hut ri ke 76
Corona-19
SDM Nuklir
SDM Nuklir BATAN
Tomo Graphy
korupsi
kedelai
Radiofarmaka
Anti Narkoba 1
Anti Narkoba 2

(Mamuju 29/10/2014). Gubernur Sulawesi Barat H. Anwar Adnan Saleh mengatakan bahwa kurang lebih sudah dua tahun terakhir ini, Sulawesi Barat sudah terekspos sangat terhormat dengan adanya pemberitaan media tentang hasil penelitian Badan Tenaga Nuklir Basional (BATAN) yang menyatakan di Provinsi Sulawesi Barat telah ditemukan kandungan uranium yang pontensinya cukup besar dan kadarnya lebih jauh baik dibandingkan dengan negara lain.

Namun, Anwar sendiri belum dapat menyakini kebenaran informasi tersebut, sehingga sebagai pemerintah daerah dia ingin mendapatkan informasi yang benar dari Kepala BATAN sebagai orang nomor satu yang memimpin lembaga yang berkompeten untuk memberikan penjelasan masalah ini.

“Hal ini diperlukan dalam upaya memberikan penjelasan kepada masyarakat agar mengetahui persis seperti apa dan apa yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah,” kata Gubernur dalam acara Penandatangan MoU antara BATAN dengan Provinsi Sulawesi Barat di Hotel d’Maleo Mamuju, Rabu (29/10/2014).

Anwar Adnan Saleh mengatakan, Sulbar merasa gembira dan bangga dengan potensi kekayaan alamnya sebagai karunia Tuhan, namun disisi lain ada kekhawatiran masyarakat terhadap dampak yang mungkin timbul, khususnya bagi masyarakat disekitar lokasi uranium, sehingga perlu penjelasan untuk memenuhi rasa keingintahuan masyarakat.

Sementara itu Kepala BATAN Djarot Sulistio Wisnubroto menjelaskan bahwa beberapa tahun yang lalu para peneliti BATAN mendeteksi paparan radiasi di beberapa daerah di Sulbar tiga kali lipat dari paparan radiasi di Indonesia secara umum. 

“Tiga kali lipat itu jangan diartikan sesuatu yang berlebih, karena berdasarkan data statistik, usia hidup penduduk Sulawesi Barat ternyata juga tinggi, hampir sama dengan rata-rata nasional. Berarti tidak ada suatu dampak dari radiasi yang ada di daerah Sulbar,” paparnya.

Sehingga hal ini perlu dikemukakan jangan sampai angka itu diinterpretasikan berbeda jika dibandingkan dengan yang lain, karena di dunia ini ada daerah yang paparan radiasinya jauh lebih tinggi, seperti di Brazil, Iran, India, ada beberapa daerah yang paparan radiasinya lebih tinggi dan penduduknya juga sehat. 

“Masalah uranium yang akan diteliti masih jauh untuk dimanfaatkan karena BATAN hanya melakukan survey masih sebatas permukaan tanah sampai batas 800 km2,” kata Djarot. Ia mengakui bahwa saat ini belum dapat mengatakan berapa besar potensi uranium dan thorium di Sulbar karena masih terlalu dini. (arial)