Slide item 9 Hut RI 73
Slide item 1 Gedung 71

Slide item 2 HUT PRFN

Slide item 10
RPM Non Spektroskopi
Reno & Thyroid
Pembangunan Iradiator Gamma MP
Manajemen
Slide item 9

(Tangerang Selatan, 08/04/2019) Sosialisasi Program Pusat Unggulan Iptek (PUI) diselenggarakan oleh Kementrian Riset,  Teknologi dan Pendidikan Tinggi di Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional Kawasan Nuklir Serpong dan dibuka oleh Mohammad Dhandhang Purwadi selaku Kepala PRFN dengan pemaparan singkat Sosialisasi ini dihadiri oleh para peneliti, perekayasa, pranata nuklir dan para eselon III  yang ada di PRFN dan BATAN Kawasan Nuklir Serpong serta dari Kemenristek Dikti yang diwakili oleh Aswin Firmansyah Kasie LPNK, Edita Diah Triana Dewi Kasie LPK dan Umi Salama Nalis LPK.

(Tangerang Selatan, 08/04/2019) Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir (PRFN) menyelenggarakan Selingkung Pengoperasian alat ukur elektronik  untuk pegawai PRFN. Pelatihan di buka oleh  Kepala PRFN Mohammad Dhandhang Purwadi dengan pemaparannya secara singkat bahwa pelatihan selingkung seperti ini sangat penting dan merupakan anjuran dari Pusdiklat Batan, agar para pegawai senior Batan yang mempunyai keahlian khusus dapat menurunkan ilmunya sebelum mereka memasuki masa purna bakti sehingga ada penerusnya.

(Tangerang Selatan, 26/03/2019) Tunjangan kinerja merupakan tunjangan yang diberikan kepada pegawai terhadap prestasi kerjanya, dan belum lama ini dinaikkan sesuai dengan peraturan presiden (Perpres) nomor 139 tahun 2018 tentang Tunjangan kinerja di lingkungan pegawai BATAN, pelaksanaan pemberiannya diatur oleh peraturan BATAN (Perba) nomor 1 tahun 2019. 

(Tangerang Selatan, 27/12/2018) Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir (PRFN) melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) serta pemantauan Rencana tindak pengendalian Sistem pengendalian intern pemerintah (RTP SPIP) yang dilakukan oleh Komisi pembina tenaga fungsional (KPTF) dan Satuan tugas SPIP PRFN.

Pelaksanaan kegiatan dibuka oleh Kepala PRFN Mohammad Dhandhang Purwadi yang menyampaikan bahwa acara kegiatan ini sangat penting untuk dapat mengetahui sudah sampai mana pelaksanaan kegiatan dan kendala-kendala selama pelaksanaan kegiatan. Dhandhang juga memaparkan agar kegiatan di PRFN jangan sampai seperti lagu artis Syahrini yaitu maju mundur cantik, kegiatan perekayasaan harus sesuai dengan rencana startegi (RENSTRA) yang sudah ditetapkan kalau memang produk sudah mencapai finish ya harus finish jangan sampai ada pengulangan kegiatan yang sama hanya diganti judul kegiatannya saja tegas Dhandhang.  Dhandhang  juga mengatakan proses bisnis di PRFN adalah penelitian yaitu dalam hal pengembangan dan perekayasaan jadi agar disesuaikan Technology Readiness Level (TRL)nya jangan kita bermain di level TRL bawah,  PRFN harusnya sudah  di level 4-7 atau diatasnya jelas Dhandhang.

(Tangerang Selatan, 13/12/2018) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) bersama Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), Universitas Gadjah Mada (UGM) dan PT. Len Industri (Persero) sebagai konsorsium pengembangan Radiation Portal Monitor (RPM) menyerahkan seperangkat RPM kepada Kemenristekdikti di Kawasan Nuklir Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (13/12). Pengembangan RPM yang merupakan portal untuk mendeteksi adanya zat radioaktif ini adalah hasil kegiatan Program Pengembangan Teknologi Industri (PPTI) sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden RI yang tertuang dalam surat Sekretariat Kabiet RI tanggal 4 April 2018 perihal pemasangan RPM dan Radiological Data Monitoring Systems (RDMS).

“Dengan kolaborasi dan dengan sinergi yang baik antara akademisi, industri dan pemerintah, kita anak-anak Indonesia mampu mengasilkan sesuatu yang luar biasa,” demikian disampaikan oleh Muhammad Dimyati, Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti saat menyampaikan sambutannya mewakili Menristekdikti dalam kesempatan tersebut. “Kemenristekdikti memberikan apresiasi untuk BATAN, BAPETEN, UGM dan PT. Len Industri yang telah berhasil meproduksi RPM. Intrumen RPM ini dapat menjadi test case bahwa kita mampu menggantikan peralatan yang selama ini kita bergantung dari luar negeri, sehingga kita tidak bergantung pada teknologi mereka,” lanjutnya.