Raker

Rapat Kerja BATAN merupakan agenda tahunan yang sangat penting.

Raker 2017

Rapat Kerja Merupakan Agenda Tahunan yang Sangat Penting

Slide item 3

Biro Perencanaan melakukan kegiatan Sosialisasi Laporan Kinerja Sestama/Deputi guna menghasilkan Lakin yang Berkualitas

(Jakarta, 10/05/2021) Sebanyak lima judul proposal inovasi Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) diikutsertakan pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) tahun 2021. Keikutsertaan ini ditandai dengan penekanan tombol submit oleh Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan secara daring, Senin (10/05).

KIPP merupakan ajang kompetisi inovasi yang diprakarsai oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Nergara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) yang diikuti oleh seluruh lembaga pemerintah atau kementerian. Melalui KIPP, diharapkan setiap lembaga setiap tahunnya mengikutsertakan satu inovasinya untuk dikompetisikan.

Anhar mengatakan, keikutsertaan BATAN dalam KIPP ini dapat dijadikan sebagai salah satu sarana mengenalkan produk BATAN kepada masyarakat. “Hal ini merupakan upaya kita memperkenalkan produk iptek nuklir yang kita gunakan untuk melayani masyarakat,” kata Anhar.

Selain itu, melalui KIPP dapat dijadikan penyemangat bagi seluruh pegawai BATAN untuk terus memberikan layanan kepada masyarakat melalui iptek nuklir baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya. Semakin banyak produk iptek nuklir yang dapat dimanfaatkan masyarakat, maka BATAN akan semakin dikenal oleh masyarakat luas.

Inovasi layanan BATAN yang ikutsertakan dalam KIPP yakni, pertama, Aplikasi Internet Reactor Laboratory sebagai media pembelajaran fisika reaktor (API RELA MEMBARA) hasil karya Pusat Sains dan Teknologi Akselerator (PSTA). Inovasi ini pada tahun sebelumnya telah diikutsertakan dan masuk dalam kategori TOP 99, dan tahun ini diikutkan kembali dengan harapan masuk dalam kategori TOP 45.

API RELA MEMBARA merupakan media pendidikan dan praktikum daring secara realtime yang berbasis jaringan internet dan video conference untuk pembelajaran praktikum fisika inti dan fisika reaktor. Selain sebagai sarana praktikum, inovasi ini juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk melihat reaktor Kartini di Yogyakarta secara virtual. 

Kedua, LIoN HeBat (Learning Innovation on Nuclear - Hemat Efektif Bersahabat) karya Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) merupakan inovasi yang terintegrasi yang meliputi penerapan sistem manajemen, penerapan pembelajaran inovatif dan pengembangan dari Sistem Informasi yang sudah dimulai sejak tahun 2012.  

Inovasi ini sebagai salah satu upaya peningkatan kualitas layanan yang diberikan Pusdiklat yakni layanan jasa pelatihan iptek nuklir untuk pengembangan kompetensi personel. Hingga tahun 2020, Pusdiklat telah menghasilkan tidak kurang dari 1500 profesional nuklir seperti Petugas Proteksi Radiasi (PPR) di seluruh Indonesia. 

Ketiga, Awet Tanpa Pengawet karya Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) merupakan inovasi yang dikembangkan dalam bentuk fasilitas nuklir yang bertujuan untuk mendemonstrasikan teknologi proses pengawetan dan sterilisasi dengan radiasi gamma dalam skala industri.  Awet Tanpa Pengawet ini merupakan inovasi untuk proses pengawetan produk bahan makanan dan sterilisasi alat kesehatan tanpa menggunakan zat kimia atau bahan pengawet lainnya, sehingga tidak membahayakan tubuh.

Fasilitas yang diberi nama Iradiator Gama Merah Putih (IGMP) merupakan karya anak bangsa dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sebesar 85%. IGMP diharapkan menjadi model atau master yang dapat dibangun di tempat lain di Indonesia dengan TKDN yang lebih tinggi.

Keempat, Sinar Biro Topas Biru (Radiasi Pewarnaan Batu Topas Biru) karya Pusat Reaktor Serba Guna merupakan Inovasi teknik mengiradiasi Batu Topas sehingga menghasilkan warna Topas Biru London atau Biru Swiss yang bernilai ekonomi tinggi. Proses radiasi batu topas ini dilakukan di Reaktor Serba Guna G.A. Siwabessy (RSG-GAS).

Batu topas dikenal sebagai jenis batu permata yang digunakan pada perhiasan seperti cincin, giwang, gelang, kalung dan lainnya dengan warna jenis Biru London dan Biru Swiss. Pewarnaan batu topas ini telah mendapat kepercayaan dari perusahaan swasta internasional Gunter Meelis GmbH & Co. KG-Jerman dan mendukung produktivitas industri batu permata dalam negeri.

Kelima, Dengan Plasma Sepanas Matahari, Membuat Baja Seperti Mainan, karya Pusat Sains dan Teknologi Bahan Maju (PSTBM) merupakan inovasi layanan jasa eksperimental satu pintu berbasis plasma. Inovasi ini menjadi jawaban atas rumitnya proses pembuatan baja yang selanjutnya dimanfaatkan untuk berbagai keperluan mulai dari sendok makan, jembatan, karosesi mobil, kapal selam hingga pembangkit listrik tenaga nuklir.

Karena rumitnya proses pembuatan baja inilah, sehingga menyebabkan hampir seratus persen kebutuhan baja nasional dipasok dari negara lain. Sebagai solusi permasalahan tersebut, BATAN melalui PSTBM tengah mengembangkan sebuah metode produksi material dengan menggunakan plasma. 

Pada prinsipnya, metode produksi material ini dilakukan dengan menciptakan sebuah petir buatan yang jika dialirkan gas, membuatnya dapat terionisasi lalu berubah menjadi plasma yang sangat panas seperti yang ada di permukaan matahari, sehingga material yang paling tahan panas sekalipun, seperti grafit yang biasa kita temukan sebagai “sikat” pada setiap dinamo listrik atau sebagai bahan mocong pesawat ruang angkasa, dapat di “lelehkan” dengan mudah. Dengan teknik ini maka proses membuat baja dapat dilakukan dengan mudah yang digambarkan semudah membuat mainan. (Pur)