Regional Training Course for Teachers to Introduce Nuclear Sciences in Secondary Schools through Innovative Approaches IAEA

Regional Training Course for Teachers to Introduce Nuclear Sciences in Secondary Schools through Innovative Approaches IAEA

Alumni STTN yang diterima sebagai CPNS BATAN 2017

Alumni STTN yang diterima sebagai CPNS BATAN 2017

WNU Short Course : Kontribusi STTN untuk Pendidikan dan Pemanfaatan Iptek Nuklir di Dunia

WNU Short Course : Kontribusi STTN untuk Pendidikan dan Pemanfaatan Iptek Nuklir di Dunia

Mensinergikan STTN dengan World Nuclear University dalam Menyiapkan SDM Nuklir Indonesia untuk Dunia

Mensinergikan STTN dengan World Nuclear University dalam Menyiapkan SDM Nuklir Indonesia untuk Dunia

Mahasiswa STTN Melakukan Penelitian di Fasilitas Smal-Angle Scattering X-ray Synchrotron-Thailand

Mahasiswa STTN Melakukan Penelitian di fasilitas Smal-Angle Scattering X-ray Synchrotron-Thailand

Tahun 2017, STTN Wisuda 96 Mahasiswa

Tahun 2017, STTN Wisuda 96 Mahasiswa


(Jakarta, 14/5/19). Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN) bekerjasama dengan Biro Perencanaan (BP) BATAN menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) mengenai Nuclear Teaching Industry (NTI). NTI didefinisikan sebagai pemindahan sebagian proses pembelajaran dari ruang kuliah ke laboratorium /industri kenukliran.

(Yogyakarta, 30/4/19).  Selasa, 30 April 2019, Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN) melaksanakan panen bersama padi varietas Sidenuk di Loka Pemantauan Tapak dan Lingkungan (LPTL) - Loka Jepara, Desa Ujung Watu, KabupatenJepara. Nama Sidenuk merupakan singkatan dari Si Dedukasi Nuklir, meryakni upakan salah satu varietas padi unggul hasil inovasi pengembangan teknologi nuklir yang dihasilkan BATAN. Varietas tersebut telah dilepas sejak tahun 2011 dengan keluarnya SK Menteri Pertanian No. 2257 tahun 2011. Kegiatan panen bersama merupakan program hilirisasi hasil penelitian BATAN, sekaligus merupakan wujud kegiatan pengabdian kepada wujud kegiatan pengabdian kepada masyarakat STTN - BATAN. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memberikan solusi terhadap permasalahan dalam bidang pertanian yang terjadi pada masyarakat Kabupaten Jepara pada umumnya dan masyarakat desa Ujung Watu pada khususnya.

(Yogyakarta, 26/4/19). Sebagai wujud penerapan pelaksanaan Reformasi Birokrasi serta penerapan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Nomor 52 Tahun 2014, pegawai Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN) melakukan penandatanganan pakta integritas di Auditorium STTN – BATAN pada hari Jum’at 26 April 2019.

Daejeon, Korea Selatan, 9 – 12 April 2019. Salah satu strategi untuk mendukung pencapaian kemandirian dan keberlanjutan organisasi atau institusi nuklir nasional khususnya di negara-negara di kawasan Asia dan Pasifik adalah mendorong pengembangan produk hasil penelitian yang dapat dikomersialkan atau pemanfaatan reaktor riset dan fasilitas lainnya dalam menyediakan produk dan layanan yang beragam untuk pengguna atau pemangku kepentingan (stakeholder), termasuk industri atau swasta. Pengembangan produk di bidang reaktor riset dan aplikasinya seperti analisis aktivasi neutron, produksi radioisotop dan radiofarmaka, doping silikon, pewarnaan batu permata, radiografi neutron, pengujian bahan, serta layanan pendidikan dan pelatihan merupakan beberapa contoh bagaimana sebuah organisasi atau institusi nuklir nasional dalam mendapatkan pendanaan dari hasil layanan publik (stakeholder) baik pemerintah maupun swasta.

(Yogyakarta, 27/4/19). Perguruan tinggi adalah sebuah institusi pendidikan yang di dalamnya terdiri dari berbagai macam unsur penunjang, antara lain mahasiswa, tenaga pendidik, serta tenaga kependidikan. Sebagai sebuah institusi pendidikan, perguruan tinggi selain berkewajiban dalam bidang pendidikan dan pembelajaran dalam menerapkan Tridharma Perguruan Tinggi, juga memiliki kewajiban untuk menanamkan kepribadian dan jati diri bagi seorang mahasiswa sebagai bekal ke depannya. Perkembangan zaman yang terus mengalami perubahan, menuntut kita juga terus berkembang. Efektifitas interaksi sosial yang dibangun oleh lingkungan, sangat mempengaruhi keberhasilan dalam pendidikan. Begitupun dengan tuntutan interaksi sosial yang dibangun antara mahasiswa, tenaga pendidik serta tenaga kependidikan untuk menghasilkan mahasiswa berkarakter.