Slide item 1

Padi hasil pemuliaan tanaman dengan teknik nuklir mampu menghasilkan produksi tinggi, adaptif pada kondisi iklim Indonesia, umur genjah, kualitas beras bagus, rasa nasi pulen dan enak.

Slide item 2

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide item 3

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Slide item 4

Iradiator Gamma dan Mesin Berkas Elektron untuk berbagai proses iradiasi seperti polimerisasi, grafting, mutasi tanaman, sterilisasi/pengawetan bahan, pelapisan permukaan bahan

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 14/05/2019),  Pusat  Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR)- Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menerima kunjungan 4 pegawai Pusat Penelitian Kebijakan dan Manajemen Iptek dan Inovasi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2KMI-LIPI), Selasa (14/05) di Ruang Rapat Madya-PAIR. Kunjungan diterima oleh Kepala Bidang Pertanian PAIR, Irawan Sugoro mewakili Kepala PAIR didampingi Kepala Unit Jaminan Mutu PAIR, Nana Supriatna. 

Dalam kunjungannya, Lutfah Ariana menyampaikan bahwa P2KMI-LIPI berencana untuk mengajukan permohonan pendaftaran akreditasi kepada Komite Nasional Akreditasi Pranata Penelitian dan Pengembangan (KNAPPP) dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Oleh karena itu dalam mempersiapkan pengajuan akreditasi KNAPPP tersebut, P2KMI-LIPI ingin melakukan diskusi dengan PAIR-BATAN sebagai lembaga yang telah terakreditasi dan masih aktif sampai ini dalam rangka mendapatkan masukan. 

Irawan menyambut baik kunjungan ini dan membuka acara diskusi dengan menyampaikan tentang sejarah PAIR dan dampak sistem mutu KNAPPP yang diterapkan di PAIR.

(Jakarta, 30 April  2019), Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) – Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) kembali menyelenggarakan Sharing Knowledge bertempat di Gedung Pertemuan PAIR, Selasa, (30/4),  dengan tema “Sharing Knowledge Modifikasi Polimer dan Aplikasinya”. Acara ini menampilkan pembicara pegawai PAIR yang telah menyelesaikan pendidikan S-3 dan program training di bidang Prose Radiasi, untuk berbagi ilmu dan pengalaman mereka selama menempuh pendidikan dan training.  Sebanyak 100 pegawai PAIR hadir dalam acara tersebut. Selain meningkatkan kapasitas pengetahuan pegawai PAIR dalam bidang sains dan teknologi, juga juga disampaikan pemahaman tentang Reformasi Birokrasi oleh Kepala PAIR, Totti Tjiptosumirat.

(Jakarta, 22/04/2019). Perubahan iklim yang tidak menentu berpengaruh terhadap adaptasi dan produktivitas tanaman. Pemuliaan mutasi tanaman dengan teknologi nuklir mampu membuat tanaman dapat cepat beradaptasi dengan dampak perubahan iklim, diantaranya kekeringan dan suhu tinggi.  15 peserta dari  6 negara Kawasan Asia Pasifik, yakni Papua New Guinea, Palau, Fiji, Vanuatu, Indonesia, dan Ethiopia mengikuti Regional Training Course on Plant Mutation Breeding to Improve Crop Resilience to Climate Change in the Pacific Islands (RAS5079)  yang diselenggarakan oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) bekerja sama dengan International Atomic Energy Agency (IAEA) di Kawasan Nuklir Pasar Jumat, Jakarta. Kegiatan ini akan berlangsung selama satu pekan kedepan, yakni 22 hingga 26 April 2019.

(Jakarta, 11/04/2019), Dalam rangka penyamaan pemahaman terhadap butir-butir kegiatan pranata nuklir yang tertuang dalam Peraturan Kepala BATAN Nomor 9 Tahun 2017 tentang Pedoman Penilaian Jabatan Fungsional Pranata Nuklir di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Pusat Aplikasi Isotop dan Raidasi (PAIR) menyelenggarakan bimbinan teknis butir-butir kegiatan jabatan fungsional pranata nuklir di Auditorium PAIR, Kamis (11/04). Bimbingan teknis ini diikuti oleh 70 peserta yang merupakan perwakilan dari para Pejabat Fungsional Pranata Nuklir, Tim KPTFPN-PAIR, Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas. 

Dalam sambutan sekaligus membuka acara, Roziq Himawan (Kepala Bidang Industri dan Lingkungan) mewakili Kepala PAIR menyampaikan bahwa tujuan bimtek agar dapat memahami makna dan hubungan butir satu dengan lainnya, sehingga dalam merancang kegiatan, pranata nuklir tingkat ahli maupun terampil dapat saling berhubungan dan berkomunikasi, serta  lebih mudah merumuskan dan merencanakan kegiatannya.

(Bogor, 10/04/2019), Kepala Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR)-Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Totti Tjiptosumirat dan Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Enni Sudarmonowati menandatangani naskah kerja sama tentang Penelitian, Pengembangan, dan Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan teknologi Nuklir di Bidang Tumbuhan. Naskah kerja sama ini ditandatangani di Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya (PKTKR)-LIPI, Rabu (10/4). 

Selain itu, di tempat yang sama Kepala PAIR juga menandatangani Perjanjian Kerja sama dengan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Balitbangtan, Kementerian Pertanian, terkait dengan Pemanfaatan Iptek Nuklir untuk Mengasilkan Varietas Unggul Baru Hortikultura di Indonesia.