Slide item 2

Pertemuan Tingkat Menteri ke-13 FNCA (13th Ministerial Level Meeting) diselenggarakan di Hotel LeMeredien Jakarta, Indonesia pada tanggal 24 November 2012

Slide item 4

BATAN telah mendapatkan puluhan hak PATEN sebagai pengakuan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HaKI) dalam berbagai karya dan inovasi para penelitinya

Slide item 5

Dirjen IAEA, Yukiya Amano mengunjungi fasilitas laboratorium Non Destructive Investigation (NDI) PAIR - BATAN

Slide item 5

Penyimpangan? Awasi, Amati, Laporkan

Jangan tunda, Lapor jika anda mengetahui Korupsi, Gratifikasi, Fraud dan Pelanggaran Kode Etik. Laporkan ke inspektorat@batan.go.id

Slide item 6

Dengan kerja nyata, bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa maju, menjadi bangsa yang berdaulat, mandiri dan berbudaya

(Yogyakarta, 21/3) Masih banyak masyarakat di Indonesia ketika mendengar nuklir langsung berfikir tentang bom. Namun sebenarnya pemanfaatan nuklir di Indonesia hanya untuk tujuan damai dan kesejahteraan masyarakat.

Hal ini disampaikan Deputi Bidang Teknologi Energi Nuklir, Suryantoro, pada panen raya di Agro Techno Park, Klaten, desa Tlingsing, (21/03). "Teknologi Nuklir di Indonesia telah dimanfaatkan di berbagai bidang kehidupan, salah satunya bidang pertanian, melalui penelitian teknik mutasi radiasi, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mengembangkan benih padi lokal untuk ditingkatkan kualitasnya dengan tujuan agar benih tersebut dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat," ujar Suryantoro.

Menurutnya,  hingga saat ini, BATAN telah menghasilkan 23 varietas padi unggul sebagai bukti nyata bahwa penelitian tidak hanya berhenti di laboratorium saja namun dengan ilmu pengetahuan khususnya teknologi nuklir yang dikuasai oleh BATAN, telah mampu dirasakan secara langsung oleh petani. Melalui kerja sama program Agro Techno Park Klaten, benih padi unggul hasil penelitian dari BATAN telah ditanam di area seluas 118 hektar.

Suryantoro menegaskan, program kerja sama yang dilakukan sejak tahun 2013, salah satunya bertujuan untuk meningkatkan keunggulan bibit padi lokal, yaitu Rojolele yang pulen dan wangi. Dengan menggunakan teknologi nuklir, bibit padi lokal diubah sifatnya sehingga didapatkan benih baru dengan karakteristik sifat yang sama dengan benih indukan namun produktivitasnya meningkat. Waktu tanam lebih pendek yakni 110 hari yang awalnya mencapai 160 hari.

Kerja sama antara BATAN dan Pemerintah daerah Klaten dalam peningkatan ketahanan pangan melalui aplikasi teknologi nuklir di bidang pertanian juga menjadi perhatian Director of the Joint FAO/IAEA Division of Nuclear Techniques in Food and Agriculture (NAFA), Mr. Qu Liang, yang secara khusus menyempatkan berkunjung ke acara panen raya yang diadakan di Agro Techno Park Klaten dalam rangkaian kunjungan kerjanya selama di Indonesia. Menurut Qu Liang, kegiatan ini menjadi bukti sukses kegiatan penelitian yang berasal dari laboratorium yang berlanjut pada penerapan ke lapangan dan pada akhirnya bisa dimanfaatkan langsung oleh masyarakat, juga oleh pemerintah dalam kaitannya kepada program ketahanan pangan secara nasional.

Qu liang juga mengapresiasi kegiatan penelitian tanaman pangan yang khusus meningkatkan keunggulan bibit bibit lokal didaerah, melalui pemanfaatan teknologi nuklir bisa ditingkatkan keunggulan bibit padi lokal dalam hal produksi, dan usia panennya. Kisah sukses kerja sama antara BATAN dan Pemerintah Daerah Klaten, terkait program ketahanan pangan, bagi Qu Liang akan dijadikan program percontohan Joint FAO/IAEA Division of Nuclear Techniques in Food and Agriculture, yang akan saya bawa ke Vienna dan akan menjadi acuan bagi negara negara lain yang akan atau telah melakukan program serupa.(an)