Pertemuan Perdana BATAN-CSCA, BAPETEN, Tim Keamanan Nuklir RSO Kementrian Perhubungan-Indonesia

Pertemuan Perdana BATAN-CSCA, BAPETEN, Tim Keamanan Nuklir RSO Kementrian Perhubungan-Indonesia

Staff bidang pengkajian BAPETEN sangat terkesan dengan pengalaman CSCA/BATAN dalam menerapkan self-assessment nuclear secuity culture ....

Selengkapnya...
BATAN Kenalkan Budaya Keamanan Nuklir ke Unhan

BATAN Kenalkan Budaya Keamanan Nuklir ke Unhan

koordinasi antara lembaga litbang BATAN dengan Perguruan Tinggi khususnya dalam mempromosikan nuclear security, physical protection , nuclear security culture and its assessment

Selengkapnya...
CSCA Sebagai Nara Sumber di BAPETEN

CSCA Sebagai Nara Sumber di BAPETEN

Sejak didirikan oleh Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Djarot Sulistio Wisnubroto, tanggal 29 September 2014, Center for Security Culture and Assessment (CSCA) yang bekerjasama dengan International Atomic Energy Agency (IAEA) dan Center for International Trade and Security-University of Georgia (CITS-UGA) Amerika Serikat

Selengkapnya...

(Wina, 21/02/17).  Badan Tenaga Nuklir (BATAN)  telah mempromosikan budaya keamanan nuklir  sejak tahun 2010. Kegiatan sosialisasi budaya keamanan nuklir mengacu kepada Implementing Guide IAEA-NSS No. 7, Nuclear Security Culture, 2008.

Pertengahan tahun 2012, IAEA menyusun Draft Technical Guidance of Self-Assessment on Nuclear Security Culture, yang kemudian diimplementasikan di ketiga fasilitas reaktor riset di Bandung, Yogyakarta dan Serpong. Hasil uji coba penilaian mandiri tersebut disampaikan oleh delegasi BATAN pada acara International Conference on Nuclear Security, July 2013. Untuk mendukung keberlanjutan kegiatan sosialisasi dan penilaian mandiri budaya keamanan nuklir di lingkungan fasilitas nuklir, BATAN mendirikan Center for Security Culture and Assessment (CSCA) bekerjasama dengan IAEA dan Center for International Trade and Security-University of Georgia, yang diresmikan pada September 2014 oleh Kepala BATAN. CSCA yang anggotanya terdiri dari berbagai disiplin keahlian serta lintas unit kerja guna membantu pimpinan dalam melakukan sosialisasi dan penilaian mandiri budaya keamanan nuklir.

Tahun 2015, tim CSCA ditugasi Ka. BATAN untuk melakukan penilaian mandiri tahap ke-2. Hasil penilaian mandiri telah dilaporkan kepada Ka. BATAN pada Juni 2016. Laporan tersebut juga disampaikan kepada IAEA oleh Deputi Bidang PTN Hendig Winarno mewakili kepala BATAN, yang diterima oleh Raja Abdul Aziz Raja Adnan, Director of Nuclear Security-IAEA. Penyampaian laporan yang difasilitasi oleh KBRI/PTRI Wina Johanna MC Johari ini dilakukan disela-sela acara IAEA-Nuclear Security Support Center (NSSC) Annual Meeting yang berlangsung di Wina, tanggal 20-24 Februari 2017. Pertemuan NSSC ini dilaksanakan oleh IAEA guna memperoleh status kegiatan NSSC masing-masing Negara. Program pelatihan NSSC di Indonesia terkait dengan keamanan nuklir dilakukan oleh Pusdiklat-BATAN dan Badiklat BAPETEN. Dalam kesempatan ini, selain Ka.Pusdiklat BATAN Sudi Ariyanto sebagai Point of Contact NSSC dan Ka.Badan Diklat BAPETEN Lukman Hakim, hadir pula sebagai invited speaker Deputi Bidang PTN Hendig Winarno dan Manajer CSCA-BATAN, Khairul. Raja Abdul Azis Raja Adnan, Director of Division of Nuclear Security IAEA, sangat mengapresiasi inisiatif Indonesia dalam bidang nuclear security dan nuclear security culture self-assessment, termasuk apresiasi sebagai negara pertama yang melakukan asesmen berdasarkan Technical Guidance IAEA Self-Assessment Methodology on Nuclear Security Culture (NST026). Kontribusi Indonesia dalam bidang budaya keamanan nuklir diperlukan bagi IAEA tentunya dengan melibatkan pakar BATAN untuk ditularkan kepada negara anggota IAEA lainnya.

Kata Hendig, tujuan penyerahan laporan penilaian mandiri kepada IAEA, merupakan komitmen BATAN terhadap penerapan pedoman teknis penilaian mandiri IAEA untuk mengetahui sejauh mana pimpinan dan individu serta manajemen menerapkan budaya keamanan. Penilaian mandiri merupakan proses pembelajaran dan perlu dilakukan secara periodik. Kegiatan yang dilakukan oleh tim CSCA dibawah koordinasasi BHHK merupakan bentuk komitmen Kepala BATAN melembagakan kegiatan sosialisasi budaya keamanan nuklir dan penilaian mandiri bekerjasama dengan pakar IAEA, tambah Hendig. (kh/CSCA).