Slide item 2

Pertemuan Tingkat Menteri ke-13 FNCA (13th Ministerial Level Meeting) diselenggarakan di Hotel LeMeredien Jakarta, Indonesia pada tanggal 24 November 2012

Slide item 4

BATAN telah mendapatkan puluhan hak PATEN sebagai pengakuan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HaKI) dalam berbagai karya dan inovasi para penelitinya

Slide item 5

Dirjen IAEA, Yukiya Amano mengunjungi fasilitas laboratorium Non Destructive Investigation (NDI) PAIR - BATAN

Slide item 5

Penyimpangan? Awasi, Amati, Laporkan

Jangan tunda, Lapor jika anda mengetahui Korupsi, Gratifikasi, Fraud dan Pelanggaran Kode Etik. Laporkan ke inspektorat@batan.go.id

Slide item 6

Dengan kerja nyata, bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa maju, menjadi bangsa yang berdaulat, mandiri dan berbudaya

(Jakarta, 12/12/2014). Di usianya yang lebih dari setengah abad, BATAN peduli dan berbagi dengan warga sekitar dalam acara Bakti Sosial dengan Warga di Lingkungan Kantor Pusat. “Menginjak usia ke – 56, kami ingin memberikan perhatian kepada warga Kuningan Barat, sekaligus tanda kasih kami menjadi salah satu warga di sini. Janganlah dilihat dari jumlahnya, tapi ini bentuk perhatian kami”, kata Sekretaris Utama BATAN, Falconi Margono saat mengunjungi Kantor Kelurahan Kuningan Barat, Jakarta bersama pegawai BATAN lainnya.

Falconi mengaku beras nuklir yang diberikan kepada warga sekitar sebagai tanda perkenalan hasil litbang iptek nuklir, sekaligus kenangan untuk para warga bahwa nuklir itu tidak seram. “Mungkin warga di sekitar sini mendengar nuklir itu seram. Tapi lihat pegawai BATAN yang datang disini tersenyum semua. Begitu juga dengan nuklir. Nuklir itu senyum, ramah lingkungan”, katanya.

Falconi menjelaskan bahwa BATAN adalah lembaga yang melakukan penelitian di bidang nuklir, salah satunya hasilnya adalah varietas beras. “Kami sudah menghasilkan 20 varietas dan bulan ini bertambah menjadi 1 varietas. Sidenuk, atau si dedikasi nuklir, adalah salah satu beras unggulan kami. Nasinya pulen”, tambah Falconi.

BATAN mengusung nuklir unggul untuk Indonesia berdaulat. “Berdaulat artinya Indonesia bisa menyiapkan kebutuhannya sendiri, salah satunya adalah pangan”, katanya.

Lurah Kuningan Barat, Ibu Mariana mengucapkan terima kasih atas kepedulian BATAN terhadap warga Kuningan Barat yang mayoritas kurang mampu. Mariana mengaku pihak Lurah pun belum pernah bersilahturahmi ke BATAN.

“Ternyata BATAN itu luar biasa. Kami ingin dilain kesempatan BATAN dapat menjadwalkan silhaturahmi dengan warga di sini, baik RT/RW, ibu-ibu PKK, Karang Taruna, dan Majelis Ta’lim”, harapnya.

Sebagai tanda peduli dan berbagi, BATAN memberikan cinderamata berupa beras Sidenuk dan sembako secara simbolis kepada 10 anak yatim dan duafa. BATAN juga memberikan plakat berupa logo BATAN yang baru.

Kegiatan bakti sosial ini merupakan rangkaian acara dari Senam Sehat bersama bersama pimpinan BATAN, ramah tamah, dan live music (tnt).