Slide item 2

Pertemuan Tingkat Menteri ke-13 FNCA (13th Ministerial Level Meeting) diselenggarakan di Hotel LeMeredien Jakarta, Indonesia pada tanggal 24 November 2012

Slide item 4

BATAN telah mendapatkan puluhan hak PATEN sebagai pengakuan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HaKI) dalam berbagai karya dan inovasi para penelitinya

Slide item 5

Dirjen IAEA, Yukiya Amano mengunjungi fasilitas laboratorium Non Destructive Investigation (NDI) PAIR - BATAN

Slide item 5

Penyimpangan? Awasi, Amati, Laporkan

Jangan tunda, Lapor jika anda mengetahui Korupsi, Gratifikasi, Fraud dan Pelanggaran Kode Etik. Laporkan ke inspektorat@batan.go.id

Slide item 6

Dengan kerja nyata, bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa maju, menjadi bangsa yang berdaulat, mandiri dan berbudaya

(Jakarta, 16/12/2014); "Bukan berarti menunggu sumber-sumber energi yang lain habis, baru kita membangun PLTN. Itu sangat terlambat, Indonesia akan gelap gulita". Hal tersebut disampaikan Kepala BATAN Djarot Sulistio Wisnubroto saat konferensi pers "Hasil Jajak Pendapat Penerimaan PLTN di Indonesia Tahun 2014" di BATAN Kantor Pusat. Menurut Djarot perlu dicermati lebih dalam terkait Kebijakan Energi Nasional yang disusun oleh Dewan Energi Nasional (DEN) yang mencantumkan penggunaan energi nuklir sebagai sumber energi listrik merupakan pilihan terakhir.

Dihadiri 42 awak media nasional baik cetak maupun online, PT. Media Cipta Pesona selaku lembaga survei independen memaparkan telah melakukan jajak pendapat selama Oktober-November 2014 dengan teknis pengumpulan data lewat wawancara tatap muka menggunakan questioner kepada 5000 responden, dengan rincian 3000 responden tingkat nasional, 1000 responden wilayah Provinsi Bangka Belitung dan 1000 responden wilayah Jawa Madura Bali.

Hasil jajak pendapat secara nasional masyarakat yang menerima PLTN mencapai angka 72%. Sedangkan untuk fokus di wilayah Jawa Madura Bali mencapai angka 74% dan untuk wilayah Bangka Belitung penerimaan masyarakat terhadap PLTN sebesar 57%.

Menurut survei, jajak pendapat pada tahun 2012-2014 menunjukkan angka kenaikan yang signifikan. Masyarakat yang menerima PLTN pada tahun 2012 adalah 52,9%, pada tahun 2013 adalah 60,4% dan tahun 2014 mencapai angka 72%. Alasan penerimaan masyarakat terhadap pembangunan PLTN dipicu atas kebutuhan terhadap akses energi, yaitu tidak ada pemadaman listrik dan tarif listrik menjadi murah.

Dengan hasil jajak pendapat tersebut dapat diketahui bahwa masyarakat tidak mempermasalahkan lagi tentang pembangunan PLTN di Indonesia, akan tetapi permasalahannya ada pada kesiapan SDM, sumber daya bahan nuklir dan seberapa besar listrik PLTN bisa menyediakan kecukupan listrik dengan harga murah. Pemerintah diharapkan segera mengambil keputusan agar terhindar dari krisis listrik. Terkait energi nuklir merupakan opsi terakhir dalam KEN, Presiden bisa saja menentukan untuk "go nuclear" bila melihat situasi politik dan perkembangan di kawasan ASEAN. (ag)