Gedung STTN dan Fasilitas
Sertifikasi Mahasiswa STTN
Pembelajaran di STTN
Kerjasama
Wisuda dan Alumni
Pengabdian Masyarakat

(Yogyakarta, 2/10/20). “Apa yang dimaksud dengan sukses?,” tanya Dr. Yuli kepada mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN), mengawali materinya pada kuliah umum etika profesi, Kamis 1 Oktober 2020. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring pada masa pandemi Covid-19 kali ini, merupakan kuliah umum rutin yang diselenggarakan STTN bagi mahasiswa semester 8 menjelang wisuda. Menghadirkan Dr. Yuli Fajar Susetyo, M. Si Psikolog, dosen Fakultas Psikologi UGM selaku nara sumber, kuliah umum yang diikuti sekitar 101 mahasiswa tersebut, bertujuan untuk memberikan bekal bagi mahasiswa dalam persiapan mendapatkan pekerjaan yang diinginkan.

Dalam pemaparannya, Yuli menyampaikan profil SDM yang dibutuhkan sebuah perusahaan adalah bahwa pencari kerja itu harus competent (ahli di bidangnya), smart (cekatan, energik, kreatif, berpikir logis, perencanaan dan pencapaian tujuan, menyukai tantangan), mature (percaya diri, regulasi emosi, tidak mudah mengeluh, adaptif, ramah dan sopan), serta added value (komunikasi, kepemimpinan, bahasa asing dan IT). Menurutnya, seleksi adalah jalur pertama perusahaan untuk mendapatkan racun atau emas bagi perusahaan. Kredibilitas harus dijaga. Sekali melakukan pelanggaran etika, melakukan kecurangan, maka hal tersebut akan menjatuhkan kredibilitas yang tentu tidak mudah untuk membangunnya kembali.

Lebih lanjut Yuli menjelaskan tentang ciri-ciri orang sukses, yaitu memiliki impian dan cita-cita, rencana tindakan strategis, langkah nyata, keberanian dan daya juang, serta memiliki kesediaan berkorban/rasa sakit. Faktor sukses dipengaruhi oleh 5 hal, yaitu jujur, disiplin, bekerja lebih giat dari kebanyakan orang, memiliki suami/istri pendukung dan bergaul dengan baik.  Adapun bekal mental sukses, yaitu kesadaran diri, regulasi dan kontrol diri, tekad, ketekunan, motivasi dan resilensi (kemampuan untuk menjaga stabilitas). “Sukses adalah rasio antara apa yang mungkin kita capai dengan apa yang telah kita capai, serta mengetahui maksud anda dalam kehidupan, bertumbuh mencapai potensi maksimal, dan memberikan manfaat bagi sesama,” ungkapnya.

Yuli juga menjelaskan bahwa manusia terbagi menjadi tiga kriteria, yaitu orang yang wajib dilupakan, orang yang terlupakan dan orang yang layak untuk dikenang. Memilih pekerjaan pertaruhannya bukan sekedar lolos wawancara, tapi adalah bahagia atau tidak kita dengan pekerjaan tersebut. Selain itu, yang harus diingat jika mengalami kegagalan adalah jangan pernah berkata imposible dan jangan pernah putus harapan. “Kegagalan bukan untuk menghancurkan kita, tapi adalah untuk menempa kita menjadi lebih baik,” jelasnya.

Selain menyampaikan tentang ciri-ciri sukses, dalam kuliah umum etika profesi tersebut, Yuli juga memaparkan terkait dengan strategi menghadapi wawancara serta mengisi hari saat bekerja. Kegiatan yang dilaksanakan sekitar 90 menit tersebut, diikuti mahasiswa dengan antusias baik saat menyimak materi maupun saat sesi diskusi. (tek)