Gedung STTN dan Fasilitas
Sertifikasi Mahasiswa STTN
Pembelajaran di STTN
Kerjasama
Wisuda dan Alumni
Pengabdian Masyarakat

          

(Yogyakarta, 18 April 2017). Besarnya kebutuhan instrumentasi medis untuk diagnosis maupun terapi di setiap fasilitas kesehatan di Indonesia menuntut juga ketersediaan sumber daya manusianya yang memadai sebagai operator, perawat, maupun perekayasa. Dalam memenuhi ketersediaan SDM tersebut, Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) melalui program studi Elektronika Instrumentasi (Elins) telah menyelenggarakan peminatan instrumentasi medis sebagai upaya menghasilkan lulusan yang memiliki pengetahuan dalam mempelajari dan mengembangkan perangkat elektronika dan instrumentasi untuk aplikasi kesehatan.

Melihat peluang dan kebutuhan SDM instrumentasi medis yang semakin besar di tahun-tahun mendatang, maka beberapa program dan kegiatan seperti Forum Group Discussion (FGD), workshop, kerjasama maupun pengadaan beberapa peralatan penunjang laboratorium instrumentasi medis telah disiapkan dan diintensifkan mulai tahun 2017. Dengan demikian, prodi Elins ditargetkan telah menghasilkan lulusan dengan peminatan instrumentasi medis yang kompeten di tahun 2019 nanti, melalui pengembangan kurikulum peminatan studi instrumentasi medis, laboratorium instrumentasi medis yang lengkap serta terjalinnya kerjasama dengan beberapa stakeholder.

Sebagai langkah awal dan sekaligus kelanjutan dari rapat koordinasi STTN dengan beberapa unit kerja BATAN tanggal 5 - 7 Desember 2016 dalam mensinergikan tridharma perguruan tinggi dengan penelitian dan perekayasaan di BATAN, beberapa staf dosen dari prodi Elins melaksanakan kunjungan ke Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir (PRFN) - BATAN di Serpong dan juga ke Matana University, di Jakarta, pada tanggal 11 - 13 April 2017.

Kesepakatan melaksanakan kerjasama pengembangan instrumentasi medis dalam wujud pembuatan modul untuk kegiatan pembelajaran mahasiswa STTN, selain mewujudkan BATAN incorporated juga akan meningkatkan kegiatan penelitian dan pengembangan antara dosen prodi Elins dan perekayasa di PRFN. Pembuatan modul tersebut juga akan meningkatkan pengalaman mahasiswa dalam perancangan, perawatan, serta pengembangan instrumentasi medis ke depannya. Kerjasama dengan program studi Fisika Medis dan Instrumentasi Matana University sebagai perguruan tinggi yang telah menyelenggarakan program studi fisika medis akan berupa pelaksanaan pembelajaran yang melibatkan dosen maupun antar mahasiswa, serta penggunaan fasilitas di kedua pihak.

Kuliah umum dari RS Hasan Sadikin Bandung/Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran tentang aplikasi instrumentasi nuklir dalam bidang medis atau kedokteran pada akhir bulan April ini juga telah direncanakan sebagai awal langkah STTN mewujudkan SDM Instrumentasi Medis untuk Indonesia. (tdn)