hut ri ke 76
Corona-19
SDM Nuklir
SDM Nuklir BATAN
Tomo Graphy
korupsi
kedelai
Radiofarmaka
Anti Narkoba 1
Anti Narkoba 2

Jakarta – Humas BRIN. Mengikuti Surat Edaran Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit nomor HK.02.02/II/252/2022 tentang Vaksinasi COVID-19 Dosis Lanjutan (Booster), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan vaksinasi COVID-19 lanjutan (booster) kepada seluruh pegawainya, termasuk pegawai dari Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN). Kegiatan tersebut dilaksanakan serentak mulai hari ini, Selasa (15/02) di 3 lokasi Kampus BRIN, yaitu Kampus BRIN Thamrin, Gatot Subroto, dan Pasar Jumat.

Koordinator tenaga kesehatan vaksin booster Kampus BRIN Pasar Jumat, dr. Tatin Rustin Hartiarsah menyampaikan bahwa kegiatan pemberian vaksin COVID-19 booster di Kampus BRIN Pasar Jumat diikuti oleh 472 orang pegawai. Menurut dia kegiatan ini terselenggara atas dukungan berbagai pihak, diantaranya Direktorat Pelayanan Kesehatan Tradisional - Kementrian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Selatan, R.S. Prikasih Pondok Labu, dan Puskesmas Kecamatan Cilandak.

Sementara itu penanggung jawab kegiatan vaksinasi dari Puskesmas Cilandak, dr. Yesinta Diandra menyampaikan bahwa dosis booster yang diberikan kepada masing-masing orang tidak sama, bergantung dari jenis vaksin primer (vaksin pertama dan kedua, red.) yang diterima orang tersebut.

“Orang yang mendapatkan vaksin primer Sinovac akan mendapatkan booster AstraZeneca 1/2 dosis, sedangkan orang yang mendapatkan vaksin primer AstraZeneca akan diberikan vaksin booster Astrazeneca 1 dosis, atau full dose,” jelas Yesinta. “Khusus untuk ibu hamil tidak diizinkan diberikan vaksin AstraZeneca, oleh karena itu untuk ibu hamil kami berikan vaksin Pfizer,” lanjutnya

Selain itu, dr. Yesinta juga menjelaskan pentingnya mendapatkan vaksin booster untuk pencegahan penyakit COVID-19. “Penting untuk mendapatkan vaksin booster, karena booster akan meningkatkan titer antibodi yang sudah turun pasca 6 bulan tidak vaksin,” jelasnya.

Kepala Pusat Kebijakan Sistem Ketahanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan - Kementerian Kesehatan, Dr. I Gede Made Wirabrata menyampaikan anjuran agar seluruh pegawai di lingkungan kementerian dan lembaga untuk melakukan vaksin dosis ketiga ini.

“Kementerian Kesehatan berharap agar seluruh pegawai kementerian dan lembaga, dalam hal ini pegawai BRIN yang sudah memenuhi kriteria dan persyaratan, dapat mengukti vaksin booster ini sehingga akan memiliki antibodi yang baik,”ujar Wirabrata.

Menurut Wirabrata kegiatan vaksin COVID-19 booster di BRIN Kawasan Nuklir Pasar Jumat  berjalan dengan lancar, tidak ada hambatan dengan dukungan logistik dan vaksinator yang luar biasa semangat. (yrt,la /ed: my)