Teknik Perunut di Bidang Pertanian

Teknik Perunut di Bidang Pertanian

Dalam bidang pertanian, teknik perunut digunakan antara lain untuk mempelajari hubungan tanah dan tanaman, baik dengan metoda langsung maupun tidak langsung

Selengkapnya...
Reaktor dan Klasifikasinya

Reaktor dan Klasifikasinya

Reaktor nuklir adalah suatu alat untuk mengendalikan reaksi fisi berantai dan sekaligus menjaga kesinambungan reaksi itu

Selengkapnya...
Batang Kendali Pada Reaktor

Batang Kendali Pada Reaktor

Batang kendali berfungsi sebagai pengendali jalannya operasi reaktor agar laju pembelahan/populasi neutron di dalam teras reaktor

Selengkapnya...
Radiasi Ada Dimana-mana

Radiasi Ada Dimana-mana

Disadari atau tidak, ternyara di sekitar kita banyak sekali radiasi. Radiasi ada dimana-mana, di rumah, di kantor, di pasar, di lapangan, maupun di tempat-tempat umum

Selengkapnya...
Asal sumber radiasi alam

Asal sumber radiasi alam

Setiap manusia terkena radiasi dari alam (radiasi latar belakang) yang merupakan bagian terbesar yang diterima oleh manusia yang tidak bekerja di tempat yang menggunakan radioaktif

Selengkapnya...

Batan.go.id - INFONUKLIR - Hama serangga seperti lalat buah, lalat tse tse, ngengat, dapat merusak tanaman atau menginfeksi ternak maupun manusia, sehingga menyebabkan kesulitan ekonomi yang parah. Untuk menekan populasi hama serangga dan melindungi ternak serta tanaman, petani biasanya menggunakan sejumlah besar pestisida. Namun hal ini berisiko terhadap kesehatan masyarakat dan menyebabkan kerusakan lingkungan. Mahalnya harga pestisida turut berdampak bagi perekonomian para petani. Teknik lain yang dapat menekan jumlah populasi dengan cara alami, dan tidak membutuhkan bahan kimia beracun, adalah teknik serangga mandul.

Ketika serangga betina dibuahi oleh serangga jantan mandul, yang sebelumnya telah diiradiasi, maka telur-telur yang dihasilkan tidak dapat menetas. Karena telur-telur tersebut tak menetas, maka populasi serangga menurun secara alami. Populasi tersebut dapat dibasmi hanya dengan sedikit dan bahkan tanpa pestisida. Dengan bantuan IAEA, para petani telah berhasil menerapkan teknik serangga mandul pada 20 negara dari 5 benua, untuk 15 jenis hama serangga di seluruh dunia.

Batan.go.id - Selama dekade 2000an, marak industri pertambangan global yang meningkat dan tersebar secara cepat, di banyak negara. Dana investasi yang dikeluarkan perusahaan-perusahaan tidak sedikit, dalam usahanya untuk meningkatkan produksi dan memenuhi pertumbuhan ekonomi global terhadap sumber daya alam. Saat ini, dengan harga komoditas yang lebih rendah, penurunan kualitas bijih serta mahalnya biaya produksi, menjadikan bisnis pertambangan ini terbuka terhadap adanya ide pengoperasian yang lebih efisien dan produktif.

Teknik gauging dengan radiotracer dan nukleonik adalah salah satu teknik yang memungkinkan industri pertambangan meningkatkan produktivitasnya secara efisien. Kalangan industri menyadari masalah ini. Tantangan terbesar yang dihadapi industri pertambangan adalah masalah ketersediaan air yang semakin menyusut, energi yang semakin mahal, dan klasifikasi bijih tambang yang semakin rendah.

Reaktor nuklir fisi yang saat ini beroperasi sebagian besar menggunakan bahan bakar dari bahan fisil U-235. Dari 436 unit reaktor yang beroperasi pada tahun 2009 (data Power Reactor Information System IAEA, Maret 2009), 434 diantaranya memanfaatkan U-235 sebagai bahan bakarnya. Hanya ada dua reaktor pembiak yang dapat memanfatkan bahan fertil U-238. Pemanfaatan bahan bakar thorium masih belum populer di dunia. Uranium tergolong sebagai logam tanah jarang, karena itu proses produksi bahan bakar uranium mirip dengan proses produksi logam tanah jarang sejenisnya. 

Gambar di atas menjelaskan produksi bahan bakar uranium dari bijih uranium (uranite) menjadi senyawa U3O8 yang berbentuk tepung berwarna kuning (yellow cake). Biji uranium banyak terdapat di USA Barat, Kanada, Australia, Afrika Selatan, Rusia dan Zaire.

Di dalam reaktor nuklir, reaksi fisi diharapkan akan berlangsung secara kontinu dan terkendali. Yang dimaksud dengan terkendali dalam hal ini adalah jumlah reaksi fisi dapat dinaik-turunkan dengan mantap dan stabil sesuai dengan kebutuhan energi. 

Bahan bakar reaktor fisi adalah radioisotop yang dapat berfisi (fisil), yang dapat diperoleh di alam. Tetapi karena beberapa bahan fisil dapat dibuat dari bahan dapat membiak (fertil), maka beberapa jenis bahan fertil yang dibutuhkan sebagai bahan baku pembuat bahan fisil juga digolongkan sebagai bahan bakar reaktor fisi. Bahan fisil U-233, U-235, Pu-239 dan Pu-241 serta bahan fertil Th-232 dan U-238 adalah bahan bakar dari beberapa tipe reaktor fisi yang telah dikembangkan hingga awal abad 21 ini.

Gagasan membangun PLTN di Indonesia didasari oleh pertimbangan bahwa sumber energi fosil yang selama ini menjadi penopang utama dalam pembangkitan listrik di Indonesia mulai menipis. Peningkatan kebutuhan listrik dari berbagai sektor mengalami peningkatan rata-rata yaitu sekitar 7% per tahun akan sulit apabila hanya mengandalkan pada bahan fosil. Tuntutan pemenuhan kebutuhan listrik dan kualitas lingkungan yang bersih juga menjadi persyaratan yang harus dipenuhi dalam pembnagkitan listrik di masa mendatang.

Awal tahun 1970-an perencanaan secara serius pembangunan PLTN telah dilakukan dengan pembentukan Komisi Persiapan Pembangunan PLTN (KP2PLTN). Tugas komisi ini adalah melakukan kajian tentang hal-hal yang terkait dengan kemungkinan pembangunan PLTN di Indonesia. Hasil kerja komisi diantaranya adalah menetapkan sekitar 14 lokasi yang diusulkan kepada pemerintah untuk dilakukan studi lebih lanjut sebagai calon tapak PLTN. Usulan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan kegiatan studi kelayakan oleh Badan Tenaga Atom Nasional (sekarang menjadi Badan Tenaga Nuklir Nasional) bekerja sama dengan pemerintah Italia, Amerika, Perancis dan International Atomic Agency (IAEA), yang dilakukan hingga tahun 1986.