Keamanan Nuklir PSTA

Keamanan Nuklir PSTA

Menguji kemampuan masing-masing personel dalam melaksanakan tugas agar siap menghadapi kedaruratan nuklir

Keamanan Nuklir PSTA

Keamanan Nuklir PSTA

Latihan ini diharapkan akan lahir sejumlah lesson learn yang berharga yang akan selalu bisa meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan

Keamanan Nuklir PSTA

Keamanan Nuklir PSTA

Latihan ini sangat penting dan strategis karena melibatkan sejumlah instansi terkait yang paling bertanggungjawab sekiranya terjadi kedaruratan nuklir

Keamanan Nuklir PSTA

Keamanan Nuklir PSTA

Meningkatkan kemampuan taktis semua komponen penanggulangan bencana di DI Yogyakarta dalam menjalankan operasi kedaruratan

Reaktor riset Kartini Yogyakarta

Reaktor riset Kartini Yogyakarta

Reaktor riset Kartini Yogyakarta adalah reaktor nuklir kedua milik Indonesia

Reaktor riset Kartini Yogyakarta

Reaktor riset Kartini Yogyakarta

Selain untuk tugas akhir di perguruan tinggi, reaktor Kartini juga bisa dikunjungi oleh masyarakat.

Mineral strategis

Mineral strategis

Mineral strategis milik Indonesia yang bernilai ekonomi tinggi

Mineral strategis

Mineral strategis

Logam tanah jarang mempunyai fungsi vital dalam industri teknologi tinggi, mulai dari memori komputer, hybrid car, magnet, sampai cat anti radar.

Mineral strategis

Mineral strategis

Logam strategis yang memiliki potensi menjadi unggulan masa depan Indonesia

Mineral strategis

Mineral strategis

Logam tanah jarang, Zirkon, Titanium merupakan unsur logam strategik untuk aplikasi teknologi maju dan teknologi nuklir

Slide item 11

Pemisahan Uranium dan Thorium dari monasit bisa dilakukan di PSTA

Keamanan Nuklir PSTA

Keamanan Nuklir PSTA

Dekontaminasi oleh petugas proteksi radiasi untuk memastikan keadaan sudah benar-benar aman

(Jakarta, 04/04/2019). Reaktor nuklir Kartini pada 1 Maret 2019 lalu memasuki usia ke-40 tahun. Walaupun memasuki usia kepala empat, reaktor yang didedikasikan untuk pendidikan dan pelatihan fisika dan pengendalian reaktor ini masih berfungsi dengan baik. Kini, mahasiswa jurusan fisika dari berbagai perguruan tinggi tidak perlu jauh-jauh datang ke Yogyakarta untuk belajar reaktor nuklir. Reaktor yang berlokasi di Jalan Babarsari ini sudah dilengkapi dengan infrastruktur teknologi informasi yang disebut Internet Reactor Laboratory (IRL).

Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) sekaligus merangkap sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Pusat Sains dan Teknologi Akselerator (PSTA) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Edy Giri Rachman Putra menyebutkan, hanya ada  empat negara di dunia ini yang dilengkapi dengan fasilitas IRL, yakni Prancis, Amerika Serikat, Argentina, dan Korea Selatan.

“Jadi mereka bisa praktikum di kampusnya, kemudian data-data ditransfer dari tempat reaktor tadi berada,” jelas Edy Giri, saat konferensi pers disela-sela acara Temu Pelanggan, di STTN BATAN, Yogyakarta, Senin (01/04).

Menurutnya, di Indonesia sendiri, IRL sangat potensial untuk dimanfaatkan, mengingat hampir setiap perguruan tinggi memiliki jurusan fisika. Perkembangan IRL untuk Reaktor Kartini sejauh ini telah bekerja sama dengan Badan Tenaga Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA) dalam hal bantuan expert dan bantuan teknis berupa peralatan untuk infrastrutur IRL.

Edy Giri menambahkan, IRL Reaktor Kartini saat ini sudah dapat dimanfaatkan, namun masih terbatas di kampus-kampus sekitar Jawa Tengah,  diantaranya Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Edy Giri optimis, kedepan IRL bisa dimanfaatkan secara nasional bahkan menjangkau tingkat regional ASEAN. Wilayah Indonesia yang berbentuk kepulauan sangat memerlukan IRL agar mahasiswa ataupun dosen tidak perlu jauh-jauh datang ke Yogyakarta untuk belajar fisika nuklir.

“Mahasiswa mau belajar fisika nuklir tapi nggak kebayang reaksi fisika nuklir itu seperti apa.  Caranya gimana? Ya, dengan menggunakan reaktor. Untuk mendekatkan itu (reaktor), kami perlu ‘menjemput pelanggan’ dengan cara menawarkan IRL, sehingga pembelajaran bisa dilakukan melalui internet. Jadi tidak perlu selalu datang ke reaktor, kalau ada kesempatan bisa sesekali kesini, tidak perlu setiap saat,” tambahnya.

Senada dengan Edi Giri, Deputi Kepala BATAN bidang Sains dan Aplikasi Teknologi Nuklir (SATN) mengatakan, selama ini ia banyak mendengar bahwa banyak mahasiswa belajar fisika inti, tapi tidak pernah melihat reaktor. Menurutnya, acara Temu Pelanggan sangat penting untuk menjelaskan bahwa Indonesia memiliki 3 reaktor nuklir yang berlokasi di Yogyakarta, Bandung, dan Serpong.

“Jadi tidak perlu setiap perguruan tinggi punya reaktor nuklir, bangunnya kan mahal, kenapa nggak memanfaatkan reaktor yang ada, karena reaktor ini bukan hanya milik BATAN, tapi milik bangsa Indonesia,”tuturnya (tnt).