hut ri ke 76
Corona-19
SDM Nuklir
SDM Nuklir BATAN
Tomo Graphy
korupsi
kedelai
Radiofarmaka
Anti Narkoba 1
Anti Narkoba 2

Serpong – Humas BRIN.  Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset dan Teknologi Deteksi Radiasi dan Analisis Nuklir (PRTDRAN) bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan penjajakan kerja sama pemanfaatan teknologi nuklir untuk mendeteksi kandungan Hidrokarbon dalam batuan reservoir untuk menentukan keberadaan minyak bumi yang terperangkap di dalam batuan, Senin (07/03).

Analisis Hidrokarbon mempunyai peran penting dalam menentukan besarnya cadangan migas, dan dapat melihat potensi minyak dalam batuan. Penelitian yang dilakukan untuk medeteksi kandungan Hidrokarbon dalam batuan reservoir, seperti Limestone dan Sandstone, menggunakan metoda Neutron dan X-ray imaging, melalui manipulasi tomografi.

Peneliti bidang instrumentasi nuklir, Fahrurozzi Akbar mengatakan, kendati penelitian ini masih pada tahap awal, namun siap untuk diujicobakan. Bahkan sejak tahun 2020, ORTN telah menggandeng Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi – Magister Teknik Perminyakan, Universitas Trisakti secara bersama melakukan penelitian ini.

Menurut Fahrurrozi, selama ini untuk mendeteksi minyak pada batuan kita masih menggunakan metode indirect seperti neutron backscatter, ultrasonic, atau magnetic resonance. Hasil analisis yang didapatkan dari ketiga metode tersebut berupa kurva yang membutuhkan interprestasi lagi untuk membacanya.

“Tapi dengan metoda Neutron imaging, kita akan mendapatkan hasil secara kuantitatif dan kualitatif pada batuan secara langsung. Citra yang dihasilkanpun dalam bentuk tiga dimensi,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Dewan Pengawas Badan Layanan Umum (BLU) LEMIGAS – Kementerian ESDM, Nanang A. Manaf, mengemukakan bahwa metoda yang dimiliki ORTN ini dapat dimanfaatkan dalam bentuk kerja sama dengan Pertamina research center untuk melengkapi standar pengujian yang biasa dilakukan industri hulu migas. “Tingkat akurasinya pun akan lebih tinggi daripada metode yang biasa. Metode ini juga dibutuhkan untuk advance study pada bidang reservoir,”ungkapnya.

“Penelitian ini sangat bisa dikerja samakan dengan Tim Pertamina Research Center seperti yang telah dilakukan dengan Trisakti. Metode ini saling melengkapi,” lanjut Nanang.

Sementara itu Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Investasi, Triharyo Soesilo melihat potensi yang cukup besar pada metoda tomografi neutron yang dikembangkan oleh ORTN. “Dari yang kami lihat, metoda ini tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk menentukan menentukan kandungan hidrokarbon dalam bantuan, namun bisa kita kembangkan lagi untuk research panas bumi, untuk mencari porosity dan probalility,” ujarnya.

Triharyo berharap dapat segera bekerja sama dengan BRIN untuk mulai menggunakan metode tomografi neutron ini, yaitu untuk menganalisis sampel hasil pengeboran pada suatu daerah, sehingga dapat menentukan hidrokarbonnya dan melihat potensi minyak bumi di daerah tersebut. (SET, la)