Menuju Wilayah Bebas Korupsi
Slide item 1

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam pelaksanaan kegiatan produksi radioisotop dan radiofarmaka

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam setiap kegiatan di PTRR

Selengkapnya....
Slide item 2

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam pelaksanaan kegiatan produksi radioisotop dan radiofarmaka

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam setiap kegiatan di PTRR

Selengkapnya....
Slide item 3

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam pelaksanaan kegiatan produksi radioisotop dan radiofarmaka

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam setiap kegiatan di PTRR

Selengkapnya....
Slide item 4
Slide item 5

(Jakarta, 22/12/2016) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) menerima apresiasi sebagai Pusat Unggulan Iptek (PUI) tahun 2016 dari Menteri Ristek dan Dikti. Pemberian penghargaan dilakukan di Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta, Kamis (22/12). PUI adalah suatu organisasi, baik berdiri sendiri maupun berkolaborasi dengan organisasi lainnya (konsorsium) yang melaksanakan kegiatan-kegiatan riset bertaraf internasional pada bidang spesifik secara multi dan interdisiplin dengan standar hasil yang sangat tinggi serta relevan dengan kebutuhan pengguna Iptek.

Menteri Ristekdikti, Mohamad Nasir menyampaikan tujuan pelaksanakan kegiatan pengembangan PUI adalah untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas kelembangaan, sumberdaya dan jaringan iptek dari lembaga litbang dalam bidang prioritas spesifik agar terjadi peningkatan relevasi dan produktivitas  serta pendayagunaan iptek dalam sektor produksi dan menumbuhkan perekonomian nasional untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini didasarkan atas keprihatianan terhadap penurunan indeks kompetisi global Indonesia dari posisi 37 pada tahun 2015 menjadi 41 tahun 2016 dari 138 negara.

Menurut Mohammad Nasir, penurunan indeks kompetisi global tidak ada kaitannya dengan peningkatan inovasi di Indonesia. “Hal ini dibuktikan bahwa inovasi kita meningkat dari posisi ke-35 menjadi ke-31, ini menunjukkan adanya inovasi yang semakin baik di Indonesia,” kata Nasir.

Selain itu menurut Mohammad Nasir, para penggiat industri merasa kesulitan mencari informasi terkait hasil inovasi yang dihasilkan oleh para peneliti Indonesia, karena industri akan berkembang dan maju bila memanfaatkan hasil inovasi. Di lain pihak, para peneliti merasa kesulitan mengaitkan hasil penelitiannya dengan kebutuhan industri. Untuk itulah, dengan adanya pelaksanaan pengembangan PUI, diharapkan dapat mendorong para peneliti terus menghasilkan inovasi yang berguna bagi masyarakat dan industri.

Kepala Bidang Teknologi Radiofarmaka, PTRR, Rohadi Awaludin mengatakan, pencapaian prestasi PTRR sebagai PUI tahun 2016 merupakan hasil kerja semua unsur di PTRR. “PTRR ditunjuk menjadi salah satu PUI tahun 2016 dari 8 PUI lainnya adalah hasil kerja keras seluruh pegawai PTRR yang ada,” Kata Rohadi.

Rohadi berharap, dengan ditunjuknya PTRR sebagai PUI tahun 2016, PTRR dapat meningkatkan hasil capaiannya terkait diseminasi maupun pelaksanaan penelitian dan pengembangan. Selain itu dapat memperluas jejaring dan mendapatkan dukungan yang kuat dari pihak luar dalam melakukan penelitian dan pengembangan khususnya di bidang radioisotop dan radiofarmaka. (pur)



Visitor Counter

 

Kontak PTRR

Kawasan PUSPIPTEK Serpong, Gedung 11, Setu, Tangerang Selatan 15314

Telp: (021) 756-3141, 758-72031
Fax: (021) 756-3141

http//: www.batan.go.id
http//:www.batan.go.id/ptrr

Email : prr[at]batan.go.id