pembekalan diikuti seluruh mahasiswa angkatan 2018 sampai dengan 2021 secara daring pada hari Rabu, 8 September 2021.

Dr. Eng. Sukarman, M. Eng selaku plt. Ketua STTN dalam sambutannya menyampaikan bahwa tantangan yang dihadapi Perguruan Tinggi dalam pengembangan kurikulum dalam era 4.0 adalah menghasilkan lulusan yang mempunyai kemampuan literasi baru, baik berupa data, teknologi maupun manusia yang berakhlak mulia berdasarkan pemahaman setiap agama. “Perguruan Tinggi perlu melakukan reorientasi pengembangan kurikulum yang mampu menjawab tantangan tersebut. Literasi digital merupakan kecakapan seseorang yang tidak hanya mampu mengoperasikan teknologi, namun juga dapat bermediasi digital yang penuh tanggung jawab dan produktif,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, menghadirkan Semuel A. Pangerapan (Ditjen Aptika Kemkominfo) dan Dr. Muhtadan, M. Eng (STTN) sebagai keynote speech. Adapun narasumber pelatihan adalah Prof. Alimatul Qibtiyah, Ph. D (Komisioner Komnas Perempuan), Muhammad Rashif Hilmi, M. Sc dengan materi Digital Skill, Nur Fitriyani Hardi, M. Psi dengan materi Digital Culture, Dian Eka Permanasari, M.A dengan materi Digital Ethic, dan Ferra Puspito Sari, M. Pd dengan materi Digital Safety. Keempat narasumber berasal dari PSKD UIN Sunan Kalijaga.

Acara yang berlangsung dari pukul 09.00 – 12.00 WIB tersebut berjalan dengan lancar dan disambut antusias oleh peserta. Sesi tanya jawab serta ice breaking sangat menggugah peserta pelatihan untuk terus menggali informasi lebih dalam terkait dengan literasi digital. Selaku plt. Ketua STTN, Sukarman berharap, setelah mengikuti pelatihan ini mahasiswa STTN akan mempunyai kompetensi literasi digital yang cukup, sehingga memiliki skill yang baik dalam memanfaatkan literasi digital dalam konteks era digital dan globalisasi tanpa batas. “Jadilah pemakai literasi digital yang terampil dan bertanggung jawab. Saring-saring dulu, baru sebar-sebar kemudian,” harapnya kepada peserta pelatihan. (tek)