Pertemuan Perdana BATAN-CSCA, BAPETEN, Tim Keamanan Nuklir RSO Kementrian Perhubungan-Indonesia

Pertemuan Perdana BATAN-CSCA, BAPETEN, Tim Keamanan Nuklir RSO Kementrian Perhubungan-Indonesia

Staff bidang pengkajian BAPETEN sangat terkesan dengan pengalaman CSCA/BATAN dalam menerapkan self-assessment nuclear secuity culture ....

Selengkapnya...
BATAN Kenalkan Budaya Keamanan Nuklir ke Unhan

BATAN Kenalkan Budaya Keamanan Nuklir ke Unhan

koordinasi antara lembaga litbang BATAN dengan Perguruan Tinggi khususnya dalam mempromosikan nuclear security, physical protection , nuclear security culture and its assessment

Selengkapnya...
CSCA Sebagai Nara Sumber di BAPETEN

CSCA Sebagai Nara Sumber di BAPETEN

Sejak didirikan oleh Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Djarot Sulistio Wisnubroto, tanggal 29 September 2014, Center for Security Culture and Assessment (CSCA) yang bekerjasama dengan International Atomic Energy Agency (IAEA) dan Center for International Trade and Security-University of Georgia (CITS-UGA) Amerika Serikat

Selengkapnya...

(Bandung, 13 Agustus 2015). BATAN terus berupaya mengenalkan budaya keamanan nuklir kepada semua pegawai di fasilitas nuklirnya. Untuk itu BATAN menyusun agenda sosialisasi budaya keamanan dengan mengundang nara sumber yang kompeten di bidangnya. Pada tanggal 13 Agustus 2015, sosialisasi budaya keamanan telah diadakan di Bandung. Acara ini merupakan lanjutan ssosialisasi yang diadakan di BATAN-Jepara pada bulan Maret 2015, dimana nara sumber yang mewakili CSCA hadir pada acara tersebut. Ir. Bambang Herutomo selaku Ka. PRSG merupakan salah satu nara sumber yang hadir pada acara sosialisasi budaya keamanan di Bandung. Ir. Bambang Herutomo menyampaikan presentasi tentang penerapan budaya keamanan. Beliau memberikan contoh bagaimana seorang pegawai harus memotivasi dirinya untuk selalu patuh dan taat pada peraturan dan prosedur yang telah ditetapkan oleh pimpinan. Menurut Ir. Bambang Herutomo kepatuhan terhadap prosedur merupakan salah satu karakteristik budaya keamanan.

(Serpong, 11 Agustus 2015). Sinergi Budaya Keselamatan dan Budaya Keamanan Dalam Rangka Peningkatan Kinerja di BATAN ini merupakan sebuah tema Sarasehan Budaya Keselamatan BATAN yang diselenggarakan oleh Pusat Teknologi Radiosiotop dan Radiofarmaka (PTRR-BATAN) pada tanggal 11 Agustus 2015. Kegiatan ini dibuka oleh Prof. Dr. Djarot Sulistio Wisnubroto selaku Kepala BATAN, kemudian dilanjutkan oleh presentasi yang disampaikan oleh nara sumber yang terdiri dari perwakilan bidang keselamatan yaitu Johni Situmorang (PTKRN) dengan judul presentasi “Peran Budaya Keselamatan dalam Nuclear Power Plant”. Pembicara kedua adalah Dr. Kemala Yapaz (PPIKSN) yang menyampaikan presentasi dengan judul “First Aid / Pertolongan Pertama”. Yang menarik pada acara sarasehan budaya keselamatan kali ini adalah hadirnya Center for Security Culture and Assessment (CSCA) sebagai salah satu nara sumber. CSCA yang diwakili oleh Khairul menyampaikan materi tentang budaya keamanan dan penilaian mandiri. Acara ini dihadiri oleh sejumlah 65 peserta undangan yang dimulai dari Kepala BATAN, Sestama, para Deputi Kepala BAAN, Kepala Pusat / Pejabat Eselon 2, 3 dan 4 dan Tim Budaya Keselamatan BATAN serta staff PTRR.

Batan.go.id - Jakarta, 8 Agustus 2015, BATAN memenuhi undangan sebagai Nara Sumber pada acara Rapat Kerja Perhimpunan Onkologi Radiasi Indonesia (PORI) yang dilaksanakan pada tanggal 8 Agustus 2015 di Ruang Aula Departemen Radioterapi RSCM Lantai 2, RSUPN, Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta. Pertemuan para Dokter Spesialis Radioterapi seluruh Indonesia ini dilakukan secara periodik guna mendiskusikan program kerja PORI serta mencari solusi terhadap persoalan yang dihadapi. Acara Raker ini menghadirkan beberapa nara sumber yang berasal dari RS Pelni, Kejaksaan Tinggi, Tim Kode Etik Dokter, perwakilan rumah sakit dari Manila serta BATAN.

Batan.go.id - (Serpong, 12/8/2015) Sesuai dengan peta berjalan (road map) CSCA yang telah disusun untuk tahun 2015-2016, yang salah satu agendanya adalah melakukan Survey Penilaian Diri Budaya Keamanan tahap 2, maka pelaksanaan survey ditetapkan pada tanggal 12 Agustus 2015. Kegiatan survey ini telah dilakukan oleh BATAN pada tahun 2012-2013 dengan mengacu kepada draft pedoman self-assessment methodology on nuclear security culture atau yang disebut IAEA-NST026. Hal ini disampaikan oleh Deputi PTN, Dr. Anhar R. Antariksawan dalam sambutannya pada acara pembukaan survey hari ini. Ditambahkan oleh Dr. Anhar bahwa survey tahap 2 direncanakan menggunakan 4 perangkat / tools: survey, interview, document review, observation. Sementara kegiatan survey pada tahap 1 hanya menggunakan 2 perangkat / tools: survey dan interview. Hasil daripada survey akan bermanfaat bagi para pegawai, pejabat dan pimpinan untuk menentukan langkah-langkan perbaikan kedepan, jika ada indicator-indikator budaya yang dinilai negative oleh para responden. Hasil kedua lainnya adalah kegiatan survey tahap 2 akan dilaporkan kepada IAEA dan disampaikan pada forum internasional.

Batan.go.id - (Sentul/Bogor, 30/07/2015). Indonesia sebagai Negara anggota IAEA turut aktif dalam mempromosikan pedoman budaya keamanan nuklir (Nuclear Security Series No. 7, 2008, Nuclear Security Culture) dan juga penilaian mandiri budaya keamanan (IAEA-NST026). Hal itu dilakukan oleh BATAN untuk memperkenalkan budaya keamanan dan penilaian mandiri, baik kepada para pegawai maupun kepada mitra kerja dan stake holder lainnya. BATAN melalui Center for Security Culture and assessment (CSCA) yang diresmikan oleh Kepala BATAN pada tanggal 29 September 2014 bekerja sama dengan IAEA dan Center for International Trade and Security – University of Georgia (CITS-UGA) Amerika Serikat akan terus melakukan upaya promosi budaya keamanan dan penilaian mandiri.