Pertemuan Perdana BATAN-CSCA, BAPETEN, Tim Keamanan Nuklir RSO Kementrian Perhubungan-Indonesia

Pertemuan Perdana BATAN-CSCA, BAPETEN, Tim Keamanan Nuklir RSO Kementrian Perhubungan-Indonesia

Staff bidang pengkajian BAPETEN sangat terkesan dengan pengalaman CSCA/BATAN dalam menerapkan self-assessment nuclear secuity culture ....

Selengkapnya...
BATAN Kenalkan Budaya Keamanan Nuklir ke Unhan

BATAN Kenalkan Budaya Keamanan Nuklir ke Unhan

koordinasi antara lembaga litbang BATAN dengan Perguruan Tinggi khususnya dalam mempromosikan nuclear security, physical protection , nuclear security culture and its assessment

Selengkapnya...
CSCA Sebagai Nara Sumber di BAPETEN

CSCA Sebagai Nara Sumber di BAPETEN

Sejak didirikan oleh Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Djarot Sulistio Wisnubroto, tanggal 29 September 2014, Center for Security Culture and Assessment (CSCA) yang bekerjasama dengan International Atomic Energy Agency (IAEA) dan Center for International Trade and Security-University of Georgia (CITS-UGA) Amerika Serikat

Selengkapnya...

(Serpong, 28/12/2016). Center for Security Culture and Assessment (CSCA) yang didirikan oleh Kepala BATAN pada tanggal 29 September 2014 di Serpong bekerjasama dengan IAEA dan CITS-UGA, adalah dalam rangka mempromosikan budaya keamanan nuklir serta melakukan penilaian mandiri. Peresmian CSCA dihadiri oleh sejumlah peserta dan pakar dari Negara asing dan organisasi internasional, termasuk International Atomic Energy Agency (IAEA).Sejak saat itu manajemen CSCA menyusun langkah-langkah kerja dalam mempromosikan serta melakukan penilaian mandiri budaya keamanan nuklir di lingkungan BATAN. Salah satu rencana kerja CSCA tahun 2016 – 2017 yaitu penerbitan buku pedoman budaya keamanan nuklir yang targetnya dapat diterapkan di lingkungan BATAN.

Buku pedoman budaya keamanan nuklir IAEA terbit tahun 2008, yang di dalamnya menjelaskan tentang peran dan tanggung jawab setiap pemangku kepentingan dalam penerapan budaya keamanan. Untuk tingkat nasional peran dan tanggung jawab berada pada badan / instansi terkait dengan keamanan nuklir seperti Polisi, Militer dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir serta BATAN. Badan Pengawas Tenaga Nuklir berkewajiban mengeluarkan peraturan tentang keamanan nuklir sementara BATAN harus menerapkan peraturan terkait dengan keamanan nuklir. Salah satunya adalah penerapan budaya keamanan nuklir dengan menitikberatkan pada peran organisasi dan pimpinan, manajer serta individu. BATAN melalui CSCA dan didukung oleh Pimpinan melalui Biro Hukum, Humas dan Kerjasama (BHHK) serta beberapa anggota tim merencanakan untuk menerbitkan buku pedoman budaya keamanan nuklir.

Upaya penyusunan Pedoman Budaya Keamanan Nuklir telah dibahas oleh tim CSCA sejak awal berdirinya, namun karena ada kegiatan penilaian mandiri tahap ke-2 tahun 2015-2016 akhirnya terjadi penundaan. Supaya penerbitan Pedoman Budaya Keamanan Nuklir lebih aplikatif bagi pengguna di lingkungan BATAN, maka BATAN bekerjasama dengan BAPETEN melakukan Focus Group Discussion (FGD) pada tanggal 21 September 2016 bertempat di PPIKSN-BATAN Kawasan Nuklir Serpong. Untuk merealisasikan hasil FGD, maka tim CSCA menjelang akhir tahun tepatnya tanggal 21 Desember 2016, telah mengadakan rapat dalam rangka penyempurnaan draft pedoman tersebut.

Dalam diskusi bersama anggota tim, telah disepakati bahwa CSCA akan berusaha menyelesaikan pedoman pedoman budaya keamanan nuklir hingga penyelesaian pedoman penumbuhkembangkan budaya keamanan nuklir yang diharapkan dapat selesai pada periode 2016 – 2017. Pedoman budaya keamanan nuklir BATAN mengacu kepada IAEA-Nuclear Security Series No. 7 (2008), IAEA-NST026, Self-Assessment Methodology on Nuclear Security Culture and IAEA-NST027, Enhancement on Nuclear Security Culture, , (kh/CSCA).