sucofindo
SDM Nuklir
HUT RI
SDM Nuklir BATAN
Tomo Graphy
peresmian gedung radiosiotop
korupsi
kedelai
Radiofarmaka

Riset Batan ikut termasuk soal radiografi industri untuk pengujian material hingga logam tanah jarang yang digunakan oleh banyak industri di dunia.

Penggunaan energi nuklir sebenarnya  telah masuk ke berbagai  bidang  industri. Jadi tidak hanya untuk masalah energi saja seperti pembangkit tenaga listrik. Batan dengan berbagai litbangyasa yang dimilikinya telah banyak melayani permintaan dunia industri di tanah air seperti yang dicontohkan dalam uraian berikut. 

RADIOGRAFI INDUSTRI
aplikasi teknik nuklir khususnya sinar gamma di dunia industri antara lain untuk keperluan non destructive testing atau uji tak rusak bagi obyek ter tentu.  Penger tian uji tak rusak di sini yaitu metode pengujian atau pemeriksaan terhadap bahan-bahan  atau material-material produk industri dengan tidak menimbulkan kerusakan bagi material yang diperiksa tersebut.

Teknik uji tak  rusak  sudah  mapan,  terstandardisasi   dan mendunia. Manfaat uji tak rusak yaitu untuk menjamin kepastian mutu, kehandalan komponen, dan keselamatan operasi instalasi di seluruh sektor industri.

Sinar  gamma   memiliki karakteristik  antara   lain  mampu menembus  benda  atau material ter tentu. karena  itu dapat dipakai melihat dan mengecek sistem beton ber tulang pada gedung dan bangunan lainnya, memindai komponen mesin industri, pengelasan dan lainnya.

Selain dapat menembus material, tingkat keselamatan dalam penggunaan   sinar  gamma  terhadap  manusia  juga  dapat diatur. Radiasi diatur sekecil mungkin yaitu di bawah batas ambang.

Selain  itu  digunakan  metode  radiografi dengan  sinar  X. Misalnya untuk memeriksa material non logam seper ti kayu, plastik, aluminium dan lainnya. aplikasinya juga dapat untuk memeriksa komponen pesawat  terbang,  reaktor nuklir dan lainnya.

Selain radiografi, masih  ada  teknik uji tak  rusak  lainnya seper ti  tes   ultrasonik,  tes   magnetik,  tes   penetrasi,   tes kebocoran,  tes  emisi akustik dan  lainnya. Masing-masing saling melengkapi satu sama lain.

BATAN memiliki peralatan radiografi neutron untuk meneliti dan menguji bahan dengan  memanfaatkan berkas neutron yang   dihasilkan  oleh   reaktor   riset.   awalnya   peralatan tersebut   memakai  film untuk  merekam  gambar.  Dalam perkembangannya berganti dengan tomografi neutron yangmemakai kamera sebagai pengganti film sehingga hasilnya lebih presisi.

"Sinar gamma dapat dipakai mengecek sistem beton bertulang pada gedung atau memindai komponen mesin industri." 

"Tersedia peralatan radiografi neutron untuk meneliti bahan dengan memanfaatkan berkas neutron."

Cara penggunaannya  yaitu obyek diambil    gambar radiografinya kemudian  diolah  memakai  perangkat  lunak sehingga  muncul citra  tiga  dimensi  dari  obyek  tersebut. Dengan demikian isi di dalam sebuah obyek dapat diketahui tanpa  perlu membuka  atau  merusak  obyek terlebih dulu.Teknik tersebut berguna misalnya untuk mengetahui struktur dalam  dari  blok  berbagai   mesin   atau   meneliti  ar tefak arkeologi yang tidak boleh dirusak.

Teknik uji tak rusak dari baTaN telah diaplikasikan di berbagai bidang.  Misalnya dalam pengujian kolom beton  di Masjid baiturrahman  di  aceh,  Pengujian  untuk  pressure  vessel reser tifikasi milik pabrik Pusri Palembang, hingga pengujian keretakan pada bagian tangki bahan bakar pesawat terbang.

BATAN juga memiliki peralatan     Sinar-X    fluoresensi spektroskopi (XRF). akurat untuk mengukur komposisi atom bahan melalui penyinaran sampel dengan foton energi tinggi seper ti sinar X atau sinar gamma dan mengamati fluoresensi sinar X yang dipancarkan oleh sampel. Penggunaannya misalnya untuk menganalisis kemurnian emas. Teknologi XRF memungkinkan untuk mengukur  logam  emas  tampa harus merusaknya. 

"FASILITATOR AUTRI"
BATAN telah melakukan penelitian dan pengembangan teknologi uji tak rusak sejak 1969 dengan mulai membangun laboratorium uji tak rusak. Dari tahun ke tahun, permintaanakan jasa serta kerjasama bidang  uji tak rusak di bidang industri  terus  bertambah.  Namun  kekurangannya  adalah aplikasi teknologi uji tak rusak ketika itu masih dikuasai pihak asing.

Karena  itulah BATAN kemudian berinisiatif mengajak  pihak swasta di indonesia untuk bekerjasama menyediakan aplikasi uji tak rusak. BATAN kemudian melatih tenaga-tenaga pengguna sumber radiasi yang berkaitan dengan uji tak rusak. Hasilnya muncul perusahaan-perusahaan jasa inspeksi nasional untuk menggantikan peran tenaga inspeksi asing. Perusahaan- perusahaan itu kemudian membentuk asosiasi Perusahaan inspekti Teknik indonesia (apitindo) pada tahun 1985. 

Memasuki era  1990an, dengan  pelatihan yang diawali dari baTaN maka terdapat sekitar lima ribu personel yang memiliki sertifikat uji tak rusak. untuk mewujudkan tenaga ahli yang lebih handal, dibentuklah asosiasi uji Tak Rusak indonesia (auTRi) yang dideklarasikan pada 3 Desember 1998  di Jakarta.

Visi autri adalah mewujudkan tenaga ahli uji tak rusak indonesia yang handal untuk kejayaan bangsa dan diakui dunia internasional. Sedangkan  misinya adalah menyiapkan tenaga ahli uji tak rusak  indonesia  yang trampil dalam persaingan perdagangan  bebas  berdasarkan kualifikasi internasional iSO 9712.

Tantangan  berikutnya adalah  membentuk standardisasi kualifikasi dan sertifikasi personel yang independen, imparsial dan mengacu kepada standar internasional. baTaN bersama  auTRi dan institusi lain yang terkait mengupayakan terbentuknya   lembaga   Sertifikasi  Personel-uji   Tak   Rusak (lSP-uTR).  Prosesnya  dengan  membuat Panduan  Mutu dan beberapa  prosedur  utama untuk persiapan  akreditasi sesuai dengan iSO 17024 dan SNi iSO 9712.

Deklarasi  pembentukan   lSP-UTR   terjadi  pada   20   Januari 2010  di kantor BATAN.  ini menyusul kesepakatan  pada  25November 2009  antara para pemangku kepentingan yaitu perwakilan berbagai jenis industri seperti industri minyak dan gas,  petrokimia,  pembangkit  listrik, penerbangan,   lembaga riset termasuk baTaN dan perguruan tinggi, regulator seperti kementerian  Perindustrian  dan  lainnya, produsen  peralatan, pemasok, dan penyedia jasa teknik.

 "Tantangan bidang uji tak rusak adalah membentuk standardisasi kualifikasi dan sertifikasi personel yang independen dan berstandar internasional." 

Sejalan berkembangnya teknologi, metode  uji tak rusak sendiri kini memasuki era digital dan advanced non destructive testing yang harus dikuasai para penyedia jasa. Para penyedia jasa tak rusak juga harus bersiap menyongsong  era pasar bebas yang diwujudkan dalam era Masyarakat asean 2015.

untuk itulah  pengurus autri periode 2009-2014 menyusun 14  program kerja yang difokuskan ke dalam 10 program kerja prioritas. Cakupan 10 program kerja prioritas itu  adalah  informasi dan  komunikasi, ser tifikasi personel dan  standaridsasi,  sinergi  pemangku  kepentingan  uji tak rusak, penyelenggaraan  seminar,  workshop  dan  pameran, pengembangan  SDM, penelitian dan  pengembangan, kerjasama internasional, organisasi yang efisien, efektif dan profesional,  kemudian  melakukan kerjasama  regional  dan internasional ser ta pelaksanaan TC Project. 

MATERIAL MAJU
Terkait aplikasi nuklir di bidang industri, peneliti baTaN telah memulai riset pembuatan  baterai mikro isi ulang berbasis lithium ion dan polimer biodegradable yang ramah lingkungan untuk peralatan elektronik.

Baterai  merupakan sumber  energi yang diperoleh dengan proses  kimia. Pada perkembangan terakhir baterai berbasis lithium yang  bisa  diisi ulang  mendominasi  pasar  industri elektronika dan juga dipakai untuk kendaraan listrik. Penelitian di bidang baterai masih terus berlangsung untuk meningkatkan kinerja baterai, supaya siklus hidup lebih lama, kapasitas lebih tinggi, lebih ringan dan lebih aman.

Tren riset baterai di dunia saat  ini antara  lain mengganti penggunaan baterai elektronik cair berbahan lithium menjadi baterai padat. Dasarnya antara lain karena faktor keamanan untuk pengguna ser ta faktor ramah lingkungan.

BATAN berhasil mengembangkan  prototipe komponen baterai  lapisan  tipis  dan  baterai  koin. untuk  pembuatan baterai   lapisan   tipis,  laboratorium  BATAN   sejak   2012 sudah  dilengkapi dengan  teknik pembuatan  lapisan  tipis Pulsed Laser Deposition (PlD) dan peralatan uji permukaan Atomic  Force  Microscope (aFM).  Jika proses   persiapan material sampai pembuatan  baterai terpenuhi semua maka laboratorium tersebut bisa disebut sebagai laboratorium baterai terpadu.

Target ke depannya BATAN memiliki modal penting sebagai satu-satunya institusi dengan   peralatan   hamburan   neutron   untuk   penelitian material baterai lithium. BATAN juga kini menjadi salah satu pendukung utama pada konsorsium lithium baterai nasional untuk program Mobil listrik Nasional dan akan membangun  suatu Pusat unggulan Teknologi baterai. Persiapan telah mulai dilakukan dengan  meningkatkan  kualitas  riset  dan  profesionalisme SDM serta mensertifikasi laboratorium.

BATAN memiliki modal penting sebagai satu-satunya institusi dengan peralatan hamburan neutron untuk penelitian material baterai lithium. BATAN juga kini menjadi salah satu pendukung utama pada konsorsium lithium baterai nasional untuk program Mobil listrik Nasional.

"Sejalan berkembangnya teknologi, metode uji tak rusak sendiri kini memasuki era digital dan advanced non destructive testing."

"BATAN memiliki modal utama sebagai satu- satunya pemilik peralatan hamburan neutron untuk penelitian material baterai lithium."

Tidak lupa digalang kerjasama dengan sejumlah universitas di   indonesia   dan   lembaga-lembaga   litbang.  kerjasama lainnya  dengan   institusi  luar  negeri   yang  bergerak   di bidang    teknologi   baterai   seper ti   iMRaM,    universitas Tohoku Jepang, universitas ibaraki Jepang, Tokyo Institute of Technology, National University of Singapore, Indian Institute of Technology, McMaster university di kanada  dan lainnya. ada juga kerjasama dengan berbagai fasilitas nuklir seper ti bragg  institute  di australia  dan  Japan Proton Accelerator Research Complex dan lainnya. Keberadaan  kegiatan baterai di BATAN sudah  diakui oleh masyarakat  internasional  melalui  organisasi  International Society  of  Solid State  Ionics. Salah  satu  peneliti  BATAN.

keberadaan kegiatan baterai di baTaN sudah diakui oleh masyarakat internasional melalui organisasi International Society of Solid State Ionics. Salah satu peneliti BATAN yaitu Prof Dr Evvy kar tini dipilih menjadi perwakilan untuk asia/australia pada konferensi organisasi tersebut di kyoto, Jepang, beberapa waktu lalu.

MODIFIKASI BAHAN 

Radiasi sinar gamma atau berkas elektron juga dapat digunakan untuk memodifikasi bahan atau polimer tertentu untuk menghasilkan bahan baru dengan sifat-sifat yang dikehendaki dan dengan kualitas lebih baik. 

"BATAN telah meneliti modifikasi polimer untuk tekstil, kayu, karet dan plastik. Hasilnya yaitu vulkanisasi untuk karet lateks alam iradiasi."

Peneliti BATAN telah meneliti modifikasi polimer untuk bahan tekstil, kayu, karet  dan  plastik. Hasilnya yaitu vulkanisasiuntuk untuk karet lateks alam iradiasi. Produksi lateks alam iradiasi yang telah uji produksi skala pabrik misalnya sarung tangan hingga tensimeter. lateks alam iradiasi ini ramah lingkungan dan mudah untuk pewarnaan.

Proses  radiasi juga  dapat  diterapkan  untuk getah  pohon karet bercampur bahan plastik untuk menghasilkan perekat. bahan ini dapat digunakan sebagai perekat pada pembuatan panel kayu lapis dari serbuk  gergaji atau  tongkol jagung. Dapat juga dipakai untuk bahan  perekat  sepatu,  tas  kain, kulit dan lainnya. keunggulan perekat hasil iradiasi itu adalah ramah  lingkungan, bisa  disimpan  dalam waktu lama, dan tidak beracun.

Radiasi berkas  elektron dan sinar ultra violet juga dipakai untuk melapisi permukaan kayu. keunggulan teknik ini yaitu bisa mengeringkan kayu dengan  cepat,  ramah lingkungan dan  efisien. baTaN  memiliki sebuah  pilot plant pelapisan permukaan papan kayu memakai radiasi berkas elektron dan sinar ultra violet untuk kegiatan penelitian, pelatihan dan jasa lapisan.

BATAN juga tengah meneliti aplikasi teknologi radiasi sinar gamma untuk pembuatan polymer electrolyte membrane fuel cell (PEMFC). Fuel cell berfungsi sebagai pembangkit listrik seper ti baterai atau aki tapi tidak perlu diisi ulang. Fuel cell juga akan terus menghasilkan listrik selama ada gas hidrogen atau metanol sebagai isinya.
 
ALTERNATIF ENERGI
BATAN juga peduli terhadap isu penghematan bahan bakar. antara lain dengan memanfaatkan minyak jarak pagar (Jathropa curcas L) sebagai bahan bakar biodiesel. biodiesel bisa  digunakan  dengan  mudah  karena  dapat  bercampur dalam segala komposisi dengan minyak solar dan memiliki sifat-sifat fisik yang mirip dengan solar biasa sehingga dapat diaplikasikan langsung  untuk  mesin-mesin  diesel  hampir tanpa  modifikasi. Selain itu ramah lingkungan karena tidak menambah akumulasi karbondioksida di atmosfer dan tidak menambah pemanasan global.

"Penelitian BATAN terhadap jarak pagar merupakan bentuk kepedulian terhadap isu penghematan bahan bakar di Tanah Air "

Minyak jarak pagar  merupakan  sumber  minyak nabati terbarukan, non edible oil sehingga  tidak bersaing  dengan kebutuhan konsumsi manusia, dan mampu beradaptasi pada lahan kering. Diperoleh dengan mengempa  biji jarak pagar dan  bila  perlu  diikuti ekstraksi  menggunakan  beberapa pelarut.

Penelitian BATAN  terhadap  jarak pagar dimulai sejak 2004 dengan mencari bibit baik yang memiliki cabang ser ta buah yang  banyak.  Setelah  itu  dilakukan teknik mutasi  untuk mendapat  galur harapan. Proses  berikutnya pemilihan dari sekitar 200  galur mutan dan hasilnya muncul galur unggul GH38.

Biasanya  jarak pagar  mencapai  usia  produktif optimal di umur lima tahun ke atas. Sementara galur gH38 dari BATAN sudah  berbuah  pada  umur tiga bulan. kandungan  minyak dari galur itu juga menunjukkan peningkatan antara 47-49%.
 
LOGAM TANAH JARANG
aktivitas BATAN lainnya adalah menginventarisir potensi mineral radioaktif di seluruh indonesia. Termasuk mulai dari mengeksplorasi  galian uranium alam, thorium dan  lainnya sampai ke proses pengolahan yellow cake.


Dari eksplorasi hasil samping pengolahan biji timah di bangka-belitung, ternyata didapatkan adanya pasir monazit sebagai  salah  satu  mineral radioaktif yang  mengandung thorium    sehingga     memancarkan     radiasi    rendah     dan mengandung pula rare ear th atau logam tanah jarang dalam ikatan fosfat. indonesia sendiri diperkirakan memiliki potensi monazit sampai 1,5 miliar ton.

Pasir  monazit  juga  dapat  menghasilkan  uranium  oksida(u3O8)  sebagai  salah  satu  bahan  baku  untuk pembuatan bahan  bakar nuklir. Caranya melalui proses  destruksi, pengendapan dan ekstraksi.

Logam  tanah jarang sendiri meliputi 17  unsur kimia, yakni scandium  (Sc),  ittrium (Y), lanthanum (la), cerium (Ce), praseodymium  (Pr),  neodimium (Nd),  promethium  (Pm), samarium (Sm), europium (Eu), gadolinium (gd), terbium (Tb), disprosium (Dy), holmium (Ho), erbium (Er), thulium (Tm), itterbium (Yb), dan lutetium (lu).

"Aktivitas BATAN lainnya adalah menginventarisir potensi mineral radio aktif di seluruh Indonesia."

Sebanyak 14  unsur di antaranya termasuk dalam golongan unsur lantanida yang dalam tabel periodik unsur-unsur kimia digambar secara khusus dalam baris terpisah di bagian bawah.   keistimewaan   unsur-unsur   yang   masuk   dalam kategori logam transisi itu adalah kemampuannya bereaksi dengan unsur-unsur lain untuk menghasilkan sesuatu  yang baru yang tidak bisa dihasilkan tanpa reaksi tersebut.

Logam  tanah  jarang  memiliki nilai ekonomi  tinggi  untuk industri.   Dipergunakan   antara   lain   sebagai   komponen penting  dalam  berbagai  produk  seper ti komputer  laptop, lampu neon,  turbin angin, baterai isi ulang, hingga  mobil listrik. Sebagian logam tanah jarang seper ti samarium dan neodymium juga menjadi bahan  potensial untuk membuat magnet berenergi tinggi yang dipakai misalnya di kendaraan listrik.

Saat ini pasokan utama logam tanah jarang masih disuplai dari  China  namun  negara  itu  sudah  mulai memperketat ekspornya dengan alasan perlindungan lingkungan. Pengetatan itu membuat para negara industri yang memakai logam tanah jarang sper ti amerika Serikat kewalahan. 

China berhasil menguasai  pasar  logam tanah jarang dunia karena bisa menerapkan harga logam tanah jarang terendah. adapun  harga  tanah  logam  jarang  kini terus  meningkat seper ti misalnya cerium dan  lanthanum yang naik hingga 200-300% pada tahun 2008 dan seterusnya.

"BATAN menargetkan terwujudnya proyek percontohan pengolahan logam tanah jarang berstandar internasional."

BATAN menargetkan terwujudnya sebuah proyek percontohan  pengolahan logam tanah jarang bekerja sama dengan  PT Timah dan dengan  kapasitas  50  kilogram per hari. Diharapkan pada  akhir 2016, teknologi pengolahan yang dimiliki baTaN sudah berstandar internasional. Dengan dukungan stake holder termasuk DPR nantinya diharapkan pula  muncul  regulasi  yang  mendukung   industri  logam tanah  jarang. Pemanfaatan  logam  tanah  jarang  juga  akan meningkat setelah keluarnya Permen ESDM Nomor 7 Tahun 2012   tentang  Peningkatan Nilai Tambah Mineral melalui kegiatan Pengolahan dan Permurnian Mineral.

Selain itu,    untuk mewujudkan kemandirian dalam pengembangan  teknologi pengolahan logam tanah jarang, sedang  didorong  pula  terbentuknya  sebuah  konsorsium yang melibatkan berbagai  peneliti dari sejumlah instansi termasuk baTaN dan perguruan tinggi.

Selain dapat menambah  pendapatan  nasional dan daerah, pengolahan logam tanah jarang dengan standar internasional diharapkan mampu pula melindungi masyarakat sekitar lokasi per tambangan timah dari potensi terkena paparan radiasi.